IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$, Ini Penyebabnya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$, Ini Penyebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(VKTR).

Sementara saham-saham yang menjadi penopang tekanan IHSG antara lain, PT.

Dampak dari hal tersebut adalah indeks bergerak turun hingga menyentuh titik terendah hari ini di 5.193,22. akibat Dalam setengah jam berikutnya, tekanan jual bertambah

MSCI membuka kesempatan bagi pelaku pasar untuk memberikan tanggapan hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan akhir akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

“MSCI akan mengumumkan keputusan akhir pada akhir Juni 2027 dan mungkin memberikan pembaruan sementara mengenai tanggapan peserta pasar selama periode konsultasi,” tulis MSCI dalam pengumumannya, dikutip Jumat (16/10/2026).

MSCI menilai klasifikasi Indonesia sebagai pasar berkembang tidak lagi sesuai melalui kondisi pasar saat ini.

Apabila mendorong keluarnya dana asing dari pasar saham, kebutuhan terhadap dolar AS dapat meningkat dan menambah tekanan terhadap rupiah.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016091156-19-776709/video-isu-msci-ihsg-dibuka-anjlok-8-langsung-kena-trading-halt”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776709?comscore=off”,”time”:134,”title”:”Video: Isu MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% & Langsung Kena "Trading Halt"”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/isu-msci-ihsg-dibuka-anjlok-8-langsung-kena-trading-halt-1792116842195_169.png”}]’); Next Article Breaking!

Sementara itu, level tertinggi tercatat di 5.404,51, yang hanya sedikit di atas harga pembukaan.

Total volume perdagangan tercatat 61,6 juta lot, melalui nilai transaksi mencapai Rp1.730,3 miliar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: IHSG Dihentikan 30 Menit, Buka Lagi Pukul 09:28 WIB

Penyebab jatuhnya IHSG berasl dari sektor infrastruktur yang anjlok lebih dari 13,9%, disusul oleh sektor energi yang terjun 11%, dan sektor material dasar yang amblas 8,7%.

Adapun saham-saham pemberat IHSG hari ini antar lain, PT.

Penilaian tersebut didasarkan pada kekhawatiran mengenai tingkat investabilitas, transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta belum terlihatnya penegakan aturan yang memberikan dampak berarti.

Selama proses konsultasi, MSCI juga tetap membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia.

(BSWD).

Di sisi lain, Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan terakhir pekan ini.

Hingga pukul 09.30 WIB, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berada di level 5.203,19, turun 660,59 poin atau 11,27%.

IHSG sebelumnya dibuka di level 5.393,92 pada pukul 09.00 WIB atau melemah 8,01%.

Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (16/10/2026).
Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,33% ke posisi Rp17.980/US$ pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Hanya berselang dua menit, tepatnya pada pukul 09.02 WIB, pelemahan rupiah semakin dalam menjadi 0,45% hingga menyentuh Rp18.000/US$

Tekanan tersebut melanjutkan pergerakan pada Kamis (15/10/2026), ketika rupiah ditutup melemah 0,14% di level Rp17.920/US$ setelah sempat terperosok hingga Rp17.957/US$.

Sentimen pasar turut dipengaruhi rencana MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan final.

MSCI tidak akan menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), menambahkan saham baru ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index, maupun menaikkan saham ke segmen indeks yang lebih tinggi.

Kabar tersebut berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing terhadap aset domestik.

IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$, Ini Penyebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 776724, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261016092937-17-776724/ihsg-anjlok-11-rupiah-tembus-rp-18000-us–ini-penyebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 16 October 2026 09:33 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Analisis mendalam tentang IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$, Ini Penyebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *