Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Hantaman badai ekonomi membuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) merosot tajam secara drastis, dari kisaran stabil Rp2.000 hingga ambruk ke level Rp10.000 bahkan sempat menyentuh Rp16.000 per dolar AS.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Di tengah kepanikan pasar tersebut, muncul gerakan moral dari kalangan elite hingga masyarakat luas untuk mendorong penggunaan Rupiah sekaligus mengurangi kepemilikan Dolar AS.
Langkah tersebut dinilainya bukan sekadar upaya penyelamatan fiskal, tetapi juga wujud nyata membangkitkan nasionalisme di tengah krisis.
Aksi Borong Rupiah oleh Pejabat dan Konglomerat
Inisiatif tersebut langsung disusul oleh deretan pejabat tinggi negara.
Siti Hardianti Rukamana atau Mbak Tutut benar-benar menggetarkan,” tulis harian Bali Post edisi 16 Januari 1998.
Pilihan Redaksi
- Tips Badan Intelijen & OJK Agar HP Tidak Dibajak Maling Rekening
- Harga Emas Galeri 24 Naik 13 September 2026 Jadi Rp2.555.000/Gram
Sebagai bentuk komitmen, Tutut memberikan teladan langsung melalui merelakan US$ 50 ribu dari dana pribadinya untuk ditukar ke dalam bentuk rupiah.
“Rangking kedua diduduki pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono yang melepas US$ 50.100 dan merelakan 1 Kg emas miliknya kepada pemerintah,” tulis Berita Yudha.
Seiring bergulirnya waktu, gerakan ini kian masif dan melibatkan berbagai lapisan profesi.
Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad serta Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono tercatat ikut melepas kepemilikan dolar mereka.
Susilo Bambang Yudhoyono menukar US$ 1.300,” ungkap Bali Post.
Tidak hanya parlemen, jajaran menteri dan teknokrat ekonomi turut berpartisipasi aktif.
Harian Berita Yudha (13 Januari 1998) mencatat para taipan seperti Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing merelakan US$ 100 ribu untuk ditukar ke rupiah-menjadikan mereka penyumbang perorangan terbesar saat itu.
Posisi berikutnya disusul oleh pengusaha senior Sukamdani Sahid Gitosardjono.
Nilai tukar rupiah terus mengalami tren pelemahan di bulan-bulan berikutnya, memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok yang mencekik leher rakyat.
Puncak dari krisis ekonomi ini bertransformasi menjadi krisis sosial-politik akut yang melahirkan gelombang demonstrasi massal dan kerusuhan berdarah di berbagai penjuru negeri pada Mei 1998.
Sejumlah pihak menilai gerakan tersebut tidak lebih dari sekadar aksi simbolis yang impoten di tengah guncangan pasar keuangan global.
Pasalnya, total dana yang terkumpul dari gerakan itu ditaksir tidak lebih dari US$ 5 juta-angka yang terlampau kecil untuk menambal kebutuhan devisa Indonesia yang telah mencapai miliaran dolar AS.
“Ini tak akan menyelesaikan masalah,” kritik pengusaha Fahmi Idris, seperti dikutip dari Bali Post (1 Februari 1998).
Kritik tajam tersebut pada akhirnya terbukti sahih.
Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis moneter periode 1997-1998 tercatat sebagai salah satu babak paling kelam dalam sejarah perekonomian Indonesia.
Tirai kekuasaan Presiden Soeharto akhirnya resmi tertutup pada 21 Mei 1998, mengakhiri rezim Orde Baru yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260902104132-19-764270/video-harga-minyak-melonjak-hingga-ihsg-rupiah-kompak-melemah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/764270?comscore=off”,”time”:261,”title”:”Video: Harga Minyak Melonjak Hingga IHSG & Rupiah Kompak Melemah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/02/harga-minyak-melonjak-hingga-ihsg-rupiah-kompak-melemah-1788321098653_169.png”}]’); Next Article Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah
Di tengah gelombang tersebut, Mbak Tutut kembali menambah kontribusinya melalui menyerahkan tambahan 2 kilogram emas milik pribadinya kepada negara.
Kritik Tajam dan Runtuhnya Rezim Orde Baru
Kendati mendapat sambutan meriah di ruang publik, Gerakan Cinta Rupiah mulai menuai kritik pedas dari kalangan ekonom dan pengamat hanya berselang beberapa pekan.
CNBC Insight Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 767481, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260913095635-17-767481/ketika-anak-presiden-minta-warga-buang-dolar-buat-selamatkan-rupiah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 13 September 2026 12:30 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah diΒ Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Β
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Menariknya, salah satu tokoh yang ikut ambil bagian dalam rombongan tersebut adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-yang kelak menjadi Presiden ke-6 RI-yang kala itu masih berstatus sebagai anggota MPR dari Fraksi ABRI.
“Di antara rombongan itu tampak ketua Panitia Ad Hoc MPR, Hartono, Wakil Ketua Susilo Bambang Yudhoyono…
Salah satu inisiatif paling ikonik digagas oleh putri sulung Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukamana atau yang akrab disapa Mbak Tutut.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Berdasarkan catatan sejarawan Jan Luiten van Zanden dalam buku Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), kejatuhan rupiah bermula dari gejolak mata uang baht Thailand pada pertengahan 1997 yang menjalar cepat ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.
Menanggapi situasi yang kian tak terkendali, Tutut Soeharto pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar).
Berdasarkan arsip pemberitaan Bali Post (13 Januari 1998), sejumlah anggota MPR mendatangi Bank Indonesia untuk menukar simpanan dolar AS mereka ke rupiah.
Misi utamanya sederhana: mengajak masyarakat untuk melepaskan simpanan dolar AS demi membantu otoritas menguatkan nilai tukar rupiah sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional.
“Gerakan Cinta Rupiah (Getar) yang dipelopori Ny.
Secara akumulatif, dana segar yang berhasil dihimpun di Gedung Bank Indonesia dari aksi awal ini mencapai sekitar US$650 ribu.
Gelombang solidaritas ini juga merambah kalangan pengusaha kakap.
Analisis mendalam tentang Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
