Siaga Krisis? Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Siaga Krisis? Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 764505, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260903064554-17-764505/siaga-krisis-obligasi-dunia-rontok-yield-as-jepang-inggris-rekor’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef,  CNBC Indonesia 03 September 2026 07:20 Foto: Ilustrasi (REUTERS/Dado Ruvic) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar obligasi global kembali mengalami tekanan.

Sementara itu, pasar juga sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) setelah data inflasi zona euro dirilis pada Selasa.

Utang Negara Jadi Masalah Besar

Selain inflasi, investor juga semakin khawatir terhadap kondisi fiskal negara-negara besar.

Faktor penyebabnya adalah inflasi yang tinggi dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkan bunga.

Pasar saat ini memperkirakan sejumlah bank sentral besar akan menaikkan suku bunga pada September. yang mengakibatkan Kondisi tersebut menjadi masalah bagi pasar obligasi

Kondisi ini kemudian dapat meningkatkan biaya utang pemerintah.

Tekanan di pasar obligasi juga mulai merembet ke pasar saham.

Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun berada di sekitar 3,016%, setelah sehari sebelumnya menembus level 3% untuk pertama kalinya dalam tiga dekade.

Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,814%, level tertinggi sejak November 2023.

Faktor penyebabnya adalah kenaikan utang terjadi ketika ekonomi global masih tumbuh cukup sehat. yang mengakibatkan Solusi untuk mengatasinya belum terlihat jelas,” katanya merujuk ke kekhawatiran.

Maris menilai situasi menjadi semakin rentan

Ketua bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), Kevin Warsh sebelumnya juga memberikan sinyal hawkish dalam pidatonya di Jackson Hole.

Di Jepang, Bank of Japan (BoJ), pun diperkirakan berpotensi menaikkan suku bunga untuk membantu menopang yen yang melemah.

Angka ini merupakan level tertinggi sejak 2011.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Tekanan juga terjadi di Jepang.

Di Inggris, yield obligasi pemerintah atau gilts tenor 10 tahun bahkan mencapai 5,25%, menjadi level tertinggi sejak setelah krisis keuangan global 2008.

Pilihan Redaksi

  • Selena Gomez Digugat Investor, Startup Buatannya Dituding Fraud
  • Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa
  • Krisis 1997 Bakal Terjadi?

    Faktor penyebabnya adalah berpotensi mendorong harga minyak dunia lebih tinggi.

    Jika harga minyak naik, biaya energi dan transportasi dapat meningkat sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi. yang mengakibatkan Konflik baru di Timur Tengah ikut menjadi perhatian investor

    Bank Raksasa Beri Warning-Sebut 3 Ciri Sama

  • Serangan ke Iran Belum Ada Apa-apanya, Trump Lagi ‘Ngerem’ Tunggu Ini

Apa yang Terjadi?

Inflasi dan Perang Timur Tengah Jadi Pemicu

Salah satu faktor utama yang membuat pasar obligasi tertekan adalah kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.

Harga surat utang pemerintah di berbagai negara turun pada Rabu sementara imbal hasil (yield) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun bahkan puluhan tahun.

Kenaikan yield menunjukkan investor meminta imbal hasil lebih tinggi untuk memegang surat utang.

AS, Jepang hingga Prancis menghadapi beban utang pemerintah yang tinggi.

Ketika kebutuhan pembiayaan pemerintah meningkat, negara harus menawarkan imbal hasil lebih tinggi untuk menarik investor membeli surat utangnya.

Indeks-indeks utama AS telah turun selama tiga sesi berturut-turut, sementara pasar saham Eropa dan Asia juga berada di zona merah.

Padahal, sepanjang tahun ini banyak pasar saham dunia telah mencatat kenaikan kuat dan bahkan mencapai rekor, didorong optimisme terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Chief Investment Officer dan Global Head of Equities Principal Asset Management, George Maris, mengatakan kondisi fundamental pasar kini mulai lebih rapuh.

“Jika biaya uang dan risiko meningkat, itulah yang terlihat dari kenaikan yield secara global,” ujar Maris kepada CNBC International dalam program Squawk Box Europe, dikutip Kamis (3/9/2026).

“Level utang di seluruh dunia berada pada tingkat yang sangat tinggi dan terus meningkat.

Artinya, jika terjadi guncangan besar terhadap perekonomian atau pasar keuangan, tingginya utang dapat membuat dampaknya menjadi lebih sulit untuk ditangani.

“Kita berada di tempat yang lebih rentan jika terjadi gangguan,” ujarnya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260828164151-19-763201/videonasib-ihsg-rupiah-saat-investor-pantau-inflasi-rebalancing-msc”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/763201?comscore=off”,”time”:715,”title”:”Video:Nasib IHSG & Rupiah Saat Investor Pantau Inflasi-Rebalancing MSC”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/31/nasib-ihsg-rupiah-saat-investor-pantau-data-inflasi-rebalancing-msci-the-fed-1788148089548_169.png”}]’); Next Article Bursa Asia Menguat, Nikkei Tembus Rekor Baru Gegara Sinyal The Fed

Perlu diketahui, harga obligasi dan yield bergerak berlawanan arah, di mana ketika harga obligasi turun, yield biasanya naik.

Di Eropa, yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun mencapai 3,378%, naik 4 basis poin.

Analisis mendalam tentang Siaga Krisis? Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *