Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771876, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260929160153-17-771876/dolar-sentuh-rp-18000-bi-rate-bisa-naik-bulan-depan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); chd,  CNBC Indonesia 29 September 2026 18:20 Foto: Logo Bank Indonesia (BI).

Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan?

Rizal Taufikurahman mengatakan peluang kenaikan BI Rate lebih lanjut bisa terjadi jika depresiasi rupiah berlangsung lebih cepat.

“Peluang kenaikan BI-Rate pada Oktober-November meningkat apabila depresiasi berlangsung cepat, arus modal keluar membesar, dan ekspektasi inflasi mulai terganggu,” kata Rizal.

Meski begitu, keputusan BI untuk menahan atau menaikkan suku bunga harus didasarkan pada kondisi domestik dan efektivitas stabilisasi.

“BI menghadapi pilihan yang mahal, yakni kenaikan bunga dapat menekan kredit dan pertumbuhan, sementara pelemahan kurs berkepanjangan menaikkan biaya produksi dan menggerus daya beli,” ungkap Rizal.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260929084746-19-771640/video-jaga-stabilitas-rupiah-bi-optimalkan-bauran-kebijakan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/771640?comscore=off”,”time”:104,”title”:”Video: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Bauran Kebijakan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/29/pentingnya-jaga-stabilitas-rupiah-bi-bauran-kebijakan-dioptimalkan-1790650563477_169.png”}]’); Next Article Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah-Dorong Ekonomi

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Ekonom mengungkapkan Bank Indonesia (BI) berpeluang menaikkan kembali suku bunga acuannya atau BI Rate jika pelemahan rupiah semakin dalam.

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan BI berpeluang menaikkan kembali suku bunga acuannya di sisa 2026.

Bahkan, pihaknya pun merevisi posisi BI Rate pada akhir 2026 bisa mencapai 6%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Peluang BI menaikkan kembali BI Rate pada kuartal IV-2026 memang meningkat.

Faktor penyebabnya adalah setelah kenaikan suku bunga The Fed pada September,” kata Josua kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (29/9/2026).

Baca: Target Rp20 T, Pemerintah Pede Surat Utang SBR015 Diborong Warga RI

Menurutnya, BI bukan harus mengikuti The Fed satu per satu, tetapi karena BI harus mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk depresiasi rupiah.

“Jadi sikap pengetatan The Fed sangat relevan bagi keputusan BI, bukan karena BI harus mengikuti The Fed satu per satu, tetapi karena BI harus mempertimbangkan selisih suku bunga, arus modal, rupiah, dan potensi kenaikan harga barang impor,” terang Josua.

Namun, jika tekanan rupiah hanya sementara sementara inflasi tetap terkendali dan intervensi valuta asing efektif, BI masih mempunyai ruang untuk menunggu.

“Tetapi bila rupiah terus melemah, harga minyak bertahan tinggi, arus modal keluar berlanjut dan inflasi mulai meningkat, kenaikan 25 basis poin menjadi semakin konsisten dengan kebutuhan menjaga stabilitas,” ujar Josua.

Baca: Ekonom Bilang Dolar Bisa Rp18.200, Waspada 3 Faktor Ini

Sementara itu, Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. yang mengakibatkan Kami merevisi perkiraan dengan memasukkan kenaikan tambahan 25 basis poin menjadi 6,00%, terutama

Analisis mendalam tentang Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *