Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Waspada Modus Penipuan Baru! Ngaku-Ngaku Jadi Petugas Dukcapil yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Laporan dapat disampaikan melalui laman resmi IASC untuk membantu penanganan dan pencegahan penipuan lebih lanjut.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260901171050-19-764097/video-aturan-baru-dhe-tambang-berlaku-ihsg-menguat-12-tembus-6600″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/764097?comscore=off”,”time”:624,”title”:”Video: Aturan Baru DHE Tambang Berlaku -IHSG Menguat 1,2% Tembus 6.600″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/01/aturan-baru-dhe-tambang-berlaku-hingga-ihsg-menguat-12-ke-level-6600-1788257594748_169.png”}]’); Next Article PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US$350.000
Masyarakat diminta mengenali berbagai modus penipuan, tidak mudah percaya, dan selalu waspada terhadap upaya penyalahgunaan data pribadi.
Apabila menjadi korban penipuan transaksi keuangan, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Kebenaran informasi tersebut perlu dipastikan terlebih dahulu melalui kanal resmi yang tersedia.
SatgasΒ Pasti juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan transfer dana atau mengikuti instruksi pembayaran yang mencurigakan.
Ngaku-Ngaku Jadi Petugas Dukcapil Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 764108, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260901175017-17-764108/waspada-modus-penipuan-baru-ngaku-ngaku-jadi-petugas-dukcapil’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 01 September 2026 18:15 Foto: Mesin Pencetak KTP-EL & KK, Hanya 1,5 Menit Jadi/CNBC Indonesia/Muhammad Sabki //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan keuangan yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Mengutip Intagram resminya, Selasa (1/9/2026) Satgas PASTI menjelaskan pelaku biasanya memanfaatkan data kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP) guna meyakinkan calon korban.
Tidak jarang, pelaku juga mengirimkan tautan atau mengarahkan korban ke situs palsu untuk memperoleh informasi pribadi yang dapat disalahgunakan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Dalam salah satu modus yang ditemukan, oknum menghubungi masyarakat melalui saluran komunikasi pribadi dan mengaku sebagai petugas Dukcapil.
Pelaku kemudian meminta data penting seperti NIK, KTP, KK, maupun informasi pribadi lainnya melalui berbagai alasan.
Modus lain dilakukan dengan mengirimkan tautan atau barcode palsu kepada calon korban.
Dampak dari hal tersebut adalah informasi penting dapat dicuri dan digunakan untuk tindak penipuan lebih lanjut.
Baca: Ratusan Ribu Rekening di RI Terindikasi Scam, Dana Rp724 M Diblokir
SatgasΒ Pasti mengingatkan bahwa informasi yang disampaikan seseorang yang mengaku sebagai petugas belum tentu benar. akibat Korban dijebak untuk memasukkan data pribadi pada situs tersebut
Masyarakat juga diminta tidak sembarang mengklik tautan atau memindai QR code yang dikirim melalui saluran komunikasi pribadi.
Selain itu, masyarakat diminta tidak panik ketika menerima informasi terkait permasalahan data kependudukan.
Masyarakat diminta selalu melakukan pengecekan melalui kanal resmi sebelum mengikuti instruksi apa pun yang diterima.
Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat diimbau tidak memberikan NIK, nomor KK, foto KTP, kode OTP, PIN, password, maupun data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak dikenal.
Masyarakat kemudian diminta mengklik tautan tersebut atau memindai barcode untuk mengisi data pribadi yang selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Selain itu, pelaku juga menggunakan situs palsu yang menyerupai laman resmi Dukcapil.
Analisis mendalam tentang Waspada Modus Penipuan Baru! Ngaku-Ngaku Jadi Petugas Dukcapil akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
