Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
GOTO menjadi saham paling ramai ditransaksikan melalui volume 9,56 miliar saham, dan antrean jualnya masih tersisa sekitar 1,2 miliar saham hingga penutupan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Secara keseluruhan, data BEI mencatat 691 saham melemah, 103 saham menguat, dan 169 saham stagnan.
ARB Dipangkas Jadi 7%
BEI dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memangkas batas ARB saham dari 15% menjadi 7% secara asimetris.
Berikutnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 6,84% ke Rp1.770, dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turun 6,91% ke Rp3.640.
20 Saham ARB melalui kapitalisasi pasar terbesar hari ini.
BEI akan mengevaluasi kembali kebijakan ini sesuai kondisi pasar.
Langkah ini diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57% pada Jumat (16/10/2026).
Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 777615, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261019174233-17-777615/batas-auto-reject-turun-351-saham-arb-hari-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 19 October 2026 18:01 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 351 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkunci di batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Senin (19/10/2026).
Seluruh sektor melemah, melalui koreksi terdalam di sektor bahan baku, konsumer non-primer, teknologi, dan keuangan.
Saham BBCA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), BYAN, TLKM, dan AMMN menjadi pemberat utama indeks.
Tekanan di pasar saham masih dipicu kabar MSCI yang mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori emerging market ke status standalone.
Ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI No.
Goldman Sachs memperkirakan potensi arus keluar dana pasif bisa mencapai US$5,6 miliar atau sekitar Rp100,8 triliun jika Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI.
Sepanjang 2026, investor asing tercatat telah membukukan jual bersih saham Indonesia sebesar US$4,88 miliar atau sekitar Rp87,84 triliun.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261013172042-19-775821/video-ihsg-jeblok-ke-bawah-6000-sentimen-ini-jadi-penekan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/775821?comscore=off”,”time”:501,”title”:”Video: IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Sentimen Ini Jadi Penekan!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/13/ihsg-jeblok-ke-bawah-6000-sentimen-ini-jadi-penekan-1791887027535_169.png”}]’); Next Article Pasar Saham Kebakaran, IHSG Anjlok Tembus 11%
Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.
Kebijakan tersebut berlaku mulai 19 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2026.
Namun, penurunan itu diharapkan berlangsung melalui mekanisme perdagangan yang baik dan berdasarkan informasi yang diterima seluruh investor secara simetris.
IHSG Pangkas Koreksi
IHSG ditutup melemah 188,49 poin atau 3,64% ke level 4.996,61 pada akhir perdagangan hari ini.
Indeks sempat jatuh hingga 5,36% ke level terendah 4.907,37, sebelum memangkas koreksi dan sempat kembali ke atas level psikologis 5.000.
Nilai transaksi tercatat Rp25,13 triliun melalui volume 34,07 miliar saham.
(Dok BEI) Foto: (Dok BEI)
Sejumlah saham besar lain juga menyentuh ARB.
Menurutnya, tekanan jual memang masih ada, tetapi kepanikan investor sudah mereda dibandingkan Jumat lalu.
“Sesi pertama ini itu cukup efektif untuk meredam kepanikan pasar,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).
Jeffrey menambahkan, penurunan pasar tetap bisa terjadi.
Di antaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Total kapitalisasi pasar 20 saham ARB terbesar mencapai sekitar Rp2.302 triliun, atau sekitar 72% dari kapitalisasi seluruh saham ARB hari ini.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga tertahan di batas bawah, yakni turun Rp1 ke Rp24 per saham.
Kejatuhan itu terjadi bersamaan melalui pengumuman MSCI yang membuka kemungkinan Indonesia dipindahkan ke klasifikasi standalone market.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai kebijakan tersebut cukup efektif meredam kepanikan pasar pada sesi pertama perdagangan hari ini.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ambles 6,86% ke Rp4.820 per saham melalui kapitalisasi pasar Rp588,24 triliun, tertinggi di antara saham ARB hari ini.
Di belakangnya ada PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang turun 6,95% ke Rp10.375, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terkoreksi 6,95% ke Rp3.480.
Hari ini adalah hari pertama berlakunya batas ARB baru sebesar 7%.
Berdasarkan data BEI yang diolah CNBC Indonesia, 351 saham tersebut setara melalui sekitar 36% dari 963 saham yang tercatat di bursa.
Total kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar Rp3.197 triliun.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Saham-saham berkapitalisasi jumbo ikut masuk daftar ARB.
Analisis mendalam tentang Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
