Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Jual Tol Jogja-Solo, ADHI Alihkan Rp378 M Dana Rights Issue yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Transaksi ini masih menunggu sejumlah persyaratan, antara lain konfirmasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta restu RUPS ADHI.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan menaksir nilai pasar saham tersebut sebesar Rp1,74 triliun per 30 Juni 2026.
Dana inilah yang kini diusulkan dialihkan menjadi modal kerja perseroan.
ADHI menyebut perubahan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Program Penataan BUMN dan/atau Anak Usaha BUMN.
Keputusan ini diambil setelah perusahaan berencana melepas seluruh saham di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) senilai Rp1,77 triliun.
Kedua rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat, 13 November 2026, di ADHI Tower, Jakarta Timur.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: IHSG Sesi I Dibuka Menguat Tipis 0,13% ke Level 6.154
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan Rabu (7/10/2026), ADHI akan menjual 1.714.808 saham atau 47,18% kepemilikannya di JMJ kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI melalui nilai transaksi Rp1.765.816.000.000.
Pemegang saham JMJ yang tersisa adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui porsi 52,82%.
Manajemen menyebut dana hasil divestasi akan digunakan untuk membayar utang berbunga, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta kebutuhan usaha lainnya.
Langkah ini juga ditujukan untuk membatasi kebutuhan setoran modal tambahan ke JMJ, yang diproyeksikan masih merugi pada tahap awal operasional tol.
Sisa Dana Rights Issue Rp378,69 Miliar Dialihkan
Sejalan melalui rencana keluar dari JMJ, ADHI juga mengusulkan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II yang digelar pada Oktober 2022.
Rights issue tersebut menghimpun dana bersih Rp2,65 triliun, terdiri atas Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022 sebesar Rp1,98 triliun dan dana dari masyarakat Rp675,5 miliar.
Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana per 30 Juni 2026, masih tersisa dana sebesar Rp378,69 miliar.
JMJ merupakan pemegang konsesi Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.
Kedua pihak telah meneken Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) pada 30 September 2026, melalui target penyelesaian paling lambat 30 November 2026.
Penggunaannya direncanakan setelah RUPSLB hingga kuartal IV-2026.
Menurut manajemen, tambahan modal kerja ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek, mempercepat siklus konversi kas dari progres pekerjaan menjadi tagihan dan penerimaan, serta menjadi bantalan likuiditas saat terjadi jeda antara pengeluaran dan penerimaan kas.
“Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Perubahan Penggunaan Dana tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan Perseroan,” tulis manajemen ADHI dalam keterbukaan informasi.
ADHI menegaskan tidak terdapat transaksi melalui pihak berafiliasi dalam penggunaan dana tersebut, dan belum ada perjanjian yang diteken terkait penggunaan modal kerja.
Pengumuman RUPSLB telah disampaikan pada 7 Oktober 2026, sedangkan pemanggilan dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Dampak dari hal tersebut adalah tidak lagi melakukan penyetoran modal ke entitas investasi.
Dalam usulan baru, alokasi setoran modal ke JMJ dipangkas menjadi Rp1,68 triliun, dari sebelumnya Rp2 triliun berdasarkan hasil RUPS 30 April 2025. akibat Perseroan akan melakukan streamlining secara bertahap dan memfokuskan diri pada bisnis inti,
Setoran ke PT Jalintim Adhi Abipraya turun menjadi Rp54,32 miliar dari Rp70 miliar, sedangkan alokasi investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol menyusut tajam menjadi Rp2,69 miliar dari Rp41,5 miliar.
Sisanya sebesar Rp378,69 miliar dialokasikan untuk modal kerja, khususnya penyelesaian proyek carry over.
Dengan demikian, harga jual ke SMI berada 1,75% di atas nilai pasar dan dinilai wajar oleh penilai independen.
Setelah transaksi rampung, ADHI tidak lagi memiliki saham di JMJ.
Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026.
Untuk agenda perubahan penggunaan dana, RUPSLB sah apabila dihadiri lebih dari separuh saham melalui hak suara yang sah, dan keputusan sah jika disetujui lebih dari separuh saham yang hadir.
Adapun per 23 Juli 2026, saham ADHI dikuasai PT Danantara Asset Management sebesar 63,689%, Badan Pengatur BUMN 0,643%, dan masyarakat 35,668%.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261007135445-19-774087/ftse-russell-pertahankan-pasar-modal-ri-di-secondary-emerging-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/774087?comscore=off”,”time”:94,”title”:”FTSE Russell, Pertahankan Pasar Modal RI di Secondary Emerging Market”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/07/ftse-russell-pertahankan-status-pasar-modal-ri-di-secondary-emerging-market-1791357428601_169.png”}]’); Next Article ADHI Lepas Seluruh Saham Tol Jogja-Solo ke SMI Senilai Rp1,77 T
Jual Tol Jogja-Solo, ADHI Alihkan Rp378 M Dana Rights Issue Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 774305, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261008091837-17-774305/jual-tol-jogja-solo-adhi-alihkan-rp378-m-dana-rights-issue’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 08 October 2026 10:10 Foto: Dok Adhi Karya //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan mengalihkan sisa dana hasil rights issue yang semula disiapkan untuk setoran modal ke anak usaha menjadi modal kerja.
Pada prospektus awal, alokasi untuk JMJ tercatat Rp1,75 triliun.
Alokasi untuk PT Jasamarga Jogja Bawen juga disesuaikan menjadi Rp532,19 miliar dari Rp535 miliar.
Dana akan dipakai untuk pembelian material dan bahan konstruksi, pembayaran tenaga kerja dan subkontraktor, mobilisasi peralatan, hingga proyek selesai dan dapat ditagihkan.
Analisis mendalam tentang Jual Tol Jogja-Solo, ADHI Alihkan Rp378 M Dana Rights Issue akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
