Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Tak Mau Lagi Bank “Tumpuk” Obligasi, Destry Mau Lakukan Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kebijakan itu disebut KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
KLM baru itu dalam bentuk insentif pengurangan kewajiban giro bank di BI paling tinggi sebesar 2% dari dana pihak ketiga (DPK) kepada bank yang tak melampaui batas kepemilikan surat berharga, baik itu surat berharga negara (SBN) serta sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI).
KLM PPU dimaksud menggantikan KLM interest rate channel dan financing to funding channel, serta akan mulai berlaku pada 1 September 2026.
Secara teknis KLM ini akan digelontorkan bagi bank yang kepemilikan SRBI dan SBN nya tak melebihi rasio 19%.
Faktor penyebabnya adalah bank harus kembali ke fungsi awal, yaitu sebagai lembaga intermediasi dari sektor keuangan ke sektor riil yaitu salurkan kreditnya,” kata Destry saat media briefing secara daring, Jumat (31/7/2026).
Baca: Destry Damayanti Tegaskan Fokus Utama Terkini BI: Inflasi dan Rupiah
Oleh sebab itu, dalam rapat dewan gubernur (RDG) terakhir, yakni pada 21-22 Juli 2026, BI memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan likuditas makroprudensial (KLM) terbaru yang ditujukan untuk mengendalikan kepemilikan surat berharga di perbankan. yang mengakibatkan BI Tak Mau Lagi Bank “Tumpuk” Obligasi, Destry Mau Lakukan Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 755403, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260731121822-17-755403/bi-tak-mau-lagi-bank-tumpuk-obligasi-destry-mau-lakukan-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman , CNBC Indonesia 31 July 2026 13:55 Foto: (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Medan, CNBC Indonesia – Gubernur sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menekankan, perbankan di Indonesia tak lagi boleh terlalu banyak mengakumulasi obligasi alias surat berharga, baik itu dalam bentuk SBN maupun SRBI.
Menurutnya, perbankan di Indonesia harus kembali kepada fungsinya, yakni menyalurkan pembiayaan ke sektor riil, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat dan berkelanjutan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
“Kita enggak mau bank terlalu banyak alat likuiditas ke surat-surat berharga,
Adapun bagi bank yang rasio kepemilikan surat -surat berharganya melebihi batas 19% tak akan bisa mendapatkan insentif itu.
“Kami optimalkan perbankan sebagai lembaga intermediary, tujuannya bagaimana lebih mengelola atau memanage kepemilikan bank terhadap surat-surat berharga,” papar Destry.
(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260730101358-19-755001/video-the-fed-tahan-suku-bunga-apa-efeknya-ke-pasar-saham-sbn”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/755001?comscore=off”,”time”:485,”title”:”Video: The Fed Tahan Suku Bunga, Apa Efeknya ke Pasar Saham & SBN?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/30/the-fed-tahan-suku-bunga-tapi-peluang-kenaikan-ffr-meningkat-apa-efeknya-ke-ri-1785382039373_169.png”}]’); Next Article Pasca BI Rate Naik: Asing Serbu RI, Dolar AS Tinggalkan Level Rp18.000
Analisis mendalam tentang BI Tak Mau Lagi Bank “Tumpuk” Obligasi, Destry Mau Lakukan Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
