Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Jumlah tersebut meningkat US$1,2 miliar dibandingkan posisi akhir Juli sebesar US$145,3 miliar.

Kenaikan cadangan devisa dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Dampak dari hal tersebut adalah mengurangi daya tarik dolar.

Pelemahan DXY turut memberikan ruang bagi rupiah untuk bangkit dari level terendah perdagangan hari ini, meski belum cukup membawa mata uang Garuda ditutup di zona hijau.

Data inflasi AS akan menjadi penentu arah dolar berikutnya. akibat Kondisi tersebut membatasi pelebaran selisih suku bunga antara AS dan negara lain

Namun demikian, mata uang Garuda kemudian berbalik melemah hingga menyentuh posisi terendah hari ini di Rp17.665/US$, sebelum akhirnya memangkas pelemahan dan mengakhiri perdagangan di level penutupan. 

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,09% ke posisi 99,088.

Perhatian selanjutnya tertuju pada data inflasi AS yang dijadwalkan dirilis Jumat pekan ini.

Dolar masih dibayangi kekhawatiran terhadap utang pemerintah AS yang terus membesar dan ketidakpastian arah kebijakan Negeri Paman Sam.

Sejumlah bank sentral utama dunia juga diperkirakan menaikkan suku bunga.

Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 765849, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260907145211-17-765849/rupiah-ditutup-stagnan-dolar-as-bertahan-di-level-rp17630’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 07 September 2026 15:05 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Senin (7/9/2026), rupiah bertahan di posisi Rp17.630/US$.

Jumlahnya masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI menilai cadangan devisa tersebut memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Kenaikan cadangan devisa memberikan bantalan yang lebih kuat bagi BI dalam menghadapi volatilitas pasar global dan menjaga stabilitas rupiah.

Dari pasar global, dolar AS masih kesulitan mempertahankan penguatan meski peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) kembali meningkat setelah rilis laporan tenaga kerja AS.

Pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 57% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September.

Setelah ditutup menguat 0,27% pada perdagangan Jumat pekan lalu.

//

Pergerakan rupiah hari ini berlangsung di tengah pengumuman kenaikan cadangan devisa Indonesia dan melemahnya dolar AS di pasar global.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Peningkatan tetap terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi rupiah oleh BI.

“Di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/9/2026).

Posisi cadangan devisa tersebut setara melalui pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat peluang kenaikan suku bunga The Fed dan kembali mengangkat greenback.

Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah berpotensi menekan dolar serta membuka ruang penguatan bagi rupiah.

(evw/evw) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260826122627-19-762327/video-fitch-destry-damayanti-jadi-nakhoda-bi-bantu-perkuat-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/762327?comscore=off”,”time”:59,”title”:”Video: Fitch: Destry Damayanti Jadi Nakhoda BI Bantu Perkuat Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/26/fitch-destry-damayanti-jadi-nakhoda-bi-bantu-perkuat-rupiah-1787727559766_169.png”}]’); Next Article Rupiah Dibuka Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

Posisi tersebut sama melalui penutupan perdagangan terakhir, Jumat (4/9/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Harga Saham Terendah Bakal Dipangkas Jadi Rp1, OJK Ungkap Alasannya

Rupiah sejatinya berhasil dibuka menguat 0,11% ke level Rp17.610/US$ pada pagi hari.

Analisis mendalam tentang Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *