Mandat BI Makin Luas, Destry: Kami Bukan di Menara Gading

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Mandat BI Makin Luas, Destry: Kami Bukan di Menara Gading yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Ia mengakui hal itu menjadi tantangan tersendiri.

“Jadi ini menjadi makin lebih luas lagi,” ujarnya.

Baca: Menkeu Suahasil Temui Gubernur DKI, Bahas Penerbitan Obligasi Daerah?

Berarti kan harus kita pikirkan,” katanya.

BI Bukan di Menara Gading

Pada 2026, lanjut Destry, terbit lagi undang-undang yang kembali memperluas mandat BI.

Tidak hanya menjaga stabilitas rupiah, BI juga diminta mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga menciptakan iklim yang kondusif bagi sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Destry dalam paparannya di hadapan pelaku usaha.

Dalam Pasal 7, ayat pertama memuat stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Ia menjelaskan perubahan mandat BI dari waktu ke waktu, mulai dari era pascakrisis 1997/1998 hingga aturan terbaru yang terbit tahun ini.

“Simpel saja, menjaga stabilitas rupiah.

Mandat BI Makin Luas, Destry: Kami Bukan di Menara Gading Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780808, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261030082816-17-780808/mandat-bi-makin-luas-destry-kami-bukan-di-menara-gading’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 30 October 2026 09:50 Foto: Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Oktober 2026 Cakupan Triwulanan dan Tahunan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Faktor penyebabnya adalah BI itu kan tidak berada di awang-awang, BI bukan berada di menara gading,” tegas Destry.

Destry menjelaskan, BI beberapa kali diundang Presiden bersama tim ekonomi untuk memahami kebutuhan sektor riil. yang mengakibatkan “Buat kami itu menjadi satu tantangan,

Stop di situ, full stop, habis 1997/1998,” ujar Destry.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!

Ayat kedua menambahkan tugas baru.

Menurut Destry, ayat tambahan itu mengatur bagaimana BI menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.

Kalau dalam negeri urusannya inflasi, kalau luar negeri ya urusannya nilai tukar.

Mandat BI, kata Destry, bertambah ketika Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) terbit pada 2023.

Dalam praktiknya, BI mencoba menyeimbangkan kebijakan.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut mandat bank sentral kini semakin luas.

Tapi ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi apa enggak?

“Berarti kita enggak bisa cuma bilang, oke rupiah sekian, inflasi sekian.

Stabilitas tetap menjadi prioritas utama, baru kemudian BI menimbang kebijakan lain seperti makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan.

“Jadi seperti seni lah, kita bermain di bagaimana balancing stabilitas melalui pertumbuhan ekonomi,” katanya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261022131308-19-778585/video-racikan-jamu-bi-di-tengah-gejolak-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/778585?comscore=off”,”time”:463,”title”:”Video: "Racikan Jamu" BI di Tengah Gejolak Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/22/racikan-jamu-bi-di-tengah-gejolak-global-1792654077852_169.png”}]’); Next Article Meleset dari Ramalan Pasar!

Dalam aturan itu, BI diberi tugas menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan bersama otoritas lain menjaga stabilitas sistem keuangan, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan tambahan itu, menurutnya BI tidak bisa lagi sekadar menyebut target angka.

Analisis mendalam tentang Mandat BI Makin Luas, Destry: Kami Bukan di Menara Gading akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *