Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

 

Jakarta, CNBC Indonesia — Klaim penemuan cadangan emas raksasa di Kalimantan sempat membuat dunia gempar dan memicu euforia di kalangan investor.

Mereka menyusuri hutan tropis antah berantah demi menemukan wilayah, yang menurut ahli geologi John Felderhof kaya akan emas, bernama Busang.

Usai menelusuri dan memastikan potensi kawasan, perusahaan membuat surat terbuka kepada para investor.

Ditemukan pula surat wasiat.

“Kursi belakang melalui satu-satunya penumpang itu sudah kosong, dan pintu kanan helikopter terbuka,” tulis Bondan Winarno (1997:117)

Di darat, tim SAR menemukan mayat yang diyakini Guzman.

Di Indonesia, para petinggi negara dan pengusaha langsung kepincut.

Sejumlah tokoh penting Indonesia hingga Presiden RI saat itu ikut menaruh perhatian pada proyek yang diklaim menyimpan 53 juta ton emas.

Namun, janji kekayaan tersebut terbukti hanya rekayasa, memicu salah satu skandal pertambangan terbesar yang mengguncang pasar keuangan global.

Dalam laporan investigasi Tempo (30 November 1998), awalnya sekelompok peneliti dari perusahaan tambang asal Kanada bernama Bre-X mengaku menemukan bongkahan gunug emas di Kalimantan Timur.

Bos itu bernama Michael de Guzman, Direktur Eksplorasi Bre-X.

Guzman kabarnya tewas bunuh diri melompat dari kursi penumpang helikopter perjalanan Samarinda-Busang.

Presiden Soeharto mengharuskan perusahaan asing berbagi saham dan bekerjasama melalui pemerintah.

Inti surat itu menjelaskan prospek masa depan Busang, yang jika digarap serius, maka bisa saja para investor akan kaya raya.

Di Indonesia sendiri memang sudah banyak orang kaya berkat tambang emas.

Namun, keluarga yakin dia masih hidup dan dipercaya mengasingkan diri di Amerika Selatan.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260702103339-19-747438/videoihsg-menguat-lebih-1-saat-rupiah-melemah-dekati-rp-18000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/747438?comscore=off”,”time”:301,”title”:”Video:IHSG Menguat Lebih 1% Saat Rupiah Melemah & Dekati Rp 18.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/02/ihsg-menguat-lebih-dari-1-saat-rupiah-masih-melemah-dekati-rp-18000usd-1782963581962_169.png”}]’); Next Article Setiap Hari 1.000 Warga RI Teriak, Duit Rp 9,1 T Diambil Maling

Tidak terdapat emas di batuan Busang dari tahun 1995-1997.

Seketika, kabar itu membuat heboh Indonesia.

Dalam kasus Busang, Soeharto menunjuk PT Freeport-McMoRan sebagai perusahaan tambang mewakili pemerintah.

Namun, tetap saja tak bisa diselesaikan dan masih menyisakan tanda tanya terutama soal hilangnya Guzman.

Mengutip kembali laporan BBC International, setelah kejadian itu batang hidung Guzman tak terlihat lagi.

Pada saat bersamaan, Freeport merilis hasil verifikasi: tanah Busang tidak mengandung emas.

Berbagai peneliti independen juga melaporkan hal serupa.

Perusahaan Bre-X itu disebut sebagai perusahaan gurem, tanda ia bergerak kecil-kecilan.

Sebagaimana diuraikan Bondan Winarno dalam laporan investigasi Bre-X: Sebongkah Emas di Kaki Pelangi (1997:50), pada 1993 ahli geologi perusahaan telah melakukan perjalanan 12 hari di Kalimantan Timur.

Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

Apalagi, perusahaan juga mengumumkan kalau tanah Busang bak memiliki gunung emas sebesar 53 ton.

Proyek Freeport-McMoRan di tanah Papua jadi salah satu buktinya.

Seketika, kabar itu langsung heboh.

Dia yakin bahwa mayat itu bukan Guzman.

Setelah melakukan penelusuran hingga Kanada, keyakinan itu benar.

Kesimpulannya, dia masih hidup dan sengaja disembunyikan.

Rupanya, kejadian ini punya benang merah atas kasus gunung emas Busang.

Namun, naluri investigasi Bondan Winarno sebagai jurnalis berkata lain.

Alhasil, di Kanada, saham Bre-X langsung meroket dan mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah.

BBC International mencatat nilai perusahaan dari semula sangat kecil berubah seketika menjadi Rp7 triliun.

Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 748163, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260705160142-17-748163/skandal-besar-presiden-ri-dan-satu-dunia-kena-tipu’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 05 July 2026 19:00 Foto: Penampakan Gunung Emas Pinggir Jakarta yang Hancur via Gmaps

 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Mereka wajib mengambil sampel untuk membuktikan di laboratorium bahwa tanah tersebut benar mengandung emas.

Keikutsertaan proyek emas di tengah ketidakpastian ekonomi tahun 1990-an menjadi secercah harapan.

Akan tetapi, tak mudah bagi Bre-X berbisnis di Indonesia.

Dari sinilah fakta emas Busang mulai terungkap.

Semua Kena Tipu

Sebagai perusahaan ternama, Freeport menjalankan prosedur ketat, yakni verifikasi lapangan.

Sebut saja orang terdekat Presiden Soeharto, seperti pengusaha Bob Hasan dan anak Soeharto, Sigit Harjojudanto.

Lewat perusahaannya masing-masing, perlahan keduanya menguasai area penambangan di Busang.

Bergeraklah tim Freeport ke sana.

Tak disangka, pada 19 Maret 1997, hari yang sama saat Freeport melakukan verifikasi, tersiar kabar kalau bos Bre-X menghilang.

Sebab, telah berhasil membuat Presiden Soeharto ketipu.

Bahkan, mereka sampai menyandera bos Bre-X, David Walsh, untuk meminta uangnya kembali.

Butuh waktu lama agar kasus ini mereda.

Pada 1997, Bob Hasan sudah mengakuisisi 50% saham PT Askatindo Karya Mineral dan PT Amsya Lina di mana eduanya menguasai penambangan Busang I dan Busang II.

Bahkan, Sigit dibujuk oleh pihak Bre-X uang US$1 juta per bulan agar perusahaannya, PT Panutan Daya, menjadi konsultan di Busang.

Analisis mendalam tentang Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *