Siapa GIC dan Temasek, Diduga Pengaruhi MSCI Turunkan “Kasta” RI?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Siapa GIC dan Temasek, Diduga Pengaruhi MSCI Turunkan “Kasta” RI? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pemerintah menilai pengoperasian bisnis seharusnya tidak menjadi tugas utamanya, yang lebih berfokus pada penyusunan kebijakan dan regulasi.

Atas dasar prinsip tersebut, Temasek didirikan pada 1974 untuk mengambil alih kepemilikan sekitar 35 perusahaan dan berbagai investasi milik pemerintah.

Pemerintah juga mendorong industrialisasi dan investasi, termasuk mengalihfungsikan galangan kapal militer Inggris serta bengkel elektronik menjadi perusahaan rintisan dan usaha komersial.

Dengan demikian, pemerintah tetap menjadi pemegang saham tanpa harus terlibat langsung dalam operasional bisnis sehari-hari.

Temasek juga ditetapkan sebagai entitas Fifth Schedule, yang memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi cadangan masa lalu Singapura (past reserves).

Kini, Temasek memiliki portofolio investasi yang terdiversifikasi melalui nilai mencapai S$518 miliar per 31 Maret 2026.

Dengan jaringan 13 kantor di sembilan negara, investasi Temasek tersebar di berbagai wilayah, sektor industri, tahap investasi, serta tingkat likuiditas aset.

Dana ini memungkinkan pemerintah Singapura membiayai berbagai kebutuhan sekaligus mempertahankan investasi jangka panjang, antara lain di sektor pendidikan, penelitian dan pengembangan (R&D), layanan kesehatan, serta peningkatan kualitas lingkungan fisik.

GIC didirikan atas gagasan Goh Keng Swee, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Ketua MAS.

Faktor penyebabnya adalah aktivitas yang terkait dengan keberadaan militer Inggris dan industri pendukungnya menyumbang sekitar seperlima kegiatan ekonomi negara tersebut.

Untuk mengantisipasi dampaknya, Singapura mempercepat pelatihan ulang tenaga kerja guna menyiapkan masyarakat menghadapi lapangan pekerjaan baru. yang mengakibatkan

Keputusan itu menjadi tantangan besar bagi perekonomian Singapura

Ia mengatakan penurunan peringkat dapat memicu kepanikan pasar dan menciptakan peluang untuk mengakuisisi saham Indonesia melalui harga lebih rendah.

Hal tersebut langsung direspons GIC dan Temasek yang membantah tudingan tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Keputusan investasi kami tidak didorong oleh klasifikasi indeks atau pandangan pasar dari atas ke bawah, melainkan oleh fundamental tingkat perusahaan dan aset,” tulis laman Singapura, The Strait Times dan juga The Business Times, merujuk seorang juru bicara GIC, Rabu (21/10/2026).

“Kami telah berinvestasi di Indonesia selama lebih dari 30 tahun di berbagai kelas aset dan akan terus berinvestasi di mana kami menemukan peluang yang baik, dari bawah ke atas, dan disesuaikan dengan risiko,” tambahnya.

Pihak Temasek Global Investments mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.

Perusahaan ini mengembangkan portofolio yang seimbang sebagai bagian dari strategi investasinya di pasar global.

Mengutip informasi dari laman resminya, pembentukan Temasek tidak terlepas dari perjalanan ekonomi Singapura setelah meraih kemerdekaan pada 1965.

Internasional Siapa GIC dan Temasek, Diduga Pengaruhi MSCI Turunkan “Kasta” RI?

Untuk mengelola dana, GIC menerapkan strategi diversifikasi melalui tiga kelompok aset utama, yakni ekuitas, pendapatan tetap, dan aset riil.

Berbagai langkah tersebut membantu Singapura mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 12% pada 1971, sekaligus menghindari potensi krisis ekonomi akibat penarikan pasukan Inggris.

Dalam proses transformasi tersebut, pemerintah Singapura kemudian menghadapi persoalan mengenai pengelolaan perusahaan dan aset komersial yang dimilikinya.

Pada 1972, Goh Keng Swee, yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pertama Singapura dan saat itu menjadi Menteri Pertahanan, mengkritik anggapan bahwa politisi dan birokrat dapat menjalankan fungsi kewirausahaan secara efektif.

Pandangan tersebut turut membentuk gagasan untuk memisahkan fungsi pemerintahan dari pengelolaan bisnis.

Sejak awal, GIC dirancang untuk mengelola kekayaan negara melalui orientasi jangka panjang, bukan semata-mata mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

Dalam menjalankan tugasnya, GIC berada di bawah mandat pemerintah Singapura yang diwakili Kementerian Keuangan.

Setelah mengubah sejumlah fasilitas militer dan pangkalan angkatan laut peninggalan Inggris menjadi aset komersial, pemerintah Singapura memiliki beragam perusahaan yang perlu dikelola secara profesional.

Portofolio ini mencakup investasi di pasar publik maupun privat, melalui eksposur terhadap faktor pertumbuhan, pendapatan, dan inflasi.

Β 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016083358-19-776695/video-msci-berpotensi-turunkan-status-ri-jadi-standalone-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776695?comscore=off”,”time”:85,”title”:”Video: MSCI Berpotensi Turunkan Status RI Jadi "Standalone Market"”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/msci-berpotensi-turunkan-status-ri-jadi-standalone-market-1792121448750_916.png”}]’); Next Article GIC & Temasek Buka Suara Soal Tuduhan Tekan MSCI Turunkan Status RI

Berdiri pada 1974, perusahaan ini awalnya dibentuk untuk mengambil alih dan mengelola berbagai aset serta perusahaan yang sebelumnya dimiliki pemerintah Singapura.

Berdiri sejak 1981, lembaga ini menjalankan mandat investasi jangka panjang melalui tujuan menjaga sekaligus meningkatkan daya beli internasional dari dana yang dipercayakan kepadanya.

GIC merupakan satu dari tiga entitas yang mengelola cadangan Singapura, bersama Monetary Authority of Singapore (MAS) dan Temasek.

Dalam pidato peringatan 40 tahun Temasek pada 2014, Presiden Singapura saat itu, Tony Tan Keng Yam, menegaskan bahwa pembentukan perusahaan tersebut didasarkan pada pemisahan antara peran pemerintah dan pengelolaan usaha komersial.

Pendirian Temasek memungkinkan pemerintah berkonsentrasi pada fungsi pembuatan kebijakan dan pengaturan, sementara pengelolaan perusahaan yang dimiliki negara diserahkan kepada entitas investasi tersendiri.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 778568, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261022124836-17-778568/siapa-gic-dan-temasek-diduga-pengaruhi-msci-turunkan-kasta-ri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); luc,  CNBC Indonesia 22 October 2026 13:00 Foto: Kolase logo Temasek dan GIC.

Reuters) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Nama dana kekayaan negara Singapura, GIC dan Temasek, tengah mengemuka di tengah ancaman penyedia indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan klasifikasi bursa Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.

Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melalui unggahan media sosial pada 20 Oktober lalu menyebut kedua investor tersebut memaksa MSCI untuk mempertimbangkan menurunkan peringkat Indonesia.

Bahkan, dikatakannya, jelas-jelas tidak benar.

“Tidak seorang pun dari Temasek, baik institusi maupun individu yang bekerja untuk institusi tersebut, pernah menghubungi MSCI untuk mempengaruhi keputusan apa pun yang mereka buat terkait pertukaran apa pun di wilayah ini,” kata kepala Asia Pasifik kecuali China dan India, Fock Wai Hoong, dimuat laman yang sama.

Baca: Goldman Sachs: RI Terancam Kehilangan Dana Rp100 Triliun Gegara MSCI

Sepak Terjang Temasek

Temasek merupakan perusahaan investasi global yang berkantor pusat di Singapura.

Tiga tahun kemudian, Inggris mengumumkan percepatan penarikan pasukan militernya dari negara tersebut, yang ditargetkan rampung pada 1971.

Status ini menegaskan perannya sebagai penjaga kekayaan negara sekaligus memperkuat prinsip pemisahan antara kewenangan pemerintah sebagai regulator dan posisinya sebagai pemilik perusahaan komersial.

Baca: GIC & Temasek Buka Suara Soal Tuduhan Tekan MSCI Turunkan Status RI

MengenalΒ GIC

GIC merupakan salah satu lembaga investasi utama Singapura yang bertugas mengelola sebagian besar aset keuangan pemerintah, terutama cadangan devisa negara.

Ketiganya memiliki peran dalam pengelolaan kekayaan negara, melalui hasil investasi yang turut memberikan manfaat bagi masyarakat Singapura.

Mengutip informasi dari laman resminya, salah satu kontribusi investasi tersebut disalurkan melalui Net Investment Returns Contribution (NIRC), yakni kontribusi dari hasil investasi yang digunakan untuk mendukung anggaran pemerintah.

Untuk tahun fiskal 2026, kontribusi NIRC diperkirakan mencapai S$28,5 miliar.

Analisis mendalam tentang Siapa GIC dan Temasek, Diduga Pengaruhi MSCI Turunkan “Kasta” RI? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *