Warga Singapura Bikin Markas Pinjol Ilegal di Bali, Bunganya Mencekik

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Warga Singapura Bikin Markas Pinjol Ilegal di Bali, Bunganya Mencekik yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Mereka memasarkan jasanya lewat iklan di Facebook dan jejaring pesan WhatsApp melalui target korban di luar negeri, seperti China dan sejumlah negara Asia lainnya.

Bunga pinjaman yang ditetapkan tergolong fantastis, yakni berkisar 20% hingga 30% tergantung hasil analisis profil calon peminjam.

“Target pelanggan mereka yang merupakan orang asing yang sejauh ini tidak berada di wilayah Indonesia, jadi di luar Indonesia,” kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri, Senin (26/10/2026).

Dia menyebutkan setiap kelompok admin dibebani target keuntungan hingga US$7.800 (sekitar Rp141,6 juta) per bulan.

Faktor penyebabnya adalah menjalankan bisnis pinjol bernilai ratusan juta rupiah dan menyalahgunakan izin tinggal.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: OJK Ungkap 1.199 Pinjol Ilegal hingga September 2026, Ini Modusnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan, belasan WNA tersebut bertindak sebagai administrator yang mengoperasikan skema pinjaman pribadi secara daring. yang mengakibatkan Warga Singapura Bikin Markas Pinjol Ilegal di Bali, Bunganya Mencekik Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 779770, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261027110013-17-779770/warga-singapura-bikin-markas-pinjol-ilegal-di-bali-bunganya-mencekik’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Annisa Sulistyo Rini,  CNBC Indonesia 27 October 2026 11:35 Foto: Ilustrasi Pinjol (CNBC Indonesia/Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah vila di Bali terungkap menjadi markas bisnis pinjaman online (pinjol) ilegal yang dibuka oleh 17 warga negara asing (WNA) asal Malaysia dan Singapura.

Petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan penggerebekan terhadap sebuah vila yang terletak di kawasan Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (22/10/2026).

Dilansir dari CNN Indonesia, sebanyak 15 warga negara Malaysia dan 2 warga negara Singapura diamankan

Apakah nanti ada pengembangan kembali, nanti kita akan terus menyelidiki.

Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan.

Di lantai dua vila, petugas menemukan tiga ruangan yang disulap menjadi pusat kendali operasional, lengkap melalui jajaran set komputer, USB, flashdisk, brankas, puluhan ponsel, serta uang tunai.

Jaringan pinjol internasional ini diketahui telah beroperasi di Bali selama lebih dari enam bulan.

17 WNA telah didetensi di ruang Kantor Imigrasi Ngurah Rai dan akan dikenakan tindakan pendeportasian lalu dicatatkan ke dalam daftar cekal,” tegas Novyandri.

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261026163009-19-779564/video-bos-sekuritas-sebut-msci-bikin-kredibilitas-ri-dipertanyakan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/779564?comscore=off”,”time”:421,”title”:”Video: Bos Sekuritas Sebut MSCI Bikin Kredibilitas RI Dipertanyakan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/26/msci-ancam-ri-turun-kasta-bos-sekuritas-kredibilitas-pasar-ri-dipertanyakan-1793007265664_169.png”}]’); Next Article Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Dari aktivitas ilegal ini, para pelaku mengantongi pendapatan pribadi berkisar antara US$1.200 hingga US$1.600 (Rp21,8 juta-Rp29,05 juta) per bulan.

“Lalu masing-masing kelompok bekerja melalui target keuntungan US$7.800 per bulan.

Keberadaan mereka terendus pihak berwajib usai mendapatkan laporan dari masyarakat.

Mengenai status keimigrasian para pelaku, beberapa di antaranya diketahui telah melebihi batas izin tinggal (overstay).

Atas perbuatannya, ke-17 WNA tersebut dijerat Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian atas dugaan penyalahgunaan izin tinggal dan pemberian keterangan tidak benar saat mengajukan visa.

“Lokasi ini sementara masih satu.

Rata-rata penghasilan diperoleh warga negara asing tersebut berkisar US$1.200 sampai melalui US$1.600,” jelasnya.

Melarikan Diri

Novyandri juga menyampaikan proses penggerebekan diwarnai aksi penangkapan beberapa WNA yang berupaya melarikan diri dengan melompati tembok bagian belakang.

Analisis mendalam tentang Warga Singapura Bikin Markas Pinjol Ilegal di Bali, Bunganya Mencekik akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *