Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Bukan hanya keberadaan BNI, dia juga meminta restu untuk mengurusi yayasan perbankan milik negara bernama Yayasan Poesat Bank Indonesia.

Pemerintah resmi mendirikan BNI sebagai bank sentral pada 5 Juli 1946, berdasarkan Perpu No.2 tahun 1946.

dinarpus.banyumaskab)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nama kakek presiden Prabowo Subianto, Margono Djohohadikusumo ternyata punya peranan penting dalam mendirikan bank pertama di Indonesia.

Dia juga telah bergerak lebih cepat untuk mewujudkannya, termasuk mengantongi restu dari presiden dan wakil presiden Soekarno dan Hatta untuk mendirikan bank nasional bernama Bank Negara Indonesia.

Pendiriannya sejak September 1945.

Bersamaan melalui pekerjaannya sebagai bank sentral, BNI juga memiliki tugas sebagai bank umum mulai dari pemberian kredit, pengeluaran obligasi, dan penerimaan simpanan giro, deposito, atau tabungan.

Margono menduduki kursi pemimpin awal BNI, sementara modalnya berasal dari patungan rakyat Indonesia.

Bersama melalui Soerachman, merupakan sosok pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).

Pada awal kemerdekaan, kedua ekonom itu memandang penting mendirikan bank sentral di Indonesia.

Namun fungsinya sebagai bank sentral memudar pada 1953.

Saat itu, pemerintah mengambil alih DJB dan mengubahnya menjadi Bank Indonesia yang bertugas sebagai bank sentral.

Artinya juga Indonesia tidak perlu membangun bank lagi dari awal.

Di tengah perdebatan, Belanda datang melalui kabar ingin menjajah kembali Indonesia.

Belum lagi rencana DJB mencetak dan mengedarkan uang buatan Belanda untuk mengacaukan ekonomi Indonesia.

Dengan situasi ini membuat gagasan Margono kian logis.

BNI menerbitkan uang bernama Oeang Republik Indonesia (ORI) melawan NICA buatan DJB.

Akan tetapi di lapangan, banyak wilayah yang bisa diambil Belanda.

Ini Fakta Pahitnya”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/07/cnbc-indonesia-tv-1778146766866_169.jpeg”}]’); Next Article TNI Temukan Emas di Sukabumi, Negara Simpan di Bank Kakek Prabowo

Namun memiliki cara pandang berbeda untuk melakukannya.

Margono selaku Dewan Pertimbangan Agung berpendapatan Indonesia perlu mendirikan bank sentral melalui jarih payang bangsa, bukan warisan bank asing.

Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750194, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260712171329-17-750194/ada-sosok-kakek-prabowo-di-balik-berdirinya-bank-pertama-di-ri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Tim Redaksi,  CNBC Indonesia 12 July 2026 19:15 Foto: Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo.

Namun awal kemunculannnya, BNI menemukan kesulitan.

BNI harus menjadi ujung tombak pertempuran di sektor ekonomi melawan DJB dari Belanda.

Faktor penyebabnya adalah operasional mandek membuat banyak cabang BNI di daerah tutup dan asetnya dirampas Belanda.

Setelah perang melawan Belanda selesai pada 1949, BNI mulai aktif kembali. yang mengakibatkan Hal ini membuat tugas BNI sebagai bank sentral tidak optimal,

Sementara Soerachman yang menjabat sebagai Menteri Kemakmuran berpandangan sebaliknya, yakni harus menghidupkan kembali De Javasche Bank (DJB) buatan Belanda.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Bank itu dinilai telah mengawal ekonomi Indonesia lebih lama, belum lagi terdapat tenaga yang mumpuni.

Belanda akan menghidupkan kembali DJB sebagai bank sentral.

“Belanda ingin menghidupkan kembali DJB sebagai bank sentral berdasarkan izin Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tanggal 2 Januari 1946,” tulis penyusun buku Semarang Sebagai Simpul Ekonomi (2022).

Jelas keberadaannya akan mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia.

Status bank sentral dari BNI resmi dicabut pada 1968, sejak saat itu berubah menjadi bank pelat merah.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260507162728-19-733179/video-benar-ihsg-selalu-menguat-saat-ekonomi-naik-ini-fakta-pahitnya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733179?comscore=off”,”time”:762,”title”:”Video: Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik?

Analisis mendalam tentang Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *