IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kenaikan ini terutama didorong oleh lonjakan biaya transportasi, pakaian, layanan kesehatan, serta pendidikan, serta biaya perumahan.

Di sisi pangan, harga turun selama lima bulan berturut-turut.

Adapun level terendah hari ini berada di 5.906,74.

Baca: IHSG Ditutup Menguat 0,82% pada Akhir Sesi I

Aktivitas perdagangan sepanjang hari mencatat volume sekitar 259,48 juta lot melalui nilai transaksi Rp8.054,97 miliar atau sekitar Rp8,05 triliun.

Penguatan IHSG hari ini didorong oleh 291 saham menguat, meskipun 342 saham melemah, dan 330 saham tak bergerak.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara mengutip Refinitiv, sektor-sektor saham yang mendukung penguatan IHSG hari ini berasal dari sektor properti yang meroket 2,09%, disusul oleh sektor keuangan yang naik 0,7%, dan sektor konsumer non kritikal naik 0,4%.

Adapun saham-saham pengungkit IHSG hari ini antara lain, PT.

Setelah sempat tertekan ke kisaran 5.920 di awal perdagangan, bahkan indeks berbalik menguat dan mencapai level tertinggi harian di 6.009,96 menjelang pukul 10.30 WIB.

Namun, penguatan IHSG di level 6.000 tersebut tidak bertahan.

Dolar AS dan Yield Treasury Kompak Melemah

Indeks dolar AS (DXY) dan imbal hasil (yield) US Treasury kompak melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), seiring investor mencermati perkembangan pasar global dan menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS).

Indeks dolar AS turun 0,37% ke level 102,18, turun dari posisi tertinggi dalam 18 bulan.

Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021).

Namun, secara tahunan, inflasi inti melambat menjadi 2,4% dari 2,5%, terendah sejak Maret 2021.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261013172042-19-775821/video-ihsg-jeblok-ke-bawah-6000-sentimen-ini-jadi-penekan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/775821?comscore=off”,”time”:501,”title”:”Video: IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Sentimen Ini Jadi Penekan!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/13/ihsg-jeblok-ke-bawah-6000-sentimen-ini-jadi-penekan-1791887027535_169.png”}]’); Next Article IHSG Ditutup Menguat 0,82% pada Akhir Sesi I

Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun turun sekitar 2,3 basis poin menjadi 5,217%.

Pelemahan dolar dan yield obligasi dipengaruhi penurunan harga minyak serta meredanya tekanan jual di pasar obligasi.

IHSG terkoreksi secara bertahap dan sempat turun tajam di sekitar pukul 11.00 WIB, hingga bergerak di kisaran 5.940 hingga 5.960 pada sisa perdagangan.

(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Rabu (14/10/2026) di zona hijau.

Negara-negara pengimpor minyak melalui beban utang besar memiliki ruang fiskal terbatas untuk melindungi masyarakat dari dampak krisis.

3.

Meski demikian, proyeksi tersebut naik 0,1 poin persentase dibandingkan perkiraan dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April 2026.

Dalam WEO edisi Oktober 2026 yang dirilis Selasa (13/10/2026), IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global kembali meningkat menjadi 3,4% pada 2027.

Di sisi lain, inflasi global diperkirakan meningkat menjadi 4,7% pada 2026 sebelum melandai ke 4,1% pada 2027.

IMF juga memperingatkan negara-negara berkembang berpendapatan rendah menghadapi tekanan berat akibat lonjakan harga energi yang dipicu perang Iran.

Inflasi China

China akan mengumumkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode September 2026 pada hari ini, Rabu (14/10/2026).

Sebagai catatan, IHK China naik atau mengalami inflasi secara tahunan sebesar 0,8% pada Agustus 2026, dari 0,5% pada Juli yang merupakan level terendah dalam enam bulan.

(EMAS).

Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia diharapkan sedikit mereda pada hari ini.

Melemahnya indeks dolar dan imbal hasil US treasury menjadi kabar baik.

Namun, banyaknya data yang dirilis hari ini bisa membuat pasar keuangan bergerak labil.
Berikut beberapa penggerak sentimen hari ini:

1.

Peningkatan ini didorong oleh pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global yang terus mendorong perdagangan di Asia.

Sementara itu, impor China meningkat 28,2% menjadi US$282,36 miliar.

IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi Global

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,1% pada 2026, melambat dibandingkan realisasi pertumbuhan 3,5% pada 2025.

(GOTO).

Sementara saham-saham pemberat IHSG antara lain, PT.

Data ini sangat penting bagi Indonesia mengingat Tiongkok adalah mitra dagang terbesar buat Indonesia.

Jika impor China naik maka ada harapan peningkatan permintaan barang dari Indonesia.

Sebagai catatan, surplus perdagangan China melebar menjadi US$119,09 miliar pada Agustus 2026, naik dari US$101,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor China melonjak 25% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$401,44 miliar, setelah tumbuh hampir 24% pada Juli.

Secara bulanan, harga konsumen naik 0,4% pada Agustus 2026, melampaui perkiraan pasar sebesar 0,3% dan berbalik dari deflasi 0,1% pada Juli.

Pada hari yang sama, China juga akan mengumumkan data inflasi produsen untuk September 2026.

4.

Angka ini sedikit di bawah perkiraan pasar, tetapi lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 27,5% pada Juli.

5.

Inflasi Amerika Serikat

Dunia menunggu data penting dari AS pada hari ini Rabu (14/10/2026) yakni inflasi September 2026 Data ini menjadi salah satu pertimbangan bagi The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Faktor penyebabnya adalah dapat memengaruhi arus modal asing, nilai tukar rupiah, dan pasar obligasi domestik.

Melemahnya indeks dolar menandai investor tengah menjual instrumen berdemoninasi dolar AS sehingga ada pergerakan dana ke Emerging Markets seperti Indonesia.

2. yang mengakibatkan Meski demikian, kekhawatiran inflasi akibat tingginya harga energi dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih membayangi pasar.

Investor kini menantikan data inflasi AS yang dijadwalkan rilis Rabu (14/10/2026) untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Pergerakan dolar dan yield Treasury menjadi perhatian pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,

Inflasi inti, yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, meningkat menjadi 1,0% secara tahunan dari 0,9% pada Juli.

Jika inflasi naik maka The Fed diperkirakan akan segera kembali mengerek suku bunga.

Sebagai catatan, inflasi tahunan AS pada Agustus 2026 bertahan di 3,4%, sama seperti Juli dan sesuai perkiraan pasar.

Secara bulanan, inflasi AS naik 0,4%, tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 776180, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261014155514-17-776180/ihsg-ditutup-menguat-029-ke-level-5948’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 14 October 2026 16:05 Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Neraca dagang China

Pada hari ini, Rabu (14/10/2026), China juga akan mengumumkan data perdagangan September 2026.

IHSG ditutup di level 5.948,83, naik 22,85 poin atau 0,29%.

Penguatan IHSG sudah berlangsung sejak tadi pagi, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 5.940,68.

Kenaikan terutama dipicu harga bensin.

Sementara itu, inflasi inti (core CPI) naik 0,3% secara bulanan, lebih tinggi dari kenaikan 0,2% pada Juli dan perkiraan pasar.

Analisis mendalam tentang IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *