Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Petani Mendadak Kaya Raya, Dapat Duit Bisa Beli 12 Rumah Elite yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Namun, penolakan masyarakat terus menguat hingga akhirnya program tersebut resmi dihentikan pada 1993.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Meski kini praktik perjudian dilarang di Indonesia, kisah Suradji tetap dikenang sebagai salah satu cerita paling fenomenal dari era ketika pemerintah masih melegalkan undian berhadiah melalui SDSB.
(dce) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260714103617-19-750619/video-sektor-yang-bisa-dipilih-investor-lokal-saat-volatilitas-tinggi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/750619?comscore=off”,”time”:321,”title”:”Video: Sektor Yang Bisa Dipilih Investor Lokal Saat Volatilitas Tinggi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/14/bocoran-sektor-yang-biasa-dipilih-investor-lokal-saat-volatilitas-pasar-masih-tinggi-1784000996465_169.png”}]’); Next Article Untung Rp31 Miliar Gegara Nguping, Istri Kena PHK-Suami Dipenjara
Artinya, hadiah yang diterima Suradji cukup untuk membeli sekitar 12 rumah di kawasan tersebut.
Harga emas juga masih berada di kisaran Rp20 ribu per gram.
Faktor penyebabnya adalah hanya satu atau dua peserta yang beruntung dari jutaan kupon yang beredar. yang mengakibatkan Jika disetarakan dengan harga emas saat ini, nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Saat itu, peluang memenangkan hadiah utama sangat kecil
Namun, nomor yang dimiliki Suradji ternyata cocok melalui hasil undian.
Pada awal 1990-an, uang Rp1 miliar memiliki daya beli yang sangat besar.
Dengan uang Rp1 miliar, ia dapat membeli sekitar 50 kilogram emas.
Freepik) Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Dampak dari hal tersebut adalah aktivitas sehari-hari selalu dibayangi risiko kecelakaan.
Melihat kondisi tersebut, Suradji memutuskan menggunakan sebagian hadiah yang diterimanya untuk membangun jembatan permanen.
Berdasarkan laporan Suara Pembaruan edisi 9 November 1991, ia mengeluarkan dana sekitar Rp117 juta dari kantong pribadinya untuk membangun jembatan beton tanpa bantuan pemerintah maupun swadaya masyarakat.
Jembatan tersebut kemudian dikenal masyarakat sebagai “Jembatan SDSB”, merujuk pada sumber dana pembangunannya.
Keputusan Suradji sempat menjadi perhatian luas dan diberitakan berbagai media nasional. akibat Jika menggunakan harga emas saat ini sebagai pembanding, nilai hadiah tersebut setara sekitar Rp50 miliar.
Meski mendadak menjadi orang kaya, Suradji tidak menghabiskan seluruh uangnya untuk kepentingan pribadi.
Sebagai petani yang hidup di Dusun Telasih, Desa Parakan, Trenggalek, ia justru tergerak membantu masyarakat di desanya yang selama bertahun-tahun kesulitan menyeberangi sungai.
Kala itu, warga hanya mengandalkan jembatan bambu yang rapuh
Di era sebelum media sosial berkembang, kisah seorang petani yang menggunakan hadiah miliaran rupiah untuk membangun fasilitas umum menjadi perbincangan masyarakat.
Kisah Suradji tidak dapat dilepaskan dari keberadaan SDSB yang berlaku pada era Orde Baru.
Program yang diluncurkan pada 1989 itu merupakan salah satu skema undian berhadiah yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk menghimpun dana dari masyarakat.
Masyarakat membeli kupon bernomor melalui harapan memenangkan hadiah uang tunai, sementara dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung pembiayaan pembangunan.
SDSB bukanlah program pertama.
Faktor penyebabnya adalah dinilai tidak berbeda dengan praktik perjudian.
Sejumlah akademisi, aktivis, hingga mahasiswa menilai sistem tersebut mendorong masyarakat mengejar kekayaan secara instan. yang mengakibatkan Sebelumnya pemerintah juga pernah menerbitkan berbagai program serupa, seperti Lotere Dana Harapan (1978), Tanda Sumbangan Sosial Berhadiah (1979), Porkas Sepak Bola (1985), serta Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah (1987).
Meski diklaim sebagai program penghimpunan dana sosial, SDSB menuai kritik
Pria bernama Suradji mendadak menjadi miliarder setelah memenangkan hadiah utama program Sumbangan Sosial Dermawan Berhadiah (SDSB), sebuah undian yang kala itu diselenggarakan pemerintah.
Suradji berhasil membawa pulang hadiah Rp1 miliar, jumlah yang sangat fantastis pada masanya.
Sebagai gambaran, harga rumah di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta, saat itu berkisar Rp80 juta per unit.
CNBC Insight Petani Mendadak Kaya Raya, Dapat Duit Bisa Beli 12 Rumah Elite Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 751878, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260718185049-17-751878/petani-mendadak-kaya-raya-dapat-duit-bisa-beli-12-rumah-elite’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 18 July 2026 20:15 Foto: Ilustrasi Harta Karun Emas.
Jakarta, CNBC Indonesia – Keberuntungan luar biasa pernah menghampiri seorang petani asal Trenggalek, Jawa Timur, pada 1991.
Tidak sedikit warga yang rela berutang, menjual harta, bahkan mencari berbagai cara demi membeli kupon undian, meski peluang menang sangat kecil.
Pemerintah ketika itu membantah anggapan, SDSB merupakan bentuk perjudian.
Analisis mendalam tentang Petani Mendadak Kaya Raya, Dapat Duit Bisa Beli 12 Rumah Elite akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
