Bursa Asia Kompak Melemah, Kospi Ambles 3,29%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Asia Kompak Melemah, Kospi Ambles 3,29% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Selanjutnya, data inflasi AS periode September yang dirilis pada pekan ini berpotensi memengaruhi pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury.

Perhatian terhadap data inflasi meningkat setelah imbal hasil US Treasury baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.

Selain itu, perusahaan asuransi kesehatan UnitedHealth yang merupakan anggota indeks Dow Jones juga akan menyampaikan hasil kinerjanya.

Laporan keuangan awal tersebut diperkirakan menjadi salah satu penentu arah musim laporan keuangan kuartal ini, di tengah ekspektasi pasar yang tinggi.

Pelemahan tersebut terjadi saat investor bersiap mencermati laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat (AS) serta sejumlah data ekonomi penting pekan ini.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,20%, sementara indeks Topix bergerak datar.

Bursa Asia Kompak Melemah, Kospi Ambles 3,29% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 775594, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261013085556-17-775594/bursa-asia-kompak-melemah-kospi-ambles-329’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 13 October 2026 08:57 Foto: Infografis/ Seberapa Murah IHSG Vs Bursa Saham di Asia Pasifik?/ Ilham //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), melalui penurunan terdalam terjadi di Korea Selatan.

Ketiganya adalah perbankan untuk mengukur kesehatan konsumen dan dunia usaha, perusahaan teknologi besar untuk melihat monetisasi kecerdasan buatan (AI), serta sektor energi untuk menilai keberlanjutan keuntungan yang ditopang harga minyak.

Menurut Saglimbene, investor juga akan memantau kondisi konsumen dan perusahaan di tengah suku bunga yang lebih tinggi, biaya yang meningkat, serta kekhawatiran terhadap prospek ekonomi makro.

Faktor-faktor tersebut diperkirakan menjadi perhatian lintas sektor sepanjang musim laporan keuangan berlangsung.

Dari sisi ekonomi, investor pada Selasa juga akan mencermati data penjualan rumah eksisting di AS serta pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve, yakni Christopher Waller, Tom Barkin, dan Susan Collins.

Indeks Dow Jones ditutup menguat lebih dari 195 poin, sedangkan tekanan pada saham-saham memori mendorong indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 berakhir di zona negatif.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261009115048-19-774709/video-pelaku-pasar-tanggapi-volatilitas-rupiah–reshuffle-kabinet”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/774709?comscore=off”,”time”:400,”title”:”Video: Pelaku Pasar Tanggapi Volatilitas Rupiah – Reshuffle Kabinet”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/09/pandangan-bos-mi-soal-volatilitas-rupiah-reshuffle-kabinet-prabowo-1791523160990_169.png”}]’); Next Article Investor Lirik Obligasi AS, Ramai-ramai Kabur dari Bursa Asia

Di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 3,29% pada pembukaan perdagangan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 2,49%.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 melemah 0,33%.

Berdasarkan data FactSet, analis rata-rata memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh hampir 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Strategi Pasar Ameriprise Anthony Saglimbene mengatakan terdapat tiga kelompok industri yang kemungkinan akan memengaruhi cara investor menilai musim laporan keuangan kali ini.

Faktor penyebabnya adalah libur Indigenous Peoples’ Day.

Di Wall Street, perdagangan pada Senin berakhir bervariasi. yang mengakibatkan Pasar obligasi AS sendiri ditutup pada Senin waktu setempat

Pergerakan bursa Asia terjadi menjelang rilis laporan keuangan sejumlah bank besar AS yang berpotensi memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi dan memengaruhi sentimen pasar global.

Baca: 3 Ancaman Besar Kepung RI: Perang Memanas, Minyak Membara-Dolar Ngamuk

JPMorgan, Goldman Sachs, Citigroup, dan Wells Fargo dijadwalkan merilis laporan keuangan sebelum pembukaan pasar AS pada Selasa waktu setempat.

Analisis mendalam tentang Bursa Asia Kompak Melemah, Kospi Ambles 3,29% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *