Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Era Likuiditas Ketat, Bos BTN (BBTN) Ungkap Dampak Perang Suku Bunga yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Jalan, orang likuiditasnya ada,” ujar Nixon.
Di sisi lain, BTN menyambut positif kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan giro wajib minimum (GWM) perbankan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Jadi kalau kita bisa nikmati 2% ya mungkin antara Rp6 triliun sampai Rp8 triliun, lah.
Perseroan telah melakukan upaya penurunan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) selama dua hingga tiga tahun terakhir.
Nixon mengatakan, target NPL sebesar 2,9% yang sebelumnya ditetapkan untuk akhir tahun telah tercapai pada September 2026.
Nixon juga menegaskan bahwa perseroan akan mempertimbangkan penyesuaian target pertumbuhan kredit apabila biaya pendanaan tetap tinggi.
“Kalau dana masih terus mahal, maka kita harus berani mengatakan pertumbuhan kreditnya kita akan sesuaikan,” kata Nixon.
Menurutnya, ekspansi kredit melalui biaya dana yang terlalu mahal berisiko menekan profitabilitas.
Jika perseroan dapat memanfaatkan penurunan GWM sebesar 2%, tambahan likuiditas diperkirakan mencapai Rp6 triliun-Rp8 triliun.
“Kalau dugaan saya ya BTN tuh 1 persen GWM itu sekitar maksimum Rp4 triliun.
Dampak dari hal tersebut adalah dapat membantu menekan biaya kredit atau cost of credit dan kebutuhan pencadangan.
Selain itu, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income dari transaksi treasury juga menjadi salah satu sumber pendapatan BTN. akibat BTN pun membuka peluang rasio NPL turun ke kisaran 2,7%-2,8% pada Desember 2026,
Itu yang terjadi,” ujar Nixon.
Di tengah tekanan tersebut, BTN berupaya menjaga profitabilitas melalui perbaikan kualitas aset, efisiensi proses bisnis, serta pengendalian biaya pendanaan.
Tapi aku lagi minta treasury ngitung dampak ke kita berapa tepatnya,” katanya.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261023143020-19-778940/video-ramal-nasib-rupiah-hingga-saham-terdampak-era-bunga-tinggi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/778940?comscore=off”,”time”:708,”title”:”Video: Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/23/ramal-nasib-rupiah-hingga-prospek-saham-energi-saham-terdampak-bunga-tinggi-1792741104287_169.png”}]’); Next Article Bos BTN Bocorin Kisi-Kisi Dividen, Segini Besarannya
Itu yang terjadi,” ujar Nixon.
Di tengah tekanan tersebut, BTN berupaya menjaga profitabilitas melalui perbaikan kualitas aset, efisiensi proses bisnis, serta pengendalian biaya pendanaan.
(BBTN) mengungkapkan persaingan suku bunga simpanan di tengah likuiditas perbankan yang semakin ketat berpotensi menekan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perseroan.
Tekanan terutama berasal dari pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII), seiring meningkatnya biaya penghimpunan dana.
“Saya bisa bilang bahwa semester 2 ini growth-nya pasti growth-nya akan turun.
Everybody knows,” ujar Nixon dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “TRANSFORMASI BTN, Membangun Sinergi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan” Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026)..
Menurutnya, persaingan menghimpun dana semakin ketat, tercermin dari banyaknya penawaran bunga untuk dana institusi besar yang berada di atas 8%.
Era Likuiditas Ketat, Bos BTN (BBTN) Ungkap Dampak Perang Suku Bunga Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 779314, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261026070904-17-779314/era-likuiditas-ketat-bos-btn–bbtn–ungkap-dampak-perang-suku-bunga’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 26 October 2026 09:15 Foto: Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026).
Faktor penyebabnya adalah itu, BTN perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan biaya pendanaan agar ekspansi bisnis tetap memberikan kontribusi positif bagi perseroan.
Meski demikian, BTN memastikan penyaluran kredit untuk program pemerintah tetap berjalan karena memperoleh dukungan likuiditas yang telah disiapkan pemerintah. yang mengakibatkan Oleh
Jalan, orang likuiditasnya ada,” ujar Nixon.
Di sisi lain, BTN menyambut positif kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan giro wajib minimum (GWM) perbankan.
Perseroan telah melakukan upaya penurunan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) selama dua hingga tiga tahun terakhir.
Nixon mengatakan, target NPL sebesar 2,9% yang sebelumnya ditetapkan untuk akhir tahun telah tercapai pada September 2026.
Namun, volatilitas pasar surat berharga turut memberikan tekanan terhadap aktivitas perdagangan surat berharga yang menjadi kontributor utama bisnis treasury perseroan.
Untuk mengantisipasi tekanan yang berlanjut, BTN berupaya melakukan efisiensi agar mahalnya biaya dana tidak menjadi persoalan berkepanjangan hingga tahun depan.
Jika perseroan dapat memanfaatkan penurunan GWM sebesar 2%, tambahan likuiditas diperkirakan mencapai Rp6 triliun-Rp8 triliun.
“Kalau dugaan saya ya BTN tuh 1 persen GWM itu sekitar maksimum Rp4 triliun.
Jadi yang punya dana tuh jadi naikin permintaan harga kan.
Dampak dari hal tersebut adalah biaya pendanaan semakin mahal.
Nixon menjelaskan, ketika likuiditas semakin terbatas, pemilik dana memiliki keleluasaan untuk memilih bank yang menawarkan tingkat bunga tertinggi. akibat Kondisi tersebut mendorong bank menawarkan bunga simpanan yang lebih tinggi demi mendapatkan dana,
Kenaikan biaya dana atau cost of fund menjadi tantangan bagi BTN dalam menjaga pertumbuhan laba hingga akhir 2026.
Direktur Utama BTN Nixon L.P.
(BBTN) mengungkapkan persaingan suku bunga simpanan di tengah likuiditas perbankan yang semakin ketat berpotensi menekan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perseroan.
Nixon memperkirakan penurunan GWM sebesar 1% berpotensi memberikan tambahan likuiditas bagi BTN hingga sekitar Rp4 triliun.
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Bandung, CNBC Indonesia – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Napitupulu mengatakan, pertumbuhan laba perseroan yang sejauh ini tumbuh tinggi diperkirakan akan menyusut pada semester II-2026.
Tekanan terutama berasal dari pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII), seiring meningkatnya biaya penghimpunan dana.
“Saya bisa bilang bahwa semester 2 ini growth-nya pasti growth-nya akan turun.
Jadi kalau kita bisa nikmati 2% ya mungkin antara Rp6 triliun sampai Rp8 triliun, lah.
Kenaikan biaya dana atau cost of fund menjadi tantangan bagi BTN dalam menjaga pertumbuhan laba hingga akhir 2026.
Direktur Utama BTN Nixon L.P.
Salah satunya adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Jadi teman-teman nggak usah takut, FLPP jalan enggak?
Salah satunya adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Jadi teman-teman nggak usah takut, FLPP jalan enggak?
Napitupulu mengatakan, pertumbuhan laba perseroan yang sejauh ini tumbuh tinggi diperkirakan akan menyusut pada semester II-2026.
Nixon juga menegaskan bahwa perseroan akan mempertimbangkan penyesuaian target pertumbuhan kredit apabila biaya pendanaan tetap tinggi.
“Kalau dana masih terus mahal, maka kita harus berani mengatakan pertumbuhan kreditnya kita akan sesuaikan,” kata Nixon.
Menurutnya, ekspansi kredit melalui biaya dana yang terlalu mahal berisiko menekan profitabilitas.
Faktor penyebabnya adalah itu, BTN perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan biaya pendanaan agar ekspansi bisnis tetap memberikan kontribusi positif bagi perseroan.
Meski demikian, BTN memastikan penyaluran kredit untuk program pemerintah tetap berjalan karena memperoleh dukungan likuiditas yang telah disiapkan pemerintah. yang mengakibatkan Oleh
Nixon memperkirakan penurunan GWM sebesar 1% berpotensi memberikan tambahan likuiditas bagi BTN hingga sekitar Rp4 triliun.
Ini kan si deposan, dia milih-milih dong yang mana penawar tertinggi.
Jadi yang punya dana tuh jadi naikin permintaan harga kan.
Dampak dari hal tersebut adalah biaya pendanaan semakin mahal.
Nixon menjelaskan, ketika likuiditas semakin terbatas, pemilik dana memiliki keleluasaan untuk memilih bank yang menawarkan tingkat bunga tertinggi. akibat Kondisi tersebut mendorong bank menawarkan bunga simpanan yang lebih tinggi demi mendapatkan dana,
Tapi aku lagi minta treasury ngitung dampak ke kita berapa tepatnya,” katanya.
Everybody knows,” ujar Nixon dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “TRANSFORMASI BTN, Membangun Sinergi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan” Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).
Baca: Menkeu Suahasil Ungkap Jurus Redam Perang Bunga Deposito Bank
Menurutnya, persaingan menghimpun dana semakin ketat, tercermin dari banyaknya penawaran bunga untuk dana institusi besar yang berada di atas 8%.
Dampak dari hal tersebut adalah dapat membantu menekan biaya kredit atau cost of credit dan kebutuhan pencadangan.
Selain itu, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income dari transaksi treasury juga menjadi salah satu sumber pendapatan BTN. akibat BTN pun membuka peluang rasio NPL turun ke kisaran 2,7%-2,8% pada Desember 2026,
Namun, volatilitas pasar surat berharga turut memberikan tekanan terhadap aktivitas perdagangan surat berharga yang menjadi kontributor utama bisnis treasury perseroan.
Untuk mengantisipasi tekanan yang berlanjut, BTN berupaya melakukan efisiensi agar mahalnya biaya dana tidak menjadi persoalan berkepanjangan hingga tahun depan.
Ini kan si deposan, dia milih-milih dong yang mana penawar tertinggi.
Faktor penyebabnya adalah likuiditasnya semakin terbatas kan. yang mengakibatkan Situasi ini membuat persaingan harga dana semakin intensif dan berpotensi menggerus margin perbankan.
“Iya mahal itu
Faktor penyebabnya adalah likuiditasnya semakin terbatas kan. yang mengakibatkan Situasi ini membuat persaingan harga dana semakin intensif dan berpotensi menggerus margin perbankan.
“Iya mahal itu
Analisis mendalam tentang Era Likuiditas Ketat, Bos BTN (BBTN) Ungkap Dampak Perang Suku Bunga akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
