Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hal ini diberikan untuk mendukung diversifikasi transaksi valas sekaligus mengurangi ketergantungan dolar AS.

“Kemudian kami juga lebih memanfaatkan LCT, baik dalam yen (Jepang), yuan (China), maupun mata uang lain, untuk memanfaatkan bagi pasar valas dalam negeri,” ujar Perry.

(arj/arj) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260722143103-19-752931/video-tok-bi-tahan-level-suku-bunga-acuan-di-575″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/752931?comscore=off”,”time”:308,”title”:”Video: Tok!

BI Tahan Level Suku Bunga Acuan di 5,75%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/22/beda-dari-konsensus-bi-tahan-level-suku-bunga-acuan-di-575-1784707218275_169.png”}]’); Next Article Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Adapun DNDF merupakan salah satu cara BI melakukan diversifikasi pembayaran, perdagangan, dan investasi.

“DNDF adalah bagaimana diversifikasi pembayaran, perdagangan, dan investasi.

Faktor penyebabnya adalah lebih efektif dari kenaikan BI Rate, di mana kenaikan insentif swap menjadi 12,5% dan pemberian insentif bagi DNDF menjadi 15% itu lebih efektif mengendalikan nilai tukar,” lanjut Perry.

Selain itu, BI juga memperluas pemberian insentif bagi DNDF. yang mengakibatkan Yang sekarang belum ada adalah insentif bagi Domestic Non Delivery Forward (DNDF), sekarang kita berikan insentif 15%,” kata Perry dalam konferensi pers, Rabu (22/7/2026).

Dengan kenaikan insentif tersebut, menurutnya dapat menarik lebih banyak investasi portfolio asing, sehingga dampaknya yakni nilai tukar lebih terkendali dan tentu saja tanpa memberikan dampak bagi kenaikan suku bunga di dalam negeri.

“Ini yang kami pilih,

Dengan menaikkan insentif bagi portfolio asing, yang sekarang sudah ada, swap lindung nilai, yang sekarang 10%, kami tingkatkan menjadi 12,5%.

Kita sudah banyak kemajuan melalui Jepang, China, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Langkah ini menurutnya lebih dapat mengendalikan dampak negatif dari suku bunga tinggi dalam negeri.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: BI Sudah Kucurkan Insentif Likuiditas Rp431,9 T, Bank BUMN Dapat 50,8%

“Kami memutuskan tidak menaikkan BI rate, tapi meningkatkan insentif supaya semakin mendorong masuknya aliran portfolio asing.

Dengan diversifikasi pembayaran, perdagangan, dan investasi, ini akan mengurangi teman permintaan terhadap dolar,” terang Perry.

Baca: Hasil Stress Test BI: Bank RI Tahan Hadapi Dampak Perang Timur Tengah

Berikutnya yakni pemanfaatan lebih dari penggunaan Local Currency Transaction (LCT) melalui negara-negara mitra.

Dampak dari hal tersebut adalah mampu menjaga pasokan dolar di dalam negeri. akibat Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 753024, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260722172348-17-753024/ketimbang-bi-rate-naik-perry-sebut-insentif-lebih-efektif-jaga-rupiah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia 22 July 2026 17:29 Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) memandang peningkatan gelontoran berbagai insentif lebih efektif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dibandingkan dengan cara menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate secara terus menerus.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan menaikkan insentif itu lebih efektif dalam menarik investasi asing,

Analisis mendalam tentang Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *