Asuransi-Dapen Resmi Masuk Pembiayaan Hijau, OJK Kasih Insentif!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Asuransi-Dapen Resmi Masuk Pembiayaan Hijau, OJK Kasih Insentif! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Bahkan, lima dari 10 risiko global tertinggi dalam laporan tersebut berkaitan melalui lingkungan.

Risiko tersebut juga menjadi perhatian bagi Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

Sedangkan sebagai investor, industri didorong untuk menempatkan dana pada instrumen keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

“Kami dari PPDP itu mengeluarkan suatu peraturan yang intinya memberikan insentif kalau perusahaan asuransi, dana pensiun, penjaminan membeli instrumen keuangan yang berkelanjutan itu mendapatkan insentif keringanan di dalam perhitungan risk-based capitalnya (RBC),” ungkap Ogi adlam Konferensi Pers di Jakarta.

Dengan adanya insentif tersebut, OJK berharap industri PPDP semakin terdorong untuk membeli produk-produk keuangan yang berbasiskan ekonomi hijau berkelanjutan (sustainable green economy).

Dengan demikian, industri asuransi, dana pensiun, dan penjaminan diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih baik pada masa mendatang.

Posisi saat ini, penempatan investasi pada instrumen keuangan berkelanjutan belum menjadi pilihan utama industri PPDP.

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Keuangan Berkelanjutan bagi sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) 2026-2030 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, peta jalan tersebut mencakup dua peran utama industri PPDP dalam pengembangan keuangan berkelanjutan yakni, sebagai penyerap risiko (risk absorber) dan investor.

Dalam fungsi pertama sebagai penyerap risiko, industri PPDP diharapkan memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko yang berkaitan melalui proyek berkelanjutan.

Mengacu pada The World Risk Report 2024, Indonesia termasuk salah satu negara melalui tingkat risiko bencana tertinggi di dunia setelah Filipina.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261007083509-19-773951/video-total-aset-industri-perasuransian-di-agustus-capai-rp-1200-t”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/773951?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Total Aset Industri Perasuransian di Agustus Capai Rp 1.200 T”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/07/total-aset-industri-perasuransian-di-agustus-capai-rp-1200-t-naik-26-yoy-1791337215913_169.png”}]’); Next Article OJK: Aset Asuransi RI Tembus Rp1.172 Triliun per Juli 2026

Berdasarkan data 2024, penempatan investasi terbesar pada ketiga sektor tersebut masih berada pada Surat Berharga Negara (SBN), melalui nilai mencapai Rp741,30 triliun atau sekitar 46,86% dari total investasi sektor perasuransian.

Sementara itu, lembaga penjamin menempatkan investasi pada SBN sebesar Rp15,66 triliun atau 52,85% dari total investasinya.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780728, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261029184215-17-780728/asuransi-dapen-resmi-masuk-pembiayaan-hijau-ojk-kasih-insentif’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 29 October 2026 18:55 Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono menyampaikan pemaparan dalam acara Insurance Forum 2026 di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Asuransi-Dapen Resmi Masuk Pembiayaan Hijau, OJK Kasih Insentif!

Faktor penyebabnya adalah perubahan iklim telah menjadi salah satu risiko global paling signifikan yang memengaruhi stabilitas ekonomi, keberlanjutan pembangunan, dan ketahanan sosial.

Baca: Redefinisi Korupsi Jangan Berujung pada Pelemahan Hukum

Peningkatan emisi global dipicu oleh penggunaan energi yang tidak berkelanjutan, perubahan penggunaan lahan, serta pola konsumsi dan produksi yang timpang antarwilayah dan negara.

Berdasarkan The Global Risks Report 2025, risiko global tertinggi dalam jangka waktu 10 tahun ke depan diperkirakan berasal dari cuaca ekstrem yang berkaitan dengan risiko iklim. yang mengakibatkan Adapun dana pensiun memiliki penempatan investasi pada SBN sebesar Rp136,57 triliun atau sekitar 36,77% dari total investasinya.

Pengembangan keuangan berkelanjutan menjadi semakin penting

Analisis mendalam tentang Asuransi-Dapen Resmi Masuk Pembiayaan Hijau, OJK Kasih Insentif! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *