AS Kembali Serang Iran, Harga Minyak Langsung Terbang 2% ke US$75,91

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang AS Kembali Serang Iran, Harga Minyak Langsung Terbang 2% ke US$75,91 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah investor mulai memperhitungkan potensi tekanan inflasi yang lebih tinggi apabila harga energi terus meningkat. yang mengakibatkan Kondisi tersebut mengurangi kemampuan AS meredam gejolak apabila pasokan minyak global kembali terganggu.

Di luar pasar energi, kenaikan harga minyak ikut mendorong aksi jual di pasar obligasi pemerintah AS

AS Kembali Serang Iran, Harga Minyak Langsung Terbang 2% ke US$75,91 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 749049, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260708095953-17-749049/as-kembali-serang-iran-harga-minyak-langsung-terbang-2-ke-us-7591’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 08 July 2026 11:15 Foto: REUTERS/Liz Hampton

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia melesat pada perdagangan Rabu (8/7/2026) pagi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran dan kembali memberlakukan sanksi perdagangan terhadap ekspor minyak negara tersebut.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di US$72,18 per barel, menguat 2,47% dari posisi penutupan Selasa di US$70,44 per barel.

Kenaikan tersebut sekaligus memperpanjang pemulihan harga minyak dalam beberapa hari terakhir.

Langkah ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global, terutama setelah kembali muncul ketegangan di sekitar Selat Hormuz.

Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.55 WIB, harga minyak Brent berada di US$75,91 per barel, naik 2,36% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$74,16 per barel.

Faktor penyebabnya adalah Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan energi dunia.

Meski demikian, pelaku pasar belum melihat kondisi ini sebagai kepanikan penuh. yang mengakibatkan Pemerintah AS pada saat yang sama mencabut kelonggaran yang sebelumnya memungkinkan Iran tetap menjual minyak ke pasar internasional.

Situasi tersebut kembali menghidupkan kekhawatiran terhadap gangguan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah, terutama

Jason Wong, Senior Strategist BNZ di Wellington, mengatakan pasar minyak dalam beberapa bulan terakhir terbukti cukup tangguh menghadapi guncangan pasokan.

Brent kini telah naik sekitar 5,5% dibandingkan penutupan Senin (6/7/2026), sedangkan WTI menguat sekitar 5,3% dalam periode yang sama.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Reuters melaporkan, sentimen pasar berubah setelah Washington menyerang sejumlah fasilitas pertahanan udara, sistem pengawasan pantai, serta lokasi peluncuran rudal antikapal dan drone milik Iran.

Faktor penyebabnya adalah cadangan minyak global berada pada level rendah.

Data yang dirilis pekan ini turut memperlihatkan cadangan minyak di Strategic Petroleum Reserve (SPR) Amerika Serikat telah turun ke titik terendah sejak 1983. yang mengakibatkan Namun, ruang penyangga kini lebih sempit

Sementara itu, pasar saham bergerak lebih berhati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

CNBCΒ Indonesia

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622104120-19-744546/video-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744546?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Emas Terpuruk Tapi Harga Minyak Meroket Efek Panas Selat Hormuz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/harga-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz-1782102867059_169.png”}]’); Next Article Ada Sinyal Kabar Baik dari Iran, Begini Reaksi Pemerintah Indonesia

Analisis mendalam tentang AS Kembali Serang Iran, Harga Minyak Langsung Terbang 2% ke US$75,91 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *