Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah para investor yang telah berinvestasi di negara berkembang akan kembali menarik dananya untuk diinvestasikan di negara asalnya.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Tingginya inflasi global juga membuat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya suku bunga obligasi, menyebabkan adanya capital flight to quality.
“Jadi ada penguatan dolar, ada kenaikan bond yield, tentu ini menyebabkan terjadinya capital flight to quality. yang mengakibatkan
Lebih lanjut, Ketika suku bunga acuan negara maju mulai meninggi, diikuti oleh inflasi global yang meninggi, membuat negara berkembang cenderung tidak diuntungkan
Mulai dari faktor geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga minyak, inflasi meninggi, dan defisit fiscal yang melebar,”Β kata Destry dalam program Central Banking CNBC Indonesia, dikutip Jumat (9/10/2026).
Destry melanjutkan, efek dari meningginya harga minyak global, membuat tingkat inflasi juga makin meninggi, diikuti melalui ekonomi yang relatif tidak terlalu bergerak banyak.
Itu dampak langsung, yang paling terasa di pasar keuangan kita,” jelas Destry.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261001103457-19-772413/video-contek-ringgit-sgd-ini-pr-indonesia-perkuat-daya-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/772413?comscore=off”,”time”:428,”title”:”Video: Contek Ringgit & SGD, Ini PR Indonesia Perkuat Daya Rupiah!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/01/contek-ringgit-sgd-ini-pr-indonesia-perkuat-daya-tahan-rupiah-1790825989043_169.png”}]’); Next Article Rupiah Makin Terseok-seok, Cerita Dolar Balik Rp16.000 Mustahil
Alhasil, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) terpaksa menaikkan suku bunga acuannya untuk meredam kenaikan yield obligasi pemerintah dan inflasi.
Baca: BI Tak Ikut The Fed Naikkan Bunga, Asing Malah Masuk US$8 Miliar!
Investor asing mencari aset-aset yang sekiranya relatif aman, termasuk dolar AS.
Jadi kita mulai melihat banyak capital outflow dari negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia.
Dampak dari hal tersebut adalah kita lihat defisit fiskal di AS itu nyaris 6%. akibat Kemudian ketidakpastian menyebabkan mereka juga spending di fiskalnya besar sekali,
Karena ketidakpastiannya sampai sekarang kan masih tinggi sekali.
Alhasil, inflasi berpotensi melebih target yang ditetapkan.
“Contoh di Amerika Serikat (AS), mereka itu concern melalui inflasi ya.
Sementara di negara maju targetnya 3%, sekarang sudah 4,6%.
Karena targetnya sekitar 2%, sekarang sudah di atas 3%.
Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 774807, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261009152229-17-774807/dunia-masuki-era-higher-for-longer-bi-siapkan-napas-panjang’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia 09 October 2026 17:45 Foto: Profil Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Faktor penyebabnya adalah ketidakpastian kondisi global yang masih tinggi, berasal dari inflasi global yang tinggi, pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang makin naik, dan sikap bank sentral negara maju yang mulai ‘hawkish’.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Ini Cara BI Sentil Bank yang Kebanyakan Parkir Dana di SBN-SRBI
“Salah satu sekarang tantangan yang paling besar itu adalah kondisi global. yang mengakibatkan (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan dunia saat ini tengah menghadapi fenomena ‘higher for longer’ atau suku bunga tinggiΒ dalam waktu lama, yang tidak menguntungkan bagi ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia.
Destry menjelaskan tren suku bunga tinggi terjadi
Itu artinya dia issue bonds lebih banyak dibanding dalam kondisi yang normal,” terang Destry.
Ketika pemerintah AS mulai banyak menerbitkan obligasi, maka akan berimbas kepada kenaikan imbal hasil (yield).
Dengan makin banyaknya pasokan obligasi, akan mendorong kenaikan yield, membuat suku bunga di AS makin tinggi.
Analisis mendalam tentang Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
