Bos OJK Buka Suara Soal Pengumuman SdanP DJI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos OJK Buka Suara Soal Pengumuman SdanP DJI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Investor institusi global juga masih menyoroti keterbukaan struktur kepemilikan saham dan dugaan pola perdagangan terkoordinasi yang menyulitkan penilaian terhadap free float yang sesungguhnya.

Meski demikian, S&P DJI mengapresiasi berbagai langkah yang telah ditempuh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pasar modal Indonesia.

Namun, besaran aset kelolaan (asset under management/AUM) yang mengikuti indeks S&P masih relatif lebih kecil dibandingkan penyedia indeks global lainnya seperti MSCI maupun FTSE Russell.

“Kalau kita lihat memang dibandingkan melalui indeks provider lainnya, misalnya MSCI dan FTSE, besaran nilai total asset under management di bawah indeks S&P yang terkait dengan bursa kita lebih terbatas, relatif lebih kecil dibandingkan yang lain,” ujar Hasan kepada wartawan, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin, (13/7/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: S&P Tiba-tiba Muncul di Kantor Airlangga, Bahas Soal Ini!

Sementara itu, Nigeria dipantau untuk kemungkinan naik kelas dari Standalone menjadi Frontier Market.

S&P DJI menyebut alasan utama penempatan Indonesia dalam daftar pantauan adalah masih adanya persoalan transparansi kepemilikan saham yang dinilai berdampak pada likuiditas pasar serta keandalan pembentukan harga saham.

OJK menegaskan akan mendengarkan seluruh masukan dari penyedia indeks tersebut dan memberikan penjelasan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita akan betul-betul mendengarkan apa yang menjadi concern yang sekiranya dapat kemudian kita berikan jawabannya secara utuh dan sesuai melalui ketentuan yang ada,” kata Hasan.

Dalam dokumen Country Classification – 2026/2027 Watchlist yang dirilis pada 7 Juli 2026, S&P DJI memasukkan Indonesia ke dalam Watchlist 2027.

Dengan demikian, belum terdapat potensi arus keluar dana dari investor pasif yang mengikuti indeks tersebut.

Menurutnya, dana pasif yang mengacu pada indeks global hanya akan melakukan penyesuaian portofolio apabila terdapat perubahan komposisi atau klasifikasi indeks.

S&P menegaskan, apabila permasalahan tersebut dapat diatasi, Indonesia berpeluang mempertahankan status Emerging Market, sedangkan jika tidak, Indonesia berisiko dikenai Special Measures atau bahkan direklasifikasi menjadi Frontier Market pada review 2027.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260709124455-19-749431/video-sp-pantau-status-ri-ihsg-lesu-rupiah-tembus-rp-18077-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749431?comscore=off”,”time”:415,”title”:”Video: S&P Pantau Status RI, IHSG Lesu & Rupiah Tembus Rp 18.077/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/09/sp-pantau-status-indonesia-ihsg-lesu-rupiah-tembus-rp-18077usd-1783576259118_169.png”}]’); Next Article Bos BEI Buka Suara Soal Pengumuman S&P

Dampak dari hal tersebut adalah belum ada keputusan untuk menurunkan klasifikasi ataupun mengeluarkan saham Indonesia dari konstituen indeksnya. akibat

Hasan menjelaskan, hingga saat ini S&P baru menempatkan Indonesia dalam daftar pantauan

Bos OJK Buka Suara Soal Pengumuman S&P DJI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750367, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260713123020-17-750367/bos-ojk-buka-suara-soal-pengumuman-sp-dji’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 13 July 2026 13:15 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Selama belum ada keputusan resmi dari S&P DJI, investor yang melakukan tracking terhadap indeks Indonesia belum diwajibkan melakukan perubahan kepemilikan saham.

OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah mulai melakukan komunikasi melalui S&P DJI guna memahami berbagai perhatian yang menjadi dasar masuknya Indonesia ke dalam daftar pantauan.

Indonesia yang saat ini berstatus Emerging Market berpotensi direklasifikasi menjadi Special Measures atau Frontier Market pada peninjauan tahunan 2027.

Selain Indonesia, S&P DJI juga memasukkan Turki ke dalam Watchlist 2027 melalui potensi perubahan klasifikasi dari Emerging menjadi Special Measures atau Frontier.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait keputusan lembaga penyedia indeks global S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang menempatkan Indonesia ke dalam Watchlist 2027.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, S&P sebagai penyedia indeks memang memiliki sejumlah dana yang berinvestasi pada saham-saham Indonesia.

Analisis mendalam tentang Bos OJK Buka Suara Soal Pengumuman SdanP DJI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *