Petani di Jawa Tengah Temukan Emas 16 Kg di Sawah, Begini Nasibnya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Petani di Jawa Tengah Temukan Emas 16 Kg di Sawah, Begini Nasibnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Saat berkunjung ke Jawa, utusan dari Tiongkok takjub melihat kemewahan istana raja.

Erwin Kusuma dalam Uang Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya (2021) mencatat, masyarakat Jawa kuno lazim memanfaatkan emas dalam transaksi perdagangan bernilai besar, seperti jual-beli tanah.

Keterikatan masyarakat Jawa melalui emas turut menyita perhatian para penjelajah asing.

Berbagai catatan sejarah menunjukkan bahwa pada era Kerajaan Majapahit (1293-1527 M), para bangsawan kerap mengoleksi emas dalam jumlah masif.

Penggalian lanjutan kemudian dilakukan melalui disaksikan oleh para pejabat desa setempat.

Petani di Jawa Tengah Temukan Emas 16 Kg di Sawah, Begini Nasibnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 777091, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261017124536-17-777091/petani-di-jawa-tengah-temukan-emas-16-kg-di-sawah-begini-nasibnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 17 October 2026 16:00 Foto: Kekeringan lahan pertanian di Jonggol, Kab Bogor, Jawa Barat, Kamis, (27/8/2026).

Bahkan, para pengawal hingga anjing peliharaan istana mengenakan kalung dan gelang emas.

Meski menjadi pusat penggunaan emas, Pulau Jawa secara geologis tidak memiliki deposit tambang emas yang besar.

Sebagaimana dicatat dalam Nusantara dalam Catatan Tionghoa (2009), para penjelajah Tiongkok menyaksikan perabot berlapis emas bertaburan di sekeliling raja, bahkan peralatan makan kerajaan pun seluruhnya terbuat dari emas.

Penjelajah asal Portugis, TomΓ© Pires, dalam catatannya Suma Oriental (1513) turut mengagumi kekayaan raja-raja di Jawa.

Ia langsung berteriak histeris saat menyadari benda-benda tersebut terbuat dari emas murni.

“Emas, emas, emass!” teriak Suwarno kala itu.

Penemuan tersebut seketika menarik perhatian warga sekitar.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Β 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Perkiraan ini didasarkan pada ragam hias dan bentuk benda-benda yang ditemukan.

Perhiasan dan benda-benda emas milik bangsawan yang terdesak konflik atau bencana alam akhirnya terkubur di dalam tanah, menjadi harta karun terpendam selama berabad-abad hingga akhirnya tak sengaja ditemukan oleh Cipto Suwarno di Wonoboyo.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016111026-19-776772/video-timur-tengah-mencekam-harga-minyak-meroket-harga-emas-bangkit”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776772?comscore=off”,”time”:221,”title”:”Video: Timur Tengah Mencekam, Harga Minyak Meroket -Harga Emas Bangkit”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/timur-tengah-mencekam-harga-minyak-melonjak-harga-emas-perak-bangkit-1792124149348_169.png”}]’); Next Article Analis Buka-Bukaan Soal Prospek Saham ANTM, Target Segini!

Ia menyoroti kebiasaan putri Raja Daha yang kerap bepergian menggunakan kereta berlapis emas.

Sementara itu, arkeolog Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan (2012) menceritakan bagaimana emas menjadi komoditas paling diidamkan di era Majapahit, sebagaimana ditulis oleh Mpu Prapanca dalam Kakawin Nagarakretagama.

“Ia ingin sama melalui Mpu Winada yang bercita-cita mengumpulkan banyak uang dan emas,” tulis Prapanca, yang dikutip oleh Slamet Muljana.

Kegemaran mengoleksi emas tidak hanya berfungsi sebagai simbol estetika dan status sosial, tetapi juga instrumen transaksi ekonomi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat Jawa kuno mengimpor emas dari Pulau Sumatra-yang kala itu dijuluki sebagai Swarnadwipa atau ‘Pulau Emas’-serta mendatangkannya dari India.

Seiring berjalannya waktu, runtuhnya kerajaan-kerajaan kuno serta masuknya era kolonialisme mengubah struktur sosial dan ekonomi masyarakat.

Namun, setelah diangkat dan dibersihkan, benda itu ternyata merupakan guci keramik yang berisi perhiasan dan perlengkapan emas.

Cipto pun terkejut melihat apa yang ditemukannya.

Salah satu mangkuk emas, misalnya, memiliki relief pahatan yang menggambarkan kisah epik Ramayana, sementara pada koin emas ditemukan inskripsi bertuliskan “Saragi Diah Bunga”.

Masyarakat Jawa Kuno Gemar Mengoleksi Emas

Temuan Wonoboyo memberikan gambaran nyata mengenai penggunaan emas dalam kehidupan masyarakat Jawa kuno pada abad ke-9 dan ke-10, baik di kalangan elite istana maupun masyarakat umum.

Pada masa itu, emas dipandang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.

Berbagai perlengkapan kemewahan dilapisi emas, mulai dari kereta kencana hingga kipas.

Sebagaimana dipaparkan oleh Stuart Robson dalam Desawarna by Mpu Prapanca (1995), Kerajaan Daha yang sezaman melalui Majapahit juga memiliki tradisi serupa.

Jakarta, CNBC Indonesia – Niat memperbaiki aliran irigasi sawah justru membawa Cipto Suwarno, seorang petani asal Desa Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah, pada penemuan yang tak pernah dibayangkannya.

Saat itu, Cipto sama sekali tidak menyangka bahwa tanah yang digalinya menyimpan peninggalan bersejarah bernilai tinggi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Setelah beberapa hari melakukan penggalian, cangkul Cipto membentur benda keras di kedalaman sekitar 2,5 meter.

Agar air kembali mengalir lancar, ia memutuskan untuk menggali tanah.

Awalnya, ia mengira benda tersebut hanyalah batu biasa.

Ia mencatat bahwa raja Jawa tampil sangat megah dari ujung kepala hingga kaki menggunakan perhiasan emas.

Pada 17 Oktober 1990, ia menemukan sekumpulan benda berharga berbahan emas melalui berat total mencapai 16 kilogram.

Penemuan tersebut bermula ketika kondisi aliran air ke sawah Cipto terganggu akibat adanya proyek pembangunan di sekitar lahan pertaniannya.

Dari proses tersebut, dievakuasi berbagai benda berharga berbahan emas melalui berat keseluruhan mencapai 16 kilogram.

“Jika dirinci, barang temuan tersebut terdiri dari bokor gembung, 6 tutup bokor, 3 gayung, 1 baki, 97 gelang, 22 mangkuk, pipa rokok, guci besar, 2 guci kecil, 11 cincin, 7 piring, 8 subang, tas tangan, keris, manik-manik, dan uang logam,” tulis majalah Tempo dalam laporannya pada 3 November 1990.

Temuan monumental ini kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Harta Karun Wonoboyo dan tercatat sebagai salah satu penemuan arkeologi emas terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Para arkeolog memperkirakan seluruh harta tersebut berasal dari periode akhir abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10, tepatnya masa Kerajaan Mataram Kuno.

Analisis mendalam tentang Petani di Jawa Tengah Temukan Emas 16 Kg di Sawah, Begini Nasibnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *