Terungkap! Ini Biang Kerok Penyebab Dolar Tembus Rp18.000 Hari Ini

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Terungkap! Ini Biang Kerok Penyebab Dolar Tembus Rp18.000 Hari Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Rupiah mengawali perdagangan melalui penurunan tipis 0,03% di level Rp17.970/US$.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Kepala Ekonom BCA David Sumual menjelaskan, tekanan kurs yang terjadi hari ini lebih disebabkan kekhawatiran pelaku pasar keuangan terhadap tren suku bunga acuan global yang akan tinggi ke depan, khususnya suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Baca: DPR Minta Pemerintah dan BI Kendalikan Rupiah!

Faktor penyebabnya adalah tingginya permintaan impor domestik.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260917104902-19-768650/video-harga-minyak-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768650?comscore=off”,”time”:566,”title”:”Video: Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/17/perang-bikin-harga-minyak-naik-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik-1789618531050_169.png”}]’); Next Article Rupiah Menguat Tajam, Tapi Bank Ini Masih Jual Dolar di Rp18.415 yang mengakibatkan Adapun, angka ini meningkat tajam sekitar 3,5 kali lipat dibandingkan kuartal I-2026 yang berada di level US$ 3,6 miliar atau 1% dari PDB.

Diketahui, lonjakan defisit dipicu oleh kenaikan impor migas akibat naiknya harga minyak dunia, serta surplus neraca perdagangan non-migas yang lebih rendah

Negara melalui current account deficit, cenderung currency-nya akan rentan,” katanya.

Menurut Destry, transaksi berjalan akan terbantu jika ada arus masuk modal yang kuat yang sifatnya permanen atau jangka panjang.

Faktor penyebabnya adalah masih ada ekspektasi The Fed masih akan menaikkan sekali lagi suku bunganya di akhir tahun,” kata David kepada CNBC Indonesia, Selasa (29/9/2026).

Dalam jangka pendek, David menganggap, level Rp18.000/US$ masih akan terus terjadi. yang mengakibatkan DXY melanjutkan kenaikan sebesar 0,22% pada perdagangan sebelumnya.

“Indeks dolar menguat

“Indonesia ini negara berkembang, kita selalu menghadapi current account deficit, kecuali pada Covid, dimana pada saat itu economic activitynya melemah.

Posisi negatif ini ternyata memberikan kerentanan kepada nilai tukar rupiah.

Baca: IHSG Ambruk 2%-Dolar AS ke Rp18.000, Menko Airlangga Buka Suara!

Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,01% ke posisi 101,209.

Kondisi ini, lanjut Destry, menjadi tantangan bagi Indonesia.

RI mencatat defisit neraca transaksi berjalan atau CAD sebesar US$ 12,5 miliar pada kuartal II-2026 atau 3,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ini Biang Kerok Penyebab Dolar Tembus Rp18.000 Hari Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771692, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260929104614-17-771692/terungkap-ini-biang-kerok-penyebab-dolar-tembus-rp18000-hari-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia 29 September 2026 10:48 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah diΒ Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan hebat pada perdagangan hari ini.

Pada pukul 09.55 WIB rupiah bahkan telah terdepresiasi 0,19% ke posisi Rp18.000/US$, menurut data Refinitiv.

Pelemahan rupiah membesar dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi.

Kekhawatiran itu pun telah mendorong indeks dolar terhadap mata uang utama dunia juga terus mengalami penguatan.

Bahkan, ia memperkirakan, kurs rupiah masih bisa tertekan ke level Rp18.100/US$.

“Dalam jangka pendek masih di kisaran Rp17.900-18.100,” kata David.

Sebelumnya, Gubernur BI Destry Damayanti juga telah mengungkapkan bahwa pergerakan kurs rupiah masih terus berisiko bergejolak menghadapi tekanan dolar.

Destry mengatakan posisi transaksi berjalan Indonesia selalu negatif kecuali pada era Covid-19.

Analisis mendalam tentang Terungkap! Ini Biang Kerok Penyebab Dolar Tembus Rp18.000 Hari Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *