Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Petugas Pajak Kejar Perusahaan Multinasional Soal Transfer Pricing yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kesepakatan itu sedianya akan mengenakan pajak tambahan bagi perusahaan multinasional yang gemar menghindari pajak.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis 0,11% ke Level 6.660
Namun harapan bahwa langkah tersebut akan mengakhiri upaya pemerintah AS memburu laba perusahaan yang diparkir di luar negeri, ternyata meleset.
Faktor penyebabnya adalah anggaran IRS justru dipangkas di era Trump, membuat staf lembaga tersebut kewalahan. yang mengakibatkan Angka ini setara sekitar seperlima dari total penerimaan pajak penghasilan korporasi AS pada 2025.
Meski begitu, dalam jangka pendek perluasan kampanye ini terbilang sulit
Internasional Petugas Pajak Kejar Perusahaan Multinasional Soal Transfer Pricing Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 764972, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260904130540-17-764972/petugas-pajak-kejar-perusahaan-multinasional-soal-transfer-pricing’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 04 September 2026 13:14 Foto: Coca-Cola (REUTERS/Regis Duvignau) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas pajak Amerika Serikat, Internal Revenue Service (IRS), tengah gencar mengejar perusahaan-perusahaan multinasional AS yang selama ini menggeser sebagian besar laba mereka ke negara-negara melalui tarif pajak rendah.
Per Juli 2026, Coca-Cola baru menyisihkan dana sekitar US$530 juta untuk potensi tagihan pajak yang bisa mencapai US$14 miliar jika kalah di pengadilan.
Sementara itu, Amgen pada Juli lalu menyelesaikan gugatan investor yang menuduh perusahaan meremehkan risiko sengketa pajaknya.
Namun dalam jangka panjang, sengketa transfer pricing diprediksi akan makin marak.
Salah satu pemicunya adalah makin besarnya porsi nilai perusahaan yang berasal dari aset tak berwujud (intangible assets), seperti merek dan kekayaan intelektual, yang jauh lebih mudah “dipindahkan” secara administratif tanpa perlu memindahkan aset fisik.
Perusahaan juga mengklaim hanya mengikuti kesepakatan yang telah dibuat melalui IRS sejak 1996 soal pembagian laba.
Menariknya, Coca-Cola dan perusahaan lain yang tengah disorot IRS terlihat cukup santai menanggapi kasus ini, setidaknya di depan publik.
Dampak dari hal tersebut adalah wajar mendapat imbal hasil besar. akibat Coca-Cola membela diri dengan berargumen bahwa anak usahanya di luar negeri telah melakukan investasi pemasaran yang bernilai tinggi
Pada 2015, IRS awalnya menagih tambahan pajak sebesar US$3,3 miliar dari Coca-Cola untuk periode 2007-2009, melalui tuduhan perusahaan tidak semestinya memindahkan laba yang berasal dari kekayaan intelektual, termasuk logo ikoniknya, ke luar negeri.
Karena proses hukum yang berlarut-larut dan Coca-Cola tetap melanjutkan praktik serupa selama proses berjalan, nilai sengketa kini membengkak hingga mencapai US$20 miliar.
Praktik ini diperkirakan menghemat setidaknya US$11 miliar bagi korporasi AS sepanjang 2025 saja, menurut estimasi kelompok advokasi FACT Coalition.
Banyak pebisnis sempat lega ketika Presiden Donald Trump, pada hari pertamanya kembali menjabat tahun lalu, mengumumkan AS akan keluar dari kesepakatan pajak global yang sebelumnya digagas pemerintahan pendahulunya.
Seorang hakim federal bahkan menyindir keras pengungkapan informasi Amgen, menyamakannya melalui anak yang bilang ke orang tuanya cuma makan “makanan penutup” padahal sebenarnya menghabiskan “satu kue utuh”.
Steven Wrappe dari firma akuntansi Grant Thornton memperkirakan, jika IRS memenangkan kasus-kasus transfer pricing terbesarnya, pemerintah AS berpotensi menarik kembali sekitar US$100 miliar dari sekelompok kecil perusahaan, termasuk denda dan bunga.
Namun kasus paling menyita perhatian adalah sengketa melalui Coca-Cola, yang bahkan dijuluki sebagai “Super Bowl-nya sengketa transfer pricing” di kalangan pengacara pajak.
Sengketa ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade.
Dampak dari hal tersebut adalah perusahaan multinasional kemungkinan besar akan diminta menanggung porsi lebih besar dari tagihan tersebut ke depan.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260904112554-19-764938/video-cicilan-utang-kopdes-merah-putih-rp-240-triliun–ihsg-melemah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/764938?comscore=off”,”time”:555,”title”:”Video: Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 Triliun – IHSG Melemah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/04/cicilan-utang-kopdes-merah-putih-rp-240-triliun-hingga-ihsg-berbalik-melemah-1788497438806_169.png”}]’); Next Article Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Transfer Pricing PT TPL akibat Menurut firma penasihat Ocean Tomo, porsi nilai aset tak berwujud dari total nilai perusahaan di indeks S&P 500 AS melonjak dari 17% pada 1975 menjadi 92% pada 2025.
Faktor lain yang mendorong makin banyaknya sengketa semacam ini adalah beban utang pemerintah AS yang terus membengkak,
Pemerintahan Trump pun tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan inisiatif ini, melalui potensi nilai sengketa mencapai puluhan miliar dolar AS.
Coca-Cola Jadi Sorotan Utama
Selain UnitedHealth, IRS juga tengah bersengketa dengan perusahaan bioteknologi Amgen dan raksasa media sosial Meta (induk Facebook dan Instagram) terkait isu serupa.
Pada Mei 2026, perusahaan asuransi raksasa UnitedHealth mengungkapkan bahwa IRS tengah mengejarnya atas laba yang dibukukan lewat anak usaha di luar negeri, melalui tuduhan perusahaan kurang bayar pajak di dalam negeri.
Kasus ini merupakan bagian dari kampanye IRS terhadap praktik transfer pricing, skema pengalihan laba antar-entitas dalam satu grup usaha, yang sebenarnya sudah dimulai sejak era pemerintahan Obama.
Analisis mendalam tentang Petugas Pajak Kejar Perusahaan Multinasional Soal Transfer Pricing akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
