Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos BSI (BRIS) Ungkap Minat Garap Produk ETF Emas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Namun, perseroan masih menyiapkan aspek bisnis dan regulasi sebelum merealisasikan produk tersebut.
๐ Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan minat perseroan terhadap ETF emas cukup besar.
Baik yang gadai, baik yang tabungan, sekitar 24 ton,” ungkapnya.
BSI sendiri melihat bisnis emas bukan sekadar untuk memperbesar bisnis bullion bank, tetapi juga menjadi salah satu strategi perseroan untuk mengakuisisi nasabah baru.
Anggoro mengatakan perseroan justru mengejar pertumbuhan pada produk tabungan emas.
Kendati demikian, pengembangan produk di industri perbankan membutuhkan proses yang lebih panjang dibandingkan lembaga keuangan non-bank.
“ETF BSI tertarik, tertarik.
Anggoro mengatakan perseroan masih membangun ekosistem atau pasar agar emas yang dihimpun dari masyarakat nantinya dapat disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, termasuk toko emas.
“Kalau simpanan emas itu kan mesti punya market-nya dulu.
Jumlah tersebut mencakup emas yang berasal dari produk gadai maupun tabungan emas.
“Kalau di BSI, kita sekarang ya yang tabungan emas sekitar 24 ton lah ya.
Sebab, semakin banyak masyarakat yang menabung emas, semakin besar pula peluang mereka untuk masuk dan menggunakan layanan perbankan syariah.
“Kalau buat kita, tabungan emas atau cicil emas ini bagian dari memang memperbesar bullion bank, tapi juga penetrasi pasar,” ujarnya.
Menurut dia, produk emas juga menjadi salah satu pembeda yang dapat ditawarkan BSI ketika melakukan penetrasi kepada masyarakat.
“Karena masyarakat waktu kita tawari perbankan syariah, salah satu diferensiasinya adalah tabungan emas.
Bos BSI (BRIS) Ungkap Minat Garap Produk ETF Emas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 760947, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820140849-17-760947/bos-bsi–bris–ungkap-minat-garap-produk-etf-emas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 20 August 2026 15:45 Foto: Dok Bank Syariah Indonesia //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesiaย โ PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
Dampak dari hal tersebut adalah emas yang dihimpun akan memiliki underlying berupa emas fisik.
“Karena itu fisik emasnya ada di kita, ya kita transaksinya adalah emas ke emas kan, gold to gold. akibat Dari sisi perizinan, BSI disebut telah mengantongi izin yang diperlukan untuk menjalankan bisnis simpanan emas.
Baca: Airlangga Pede Pasar ETF Emas RI Bisa Salib India & Singapura
Dia menambahkan, emas fisik yang menjadi underlying dalam transaksi BSI nantinya menggunakan skema gold to gold,
Tertarik lah itu,” ujar Anggoro saat ditemui di Gedung BSI Tower, Jakarta Pusat Kamis (20/8/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Selain ETF emas, BSI juga tengah mempersiapkan pengembangan bisnis simpanan emas.
(BRIS) menyatakan ketertarikanย untuk mengembangkan produk exchange traded fund (ETF) emas.
Kan regulasinya kalau di perbankan, kan nyiapinnyaย nggak secepat non-bank ya.
Jadi paling tidak itu jadi underlying-nya,” katanya.
Anggoro mengungkapkan, total emas kelolan BSI mencapai sekitar 24 ton.
Supaya kalau ada masyarakat yang simpan emas, kita bisa menyalurkan kepada toko-toko emas yang butuh,” jelasnya.
Menurut Anggoro, BSI sebagai pemain baru dalam bisnis tersebut perlu mempersiapkan sistem dan model bisnis secara hati-hati.
Jadi salah satu produk,” kata Anggoro.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260810124636-19-757918/video-etf-emas-resmi-diluncurkan-wamenkeu-titip-tiga-pesan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/757918?comscore=off”,”time”:78,”title”:”Video: ETF Emas Resmi Diluncurkan, Wamenkeu Titip Tiga Pesan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/10/etf-emas-resmi-diluncurkan-wamenkeu-titip-tiga-pesan-1786344716395_169.png”}]’); Next Article BSI (BRIS) Dorong Simpanan Emas Punya Penjaminan
Analisis mendalam tentang Bos BSI (BRIS) Ungkap Minat Garap Produk ETF Emas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
๐ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
๐ข Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
๐ Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
๐ข Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
โ ๏ธ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
