Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah dianggap melanggar peraturan tentang valuta asing.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Akibat seluruh pewaris tinggal di luar negeri dan tidak ada pembelaan, maka pengadilan Semarang memutus OTHC bersalah. yang mengakibatkan Pemanggilan ini untuk mengadili mereka di sidang ekonomi
Tepat pada 10 Juli 1961, barang-barang bukti yang tersangkut peristiwa dirampas dan disita negara.
Penyitaan yang terjadi dalam waktu sehari itu termasuk juga harta warisan Oei Tiong Ham.
Setelah sang pendiri meninggal dunia, berbagai persoalan hukum dan sengketa aset mulai membayangi perusahaan.
Bahkan, keturunan Oei Tiong Ham pun gaungnya tidak lagi terdengar, hanya tinggal sejarah.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261009125645-19-774724/video-respons-cepat-bi-jaga-rupiah-pastikan-volatilitas-terjaga”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/774724?comscore=off”,”time”:380,”title”:”Video: Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/09/respons-cepat-bi-jaga-rupiah-gubernur-destry-pastikan-volatilitas-terjaga-1791526049301_169.png”}]’); Next Article Raja Gula Dunia dari RI, Bisnis Runtuh dalam Semalam
Jika harga beras Rp 10.850/kg, diperkirakan harta kekayaannya senilai Rp 43,4 triliun.
Namun, setelah Oei Tiong Ham meninggal, berbagai masalah mulai mendera perusahaan hingga akhirnya mengalami keruntuhan.
Pengadilan Belanda mengharuskan pemerintah mengembalikan dana depositonya.
Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik (2003).
Tak lama berselang, setelah tuntutan itu, pada 1961 tiba-tiba pengadilan Semarang memanggil para pemilik saham Kian Gwan, yang merupakan roda penggerak utama konglomerasi OTHC.
CNBC Insight Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 774923, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261010105715-17-774923/bisnis-raja-gula-dunia-dari-semarang-ini-hancur-dalam-semalam’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 10 October 2026 13:45 Foto: Oei Tiong Ham.
Perusahaan tersebut berkembang pesat hingga mampu menyaingi perusahaan-perusahaan asal Barat yang sebelumnya mendominasi industri gula.
Sayangnya, kejayaan bisnis tersebut tidak bertahan selamanya.
Hasil penyitaan inilah yang menjadi aset untuk modal pendirian BUMN tebu bernama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 1964.
Setelah pengambilalihan oleh negara itulah, jejak bisnis konglomerasi besar OTHC selama puluhan tahun di zaman kolonial hilang begitu saja.
OTHC memiliki empat anak perusahaan sektor gula yang terletak di India, Singapura hingga London.
Lewat besarnya gurita bisnis, tulis Onghokham di Konglomerat Oei Tiong Ham (1992), OTHC berhasil mengekspor gula sebanyak 200 ribu ton hingga mengalahkan perusahaan Barat dalam kurun 1911-1912.
Sebagai catatan, uang 1 gulden pada 1925 bisa membeli 20 kg beras.
Dengan kata lain, seluruh aset OTHC dan keluarga Oei disita.
Tapi kejayaan yang dibangun selama puluhan tahun tersebut akhirnya runtuh setelah seluruh aset perusahaan di Indonesia disita negara.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Hanya 4 Negara Siap Hadapi Bank Gagal, Indonesia Termasuk?
Faktor penyebabnya adalah pemerintah Indonesia ingin memakai uang itu untuk membangun pabrik gula. yang mengakibatkan Cerita bermula saat para pewaris OTHC mengajukan tuntutan ke pengadilan Belanda untuk menuntut Bank Indonesia cabang Amsterdam.
Mereka ingin meminta kembali uang deposito jutaan gulden yang disimpan ke De Javasche Bank (cikal bakal Bank Indonesia) sebelum Perang Dunia II atau tahun 1942.
Tujuan permintaan ini
Pemerintah pun manut, tetapi pihak keluarga menganggap ini adalah awal dari malapetaka kerajaan bisnis OTHC.
“Pengembalian inilah yang menurut Oei Tjong Tay (putra Oei Tiong Ham) mendorong pemerintah mencari-cari alasan untuk menyita seluruh aset OTHC di Indonesia,” tulis Benny G.
Kisah ini bermula dari Oei Tiong Ham Concern (OTHC), konglomerasi bisnis yang pernah menjadi kekuatan besar dalam perdagangan gula pada masa Hindia Belanda.
Bahkan, di waktu bersamaan, OTHC sukses menguasai 60% pasar gula di Hindia Belanda.
Berkat besarnya bisnis itu, tak heran kalau Oei Tiong Ham memiliki kekayaan 200 juta gulden.
Wikipedia) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Siapa sangka, salah satu kerajaan bisnis gula terbesar di dunia pernah lahir dari Semarang, Jawa Tengah.
Perusahaan milik pengusaha Oei Tiong Ham ini bahkan mampu menguasai pasar gula internasional dan menghasilkan kekayaan fantastis.
Puncaknya terjadi pada 1961, ketika keputusan pengadilan di Semarang mengakhiri penguasaan keluarga Oei atas aset bisnisnya di Indonesia.
OTHC didirikan oleh pengusaha Tionghoa kelahiran Semarang, Oei Tiong Ham pada 1893.
Bagi para pewaris, pemerintah tidak berhak menggunakan uang warisan dari perusahaan.
Singkat cerita, tuntutan itu lantas dimenangkan oleh para pewaris.
Analisis mendalam tentang Bisnis Raja Gula Dunia dari Semarang Ini Hancur dalam Semalam akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
