Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Investor akan mencermati risalah tersebut untuk mendapatkan gambaran lebih rinci mengenai perbedaan pandangan di antara para pejabat The Fed terkait arah kebijakan moneter.

Selain kebijakan moneter, perhatian pasar juga tertuju pada musim laporan keuangan perusahaan ritel AS yang masih berlangsung.

Investor masih bertaruh bahwa pertumbuhan ekonomi yang berlanjut serta kinerja laba perusahaan yang secara historis kuat dapat menopang pasar saham meskipun tingkat yield meningkat.

Adam Parker, founder sekaligus CEO Trivariate Research, mengatakan kondisi ekonomi AS masih cukup kuat untuk menopang pasar saham.

Target, TJX, dan Lowe’s dijadwalkan menyampaikan laporan keuangan sebelum pembukaan perdagangan pada Rabu, sementara perusahaan semikonduktor Analog Devices juga akan melaporkan kinerjanya.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260813091103-19-758812/video-efek-gempa-ntt-ke-belanja-pemerintah–rupiah-kembali-melemah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/758812?comscore=off”,”time”:351,”title”:”Video: Efek Gempa NTT ke Belanja Pemerintah – Rupiah Kembali Melemah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/18/efek-gempa-ntt-ke-belanja-pemerintah-rupiah-kembali-melemah-di-rp-17800usd-1787026963960_169.png”}]’); Next Article Bursa Asia Merah, Kospi Ambles 4% Meski Trump Tunda Serang Iran

Di Jepang, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam tiga dekade.

Kenaikan yield juga terjadi di Eropa, melalui yield obligasi pemerintah Jerman tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2011.

Faktor penyebabnya adalah dapat meningkatkan biaya pendanaan sekaligus mengurangi daya tarik valuasi saham, terutama sektor teknologi.

Yield US Treasury tenor 30 tahun mencatat level tertinggi baru dalam 19 tahun pada Selasa (18/8/2026). yang mengakibatkan Kenaikan yield obligasi jangka panjang menjadi perhatian investor

Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 760468, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260819083155-17-760468/bursa-asia-berguguran-kospi-anjlok-hampir-6’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 19 August 2026 08:45 Foto: Bursa Efek Filipina di Manila (Photo credit should read NOEL CELIS/AFP via Getty Images) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Rabu (19/8/2026), melalui bursa Korea Selatan menjadi salah satu yang mengalami tekanan paling dalam.

Melansir CNBC, Indeks Kospi anjlok 5,89%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 3,62%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,04%, sedangkan indeks Topix terkoreksi 1,01%.

Sementara itu, yield obligasi pemerintah Prancis tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2008.

Baca: BYAN Buka Suara Soal Rumor Haji Isam Mau Akuisisi 62,2% Saham

Meski yield obligasi jangka panjang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade, reaksi pasar saham sejauh ini dinilai relatif terbatas.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 melemah 0,50%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Tekanan terhadap bursa Asia terjadi seiring saham-saham teknologi melemah di tengah lonjakan imbal hasil atau yield obligasi di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lainnya.

Ia menilai laba dan arus kas perusahaan-perusahaan besar juga cukup solid untuk melewati berbagai tekanan yang mungkin muncul dari kenaikan yield.

“Saya pikir pada akhirnya ekonomi cukup kuat,” kata Parker dalam wawancara melalui CNBC, dikutip Rabu (19/8/2026).

Risalah tersebut akan menjadi sorotan mengingat adanya perbedaan pandangan yang cukup tajam di internal bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Dalam pertemuan FOMC Juli, terdapat tiga pejabat yang berbeda pendapat atau dissenters dan memilih kenaikan suku bunga.

Menurutnya, kekuatan laba dan arus kas perusahaan-perusahaan besar dapat membantu pasar melewati gejolak yang terjadi.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis pada Rabu sore waktu AS.

Analisis mendalam tentang Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *