BI Pangkas GWM, Bos-Bos Bank Kompak Buka Suara Soroti Likuiditas

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Pangkas GWM, Bos-Bos Bank Kompak Buka Suara Soroti Likuiditas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah sejak kejadian di pasar saham Jumat minggu lalu saat ini likuiditas perbankan menjadi sangat-sangat ketat,” ungkap Koko saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).

Di satu sisi, ia mengatakan industri perbankan syariah masih sangat berharap adanya langkah-langkah susulan dari para pengambil kebijakan untuk memperbaiki kondisi likuiditas dan juga agar gairah dunia usaha menjadi semakin baik.

“Karena saat ini kita memasuki Q4, akhir tahun 2026, kondisi normal saja biasanya teman-teman di industri perbankan berebut dana pihak ketiga (DPK), apalagi minggu kemarin terjadi goncangan signifikan di pasar,” ujar Koko yang merupakan Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk. yang mengakibatkan Ia menyinggung anjloknya pasar saham RI pekan lalu yang membuat likuiditas perbankan menjadi sangat kering.

“Dengan penurunan ini harapan kami semoga akan ada kelonggaran likuiditas di market,

Di sisi lain, dengan biaya dana mahal.”

Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) juga turut mengapresiasi kebijakan penurunan GWM tersebut. sedangkan Likuiditas tersedia

(BBCA) itu menyebut kebijakan yang diambil BI tersebut positif.

“[Likuiditas perbankan] masih sedikit ketat jadi langkah BI ini akan membantu,” ujar Hendra saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Wakil Ketua Umum Perbanas lainnya, Lani Darmawan.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat mendorong likuiditas pasar.

“Pertama kami menyambut baik kebijakan penurunan GWM oleh Bank Indonesia,” kata Hery saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).

Baca: Terungkap!

(BANK).

Tak terkecuali, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang turut mengapresiasi kebijakan penurunan GWM.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Oktober 2026.

GWM untuk bank konvensional menjadi 7% dari sebelumnya 9%, akan dilakukan bertahap mulai 1 November 2026.

Sementara itu, bank syariah dan unit usaha syariah turun dari 7,5% menjadi 5,5% melalui tahapan pertama turun menjadi 6,5% pada 1 November 2026 dan 5,5% pada 1 Desember 2026.

Para bankir meyakini keputusan ini akan memberikan dampak positif terhadap likuiditas industri perbankan.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Hery Gunardi mengatakan pihaknya menyambut baik kebijakan yang diambil oleh bank sentral RI itu.

Sekretaris Jenderal Asbisindo, Koko Tjatur Rachmadi mengatakan pihaknya mengapresiasi dan menyambut baik penurunan GWM bank syariah dari 7,5% menjadi 5,5%.

Dengan penurunan ini, Asbisindo berharap akan ada kelonggaran likuiditas di pasar.

(BBRI).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Perbanas, Hendra Lembong mengakui bahwa saat ini kondisi likuiditas pasar sedang sedikit kering.

Di sisi lain, mahal.

“Kami sambut baik,” kata Lani yang merupakan Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. sedangkan Menurutnya, likuiditas perbankan tersedia,

Ketua Umum Asbanda, Agus Haryoto Widodo menilai kebijakan itu memberikan ruang likuiditas yang lebih longgar bagi perbankan, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Bagi BPD, ruang tersebut penting untuk memperkuat pembiayaan ekonomi daerah, terutama UMKM, modal kerja pelaku usaha, serta sektor-sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja,” papar Agus saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, fleksibilitas likuiditas yang lebih baik juga berpotensi mendukung efisiensi pengelolaan dana dan daya saing suku bunga kredit.

Agus yang merupakan Direktur Utama Bank Jakarta itu berharap kebijakan ini dapat memperkuat peran BPD sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Ukuran keberhasilannya adalah semakin luasnya akses pembiayaan yang sehat dan semakin besarnya manfaat yang dirasakan dunia usaha serta masyarakat,” pungkas Agus.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261015132709-19-776472/video-bi-buka-suara-soal-efek-isu-global-ke-pelemahan-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776472?comscore=off”,”time”:84,”title”:”Video: BI Buka Suara Soal Efek Isu Global ke Pelemahan Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/15/bi-buka-suara-soal-efek-isu-global-ke-pelemahan-rupiah-1792045748483_169.png”}]’); Next Article BI Turunkan GWM Bank Konvensional Jadi 7%, Syariah 5,5%

Maka dari itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk.

Hal ini juga akan memperbaiki kondisi likuiditas perbankan yang tercermin dari rasio perbandingan pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR).

“Impact-nya, penyaluran kredit bank akan meningkat dan LDR akan lebih baik,” tutur Hery yang merupakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

(BNGA).

“Kami rasakan juga [kondisi likuiditas ketat].

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Perbankan menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM).

BI Pangkas GWM, Bos-Bos Bank Kompak Buka Suara Soroti Likuiditas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 778309, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261021163428-17-778309/bi-pangkas-gwm-bos-bos-bank-kompak-buka-suara-soroti-likuiditas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 21 October 2026 16:41 Foto: Logo Bank Indonesia (BI).

Alasan Destry Tahan BI Rate 5,75% di Oktober 2026

Ia menjelaskan penurunan tingkat GWM akan berdampak pada fungsi intermediasi perbankan.

Analisis mendalam tentang BI Pangkas GWM, Bos-Bos Bank Kompak Buka Suara Soroti Likuiditas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *