BI Jor-Joran Jaga Likuiditas, Beli SBN Hampir Rp300 T

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Jor-Joran Jaga Likuiditas, Beli SBN Hampir Rp300 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kemarin ditutup di 5,71, di bawah 5,75,” kata Erwin.

Sinergi melalui KSSK

Pengelolaan likuiditas juga tidak dilakukan BI secara terpisah.

Pertama, sebagai instrumen moneter untuk mengelola likuiditas.

Dampak dari hal tersebut adalah in total ekspansi likuiditas Bank Indonesia, kalau kalian bisa perhatikan itu di atas Rp800 triliun.”

BI Beli SBN Hampir Rp300 Triliun

Langkah berikutnya dilakukan melalui pembelian Surat Berharga Negara atau SBN.
BI melakukan pembelian SBN baik di pasar primer maupun pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menambah likuiditas.

Erwin menyebut total pembelian SBN yang dilakukan BI telah berada di atas Rp250 triliun.

“Totalnya hampir Rp300 triliun kita melakukan pembelian SBN sebagai bagian dari ekspansi likuiditas,” ujarnya.

Pembelian SBN tersebut menjadi salah satu instrumen pumping liquidity atau penyediaan tambahan likuiditas ke pasar.

Dengan membeli SBN, BI memasok likuiditas ke sistem keuangan, sekaligus membantu memastikan pasar surat berharga tetap berfungsi secara baik.

Di sisi lain, Erwin juga melihat spread antara SBN dengan US Treasury 10 tahun masih terjaga di 186, sehingga masih mampu menarik aliran modal asing masuk ke dalam negeri.

“Nah, dan kalau kita lihat bagaimana impact-nya terhadap aliran modal, aliran modal kita so far masih cukup bagus. akibat Dan kalau kita lihat dari sisi komposisi sekarang, efek swap itu lebih dominan,

Dalam lelang terakhir yang dilakukan BI, yield SRBI telah berada di level 6,76%.

“Sudah hampir 100 basis point kita kalibrasi,” ujarnya.

Sementara dari sisi volume, penerbitan SRBI sebelumnya pernah mencapai sekitar Rp1.050 triliun.

Kita buka setiap hari,” tutur Erwin.

Selain repo, BI juga melakukan operasi melalui transaksi swap sebagai bagian dari operasi moneter ekspansi.

Jika sebelumnya transaksi repo yang tersedia umumnya berjangka sekitar satu minggu, kini BI menyediakan repo melalui tenor hingga 12 bulan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BI untuk memastikan perbankan memiliki akses terhadap likuiditas ketika dibutuhkan.

“Selama perbankan butuh likuiditas, Bank Indonesia ready membuka akses likuiditas setiap hari dengan tenor mulai dari satu minggu sampai dengan 12 bulan,” ujar Erwin.

BI membuka akses tersebut setiap hari.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), BI terus berkoordinasi melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan untuk memonitor perkembangan likuiditas.

Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi likuiditas di sistem keuangan tetap berada pada tingkat yang memadai.

“Selain itu, tentu sebagai bagian dari KSSK, kami terus melakukan koordinasi, khususnya dengan OJK dan Kementerian Keuangan, di dalam memonitor perkembangan likuiditas untuk memastikan agar likuiditas tetap berada pada jumlah yang cukup,” imbuh Erwin.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260923144603-19-770243/video-bi-putuskan-tahan-suku-bunga-acuan-575-di-rdg-september-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/770243?comscore=off”,”time”:555,”title”:”Video: BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/23/bi-putuskan-tahan-suku-bunga-acuan-di-575-1790150086701_169.png”}]’); Next Article Destry Ungkap BI Borong SBN Rp195,25 T hingga Akhir Juli 2026

Dari lima hari operasi dalam sepekan, dua hari diperuntukkan bagi dealer utama atau primary dealer, sementara tiga hari lainnya dapat diakses oleh seluruh bank.

Dengan demikian, perbankan memiliki ruang yang lebih luas untuk memperoleh likuiditas sesuai melalui kebutuhan dan jangka waktu yang diperlukan.

Baca: DBS Ungkap Alasan Emas Selalu Menarik untuk Investasi

Repo dan Swap

Langkah kedua dalam menjaga kecukupan likuiditas adalah dengan memperpanjang tenor repo mulai dari satu minggu sampai dengan 12 bulan.

“Dan ini bagian dari komitmen Bank Indonesia.

Namun, secara keseluruhan, BI menilai pergerakannya masih terkendali.

“Alhamdulillah, pergerakan indONIA sekarang tidak jauh-jauh dari policy rate.

Dalam posisi terakhir yang disampaikan, suku bunga berada di sekitar 5,71%, atau sedikit di bawah suku bunga BI Rate 5,75%.

Pergerakan tersebut dapat mengalami fluktuasi ketika terdapat kebutuhan likuiditas tertentu, misalnya berkaitan melalui settlement penerbitan SBN atau kebutuhan penarikan dana.

BI Jor-Joran Jaga Likuiditas, Beli SBN Hampir Rp300 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 772198, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260930152412-17-772198/bi-jor-joran-jaga-likuiditas-beli-sbn-hampir-rp300-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 30 September 2026 17:20 Foto: Kepala Departemen Pengelolaan Moneter & Aset Sekuritas Erwin Gunawan Hutapea.

(CNBC Indonesia/Arrijal Rachman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat operasi moneter untuk memastikan kecukupan likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga.

Ketiga, untuk mendukung pendalaman pasar keuangan.

Karena SRBI juga menjadi bagian dari portofolio investasi, investor asing yang masuk ke instrumen tersebut dapat memanfaatkan skema insentif yang diberikan BI.
Dengan adanya insentif tersebut, penurunan yield SRBI tidak serta-merta menghilangkan daya tarik instrumen tersebut bagi investor global.

“Jadi melalui hitung-hitungan insentif, meskipun 6,76 itu masih cukup menarik secara spread kalau dibandingkan dengan pilihan investasi mereka secara global,” kata Erwin.

Operasi Moneter Ekspansi

Selain mengkalibrasi SRBI, BI juga menjalankan operasi moneter ekspansi untuk menambah likuiditas ke sistem perbankan.

Salah satu instrumen yang digunakan adalah repo atau transaksi repurchase agreement.

BI bahkan memperpanjang tenor repo.

Di SBN secara year to date, apalagi kalau kita lihat kuartal tiga, kita masih ada inflow Rp20,51 triliun,” ucapnya.

Baca: Pemusatan Belanja Negara dan Likuiditas Perbankan di Daerah

Menjaga indONIA Tetap Dekat melalui BI Rate

Pengelolaan likuiditas BI tidak hanya ditujukan untuk memastikan jumlah likuiditas yang tersedia, tetapi juga menjaga agar suku bunga pasar uang antar bank (indoNIA) bergerak stabil di sekitar suku bunga kebijakan.

Erwin mengatakan pergerakan indONIA saat ini masih relatif dekat dengan level tersebut.

As long as perbankan butuh likuiditas, Bank Indonesia ready membuka akses likuiditas setiap hari melalui tenor mulai dari satu minggu sampai dengan 12 bulan.

Dalam komposisi operasi saat ini, transaksi swap disebut menjadi salah satu instrumen yang dominan.

Secara keseluruhan, ekspansi likuiditas yang dilakukan BI melalui berbagai operasi tersebut telah berada di atas Rp800 triliun.

“Kemudian kita juga operasi lewat efek swap sebagai bagian dari upaya kita untuk ekspansi likuiditas.

Posisi terakhir yang disebutkan BI berada di sekitar Rp1.028 triliun.

BI masih akan melanjutkan proses kalibrasi tersebut hingga akhir tahun sebagai bagian dari upaya menjaga kecukupan likuiditas di sistem keuangan.

Erwin menjelaskan, SRBI memiliki beberapa fungsi sekaligus.

Langkah ini dilakukan di tengah dinamika pasar yang sempat diwarnai ketatnya likuiditas dan pergerakan suku bunga pasar uang.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, kecukupan likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran fungsi intermediasi perbankan.

Dampak dari hal tersebut adalah pertumbuhan ekonomi sesuai dengan harapan bisa terjaga.

Dalam praktiknya, BI menggunakan sejumlah instrumen untuk mengelola likuiditas, mulai dari melakukan kalibrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), menyediakan operasi moneter ekspansi melalui repo, melakukan transaksi swap, hingga membeli Surat Berharga Negara (SBN).

Baca: BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

Penyesuaian SRBI

Salah satu langkah yang dilakukan BI adalah melakukan kalibrasi secara bertahap atau gradual terhadap SRBI, baik dari sisi imbal hasil maupun volume likuiditas yang dikelola melalui instrumen tersebut.

Dari sisi yield, SRBI sebelumnya sempat berada di level 7,74%. akibat Likuiditas dibutuhkan perbankan untuk menjalankan berbagai transaksi sekaligus menyalurkan pembiayaan kepada perekonomian.

“Likuiditas ini seperti darah di dalam kegiatan perbankan dan juga kegiatan ekonomi,” ujar ErwinΒ dalam paparan kepada media, Rabu (30/9/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Menurutnya, BI perlu memastikan likuiditas tersedia dalam jumlah yang memadai agar seluruh kegiatan ekonomi bisa terfasilitasi dengan baik,

Kedua, sebagai instrumen untuk menarik aliran modal asing atau inflow.

Analisis mendalam tentang BI Jor-Joran Jaga Likuiditas, Beli SBN Hampir Rp300 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *