Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Lonjakan imbal hasil SBN juga akan menjadi perhatian pasar.

Berikut beberapa sentimen hari ini:

1.

Keputusan mempertahankan bunga perlu dibaca bersama arah komunikasinya, terutama mengenai kemungkinan pengetatan lanjutan dan penilaian terhadap tekanan biaya energi.

Bagi pasar global, perubahan nada ECB dapat memengaruhi euro, obligasi Eropa, serta pergerakan dolar secara relatif.

Laba korporasi yang kuat dan permintaan domestik yang bertahan membantu menahan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun, mahalnya energi akibat perang AS-Israel melalui Iran, ketidakpastian suku bunga The Federal Reserve (The Fed), serta kebijakan perdagangan membayangi keputusan perekrutan perusahaan.

4.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik ke 5,042% setelah keputusan diumumkan.

2.

Inflasi PCE AS September 2026

AS akan merilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) September pada hari ini Kamis (29/10) pukul 19.30 WIB.

Sebagai catatan, pada Agustus 2026, inflasi PCE tercatat 3,4% (YoY) sementara inflasi inti sebesar 3,0% (YoY).

Inflasi PCE inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, diperkirakan naik 0,3% secara bulanan pada September 2026, dari 0,2% pada Agustus.

Karena pengumumannya berdekatan melalui rilis utama AS, investor perlu mencermati kombinasi kedua perkembangan tersebut, bukan menilai salah satunya secara terpisah.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261028095147-19-780093/video-ditentang-2-anggota-the-fed-tahan-suku-bunga-di-375-400″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/780093?comscore=off”,”time”:112,”title”:”Video: Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/29/bank-sentral-amerika-serikat-the-fed-kembali-menahan-suku-bunga-acuan-di-kisaran-375-hingga-4-1793242917164_169.png”}]’); Next Article IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

Dua pejabat, Lisa Cook dan Beth Hammack, mendukung kenaikan 25 basis poin.

The Fed menyebut inflasi masih tinggi dan membuka peluang penyesuaian suku bunga lanjutan.

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (29/10/2026) pagi.

Namun, tingginya suku bunga masih menekan biaya pinjaman dan memengaruhi investasi, termasuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80%.

Per pukul 09.21 WIB, IHSG berada di level 5.225,65, turun 56,66 poin atau 1,07%.

IHSG dibuka menguat di 5.305,20 dan sempat menyentuh level tertinggi di 5.320,90 pada awal sesi.

Titik terendah tercatat pada pukul 09.18 WIB di level 5.223,90.

Suku Bunga ECB Oktober 2026

Bank sentral Eropa (ECB) hari ini akan mengumumkan keputusan pukul 20.15 WIB, disusul konferensi pers pukul 20.45 WIB.

Faktor penyebabnya adalah tekanan jual membawa indeks turun bertahap. yang mengakibatkan Penguatan tersebut tidak bertahan

Klaim Pengangguran AS

AS juga akan mengumumkan data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 24 Oktober 2026.

Klaim awal pengangguran Amerika Serikat (AS) turun 6.000 menjadi 194.000 pada pekan yang berakhir 17 Oktober 2026, terendah sejak pertengahan Juli dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 200.000, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Penurunan ini menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid di tengah ketidakpastian ekonomi.

Faktor penyebabnya adalah PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.

3. yang mengakibatkan Secara tahunan, inflasi inti diproyeksikan meningkat menjadi 3,1%, dari 3,0%.

Data ini penting

Namun, rilis data inflasi PCE Amerika serta perkembangan perang bisa menekan pergerakan saham hingga rupiah.

Ketua The Fed Kevin Warsh menolak memberi sinyal arah kebijakan berikutnya, seraya menegaskan bank sentral masih berupaya mengembalikan inflasi ke target 2%.

Warsh juga menilai ekonomi AS semakin kuat, melalui pertumbuhan semester I-2026 direvisi naik menjadi 2,4%.

IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780460, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261029092413-17-780460/breaking-ihsg-turun-1-ini-penyebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 29 October 2026 09:27 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Setelah itu, IHSG mampu memantul ke kisaran 5.232 dan bergerak mendatar di area tersebut hingga pukul 09.21 WIB.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat sekitar 44,48 juta lot melalui nilai sekitar Rp1,89 triliun.

Baca: IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

Mengutip data Refinitiv, pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh sejumlah sektor yang menurun, antara lain sektor infrastruktur yang anjlok 1,7%, disusul oleh sektor  teknologi yang anjlok1%, dan sektor keuangan yang melemah 0,4%.

Adapun saham-saham pemberatIHSG antara lain, PT.

Konsensus memperkirakan suku bunga pembiayaan utama tetap 2,65% dan fasilitas deposito bertahan di 2,50%.

Perhatian tertuju pada respons ECB terhadap risiko inflasi sekaligus perlambatan pertumbuhan.

The Fed Tahan Suku Bunga

The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%-4,00%, tetapi keputusan pada Kamis (29/10/2026) tidak bulat.

Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara saham-saham penekan koreksiIHSG antara lain, PT.

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia diharapkan berkurang pada hari ini setelah The Fed mempertahankan suku bunga.

Analisis mendalam tentang Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *