Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kontrak minyak AS dan Brent mencatat harga penutupan tertinggi sejak 19 Mei di tengah berlanjutnya konflik antara AS dan Iran yang telah memasuki bulan ketujuh.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Kenaikan harga minyak tersebut telah berlangsung selama lima hari berturut-turut.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9/2026).
Faktor penyebabnya adalah kenaikan harga energi dapat kembali mendorong biaya produksi dan transportasi.
Sejalan dengan IHSG, bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026), dengan saham Korea Selatan dan Jepang memimpin penurunan di kawasan tersebut. yang mengakibatkan Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global
Nilai tersebut mencapai tiga kali lipat dari operasi normal, melalui transaksi perdana menyasar Treasury tenor 10 tahun dan 20 tahun.
Akan tetapi kebijakan tersebut justru direspons negatif oleh pasar.
Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, anjlok 2,7%.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,6%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 1%.
Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 767112, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260911091218-17-767112/penyebab-ihsg-anjlok-nyaris-2’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 11 September 2026 09:27 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Faktor penyebabnya adalah dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS sekaligus menekan valuasi aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Investor Stanley Druckenmiller memperingatkan bahwa semakin pemerintah berusaha mempertahankan harga obligasi, semakin besar operasi yang dibutuhkan untuk menghadapi tekanan pasar.
Sementara itu, konflik Iran dan AS kembali memanas. yang mengakibatkan Kenaikan yield menjadi perhatian investor
Utang pemerintah federal AS resmi menembus US$40 triliun, mencetak rekor baru dan menjadi peringatan atas semakin beratnya beban fiskal negara tersebut.
Salah satu dampaknya sudah terlihat di pasar obligasi.
Departemen Keuangan AS menyiapkan aksi buyback surat utang hingga US$6 miliar untuk menjaga likuiditas pasar obligasi.
IHSG dibuka turun 36,55 poin atau 0,55% ke level 6.552,79, dan anjlok nyaris 2 % tak lama setelah pasar buka.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, koreksi IHSG semakin besar lima belas menit setelah perdagangan dimulai, melalui level terendah IHSG ambruk lebih dari 1,82% ke level 6.466,60. Hanya 75 saham menguat, 527 saham melemah, dan 106 saham stagnan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: BEI Pantau Ketat 4 Saham Sekaligus, Ada yang Naik Ratusan Persen
Adapun volume perdagangan pada awal sesi mencapai 7,24 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp 3,29 triliun.
Mengutip Refinitiv, seluruh sektor perdagangan terkoreksi hari ini, dengan energy menjadi sektor dengan penurunan terdalam.
Yield Treasury 10 tahun naik ke 4,84%, sementara yield tenor 20 tahun mencapai 5,314% dan tenor 30 tahun menembus 5,3%.
Posisi yield Treasury 10 tahun tersebut bahkan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2023.
Bayan Resources (BYAN) menyumbang pelemahan ke indeks hingga 12,37 poin, diikuti Bank Central Asia (BBCA) sebesar 11,73 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 6,31 poin, Amman Mineral (AMMN) 5,83 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) 4,34 poin dan Bumi Resources (BUMI) 3,96 poin.
Setidaknya ada dua sentimen global yang menjadi “hantu” bagi IHSG hari ini, yakni kembali naiknya harga minyak seiring memanasnya konflik Iran-Amerika Serikat dan lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury.
Kombinasi kenaikan yield Treasury dan harga minyak tersebut menjadi sentimen yang kurang bersahabat bagi pasar saham.
Selanjutnya diikuti sektor barang baku, konsumer non primer dan finansial.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar pun menjadi pemberat utama IHSG.
Penurunan bursa Asia terjadi setelah saham-saham Amerika Serikat (AS) tertekan oleh lonjakan harga minyak pada perdagangan Kamis.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260910113833-19-766850/video-krisis-timur-tengah-kian-panas-ihsg-rupiah-kembali-melemah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/766850?comscore=off”,”time”:336,”title”:”Video: Krisis Timur Tengah Kian Panas, IHSG & Rupiah Kembali Melemah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/10/krisis-timur-tengah-kian-pana-ihsg-rupiah-kembali-melemah-1789015265078_169.png”}]’); Next Article IHSG Mendadak Anjlok 1% Siang Ini, Ada Dua Hantu Gentayangan!
Iran mengklaim telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz setelah AS menghancurkan lima tanker minyak Iran.
Eskalasi tersebut langsung mengguncang pasar energi. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak menembus US$100 per barel.
Yield tinggi meningkatkan tekanan terhadap valuasi saham, sedangkan lonjakan harga minyak memunculkan kembali risiko inflasi dan dapat mempersempit ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) menghadapi persoalan utang yang semakin mengkhawatirkan.
Analisis mendalam tentang Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
