Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah demand side karena core inflation 65% dari head inflation,” katanya.

Selain faktor pangan, inflasi juga dipengaruhi administered prices seperti harga bahan bakar minyak (BBM). yang mengakibatkan Karena itu, jika harga pangan tidak terkendali, tekanan terhadap inflasi nasional akan tetap besar meskipun BI menjalankan kebijakan moneter yang ketat.

“Inflasi sudah pasti tidak bisa ditangani BI sendiri

Sementara transaksi pasar valuta asing (valas) melonjak hingga tiga kali lipat melalui nilai transaksi harian mencapai sekitar US$12 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan periode 2020.

“Pasar yang makin dalam membuat stabilitas lebih terjaga sekaligus menjadi sumber pembiayaan pembangunan,” ujarnya.

Meski menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah, Destry memastikan independensi BI tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan kebijakan moneter.

Menurutnya, sinergi bukan berarti mengorbankan independensi bank sentral.

Fokusnya bukan hanya menjaga stabilitas rupiah, tetapi juga memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu oleh kebijakan moneter yang terlalu ketat.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260819143648-19-760630/video-perdana-pimpin-rdg-destry-umumkan-bi-tahan-suku-bunga-di-575″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/760630?comscore=off”,”time”:555,”title”:”Video: Perdana Pimpin RDG, Destry Umumkan BI Tahan Suku Bunga di 5,75%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/19/perdana-pimpin-rdg-destry-umumkan-bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-575-1787126470445_169.png”}]’); Next Article Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah

Namun, komponen inflasi lain seperti harga pangan dan administered prices membutuhkan keterlibatan pemerintah.

Destry menjelaskan inflasi inti berkontribusi sekitar 65% terhadap inflasi keseluruhan.

Faktor penyebabnya adalah tantangan ekonomi saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi atau satu instrumen kebijakan saja.

Baca: Negara Krisis Uang Tunai, PNS Tak Digaji-ATM Tak Bisa Ditarik

Karena itu, BI akan tetap menjalankan mandat menjaga stabilitas nilai rupiah sembari mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, hingga pendalaman pasar keuangan.

Dalam paparannya, Destry juga menegaskan pengendalian inflasi tidak sepenuhnya berada di tangan BI.

Menurutnya, inflasi inti (core inflation) yang dipengaruhi sisi permintaan memang menjadi wilayah utama kebijakan moneter. yang mengakibatkan Sebaliknya, koordinasi diperlukan

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

“Ini situasi yang tidak biasa.

Menurut Destry, kenaikan harga BBM biasanya memberikan dampak terhadap inflasi selama satu hingga dua bulan sebelum kembali menyesuaikan.

Pernyataan Destry ini menjadi sinyal bahwa di bawah kepemimpinannya, BI kemungkinan akan tetap mengedepankan pendekatan yang lebih fleksibel dalam menentukan arah BI Rate.

Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 762338, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260826130712-17-762338/destry-blak-blakan-rupiah-tak-selalu-harus-diselamatkan-pakai-bi-rate’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 26 August 2026 14:00 Foto: Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Faktor penyebabnya adalah kami juga melihat masih ada pekerjaan rumah pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

“Kami menggunakan kebijakan pendukung kami memberikan insentif dan hedging karena butuh inflow masuk,” tambahnya.

Sebagai gantinya, BI mengandalkan berbagai instrumen pendukung seperti insentif likuiditas, kebijakan lindung nilai (hedging), serta upaya menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik.

Baca: DPR Ungkit Target Kurs Mantan Bos BI Rp16.500/US$, Ini Kata Destry

Destry menegaskan strategi tersebut dimungkinkan karena pasar keuangan Indonesia kini jauh lebih dalam dibanding beberapa tahun lalu.

Ia mengungkapkan volume transaksi pasar uang domestik telah meningkat sekitar enam kali lipat dalam enam tahun terakhir. yang mengakibatkan Karena itu, dalam sejumlah kesempatan BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menopang rupiah.

“Saat RDG kemarin kami tidak bisa menaikkan suku bunga untuk mendukung rupiah

Karena itu kita tidak bisa hanya bersandar pada satu kebijakan tertentu,” ujar Destry.

Akibat kondisi ini, Destry mengungkapkan alasan BI tidak selalu merespons tekanan nilai tukar rupiah melalui menaikkan BI Rate.

Baca: Depan DPR, Destry Beberkan Rumus ‘3I dan 1S’ Jika Terpilih Pimpin BI

Menurutnya, keputusan suku bunga harus mempertimbangkan keseimbangan antara menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di banyak negara maju, perlambatan ekonomi justru terjadi bersamaan melalui inflasi yang tinggi akibat gangguan rantai pasok dan lonjakan harga komoditas.

Situasi yang tidak biasa itu juga terlihat di Amerika Serikat.

Di tengah ketidakpastian global yang dinilai semakin tidak lazim, BI harus mengandalkan bauran kebijakan yang lebih luas untuk menjaga rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Hal itu disampaikan Destry saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Baca: IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

Menurut Destry, tantangan yang dihadapi bank sentral saat ini berbeda dibandingkan teori ekonomi konvensional.

Secara teori, ketika permintaan dolar meningkat dan investor membeli obligasi pemerintah AS, imbal hasil (yield) surat utang seharusnya turun.

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bank sentral tidak bisa hanya mengandalkan instrumen suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Analisis mendalam tentang Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *