Indosat (ISAT) Divestasi Usaha Fiber Optik Rp11,71 T

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Indosat (ISAT) Divestasi Usaha Fiber Optik Rp11,71 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dengan demikian, perseroan masih memiliki eksposur strategis terhadap bisnis infrastruktur serat optik yang dijalankan IFT.

Sebelumnya diberitakan, PT Indosat Tbk.

Langkah ini membuat Indosat memonetisasi aset fiber menjadi kepemilikan 45% saham di perusahaan patungan, sementara Arsari Group juga menguasai 45% saham.

Indosat (ISAT) Divestasi Usaha Fiber Optik Rp11,71 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747630, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260702175553-17-747630/indosat–isat–divestasi-usaha-fiber-optik-rp1171-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 02 July 2026 18:15 Foto: Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) mengumumkan telah menyelesaikan transaksi divestasi mayoritas kepemilikan saham di PT Infra Fiber Teknologi (IFT) kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT) senilai Rp11,71 triliun.

Nilai transaksi pelepasan saham tersebut telah efektif secara hukum pada 30 Juni 2026.

Di antaranya adalah Perjanjian Investasi yang ditandatangani pada 23 Desember 2025 dan kemudian diamendemen pada 6 Mei 2026, serta Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang diteken pada tanggal yang sama.

Setelah transaksi divestasi rampung, Indosat masih mempertahankan kepemilikan satu saham di IFT.

Sebagai imbalannya, Indosat memperoleh 1.991.439 saham NFT atau setara 49,1% dari modal ditempatkan dan disetor NFT, sedangkan Lintasarta menerima 32.132 saham atau setara 0,8%.

Perseroan juga mengungkapkan bahwa transaksi tersebut diikuti melalui penandatanganan Perjanjian Pemegang Saham antara Indosat, Lintasarta, NFT, dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya.

Sementara itu, NFT menjadi pemegang saham mayoritas melalui kepemilikan 13.791.051 saham pada perusahaan tersebut.

Meski melepas mayoritas kepemilikan langsung di IFT, Indosat tetap memiliki kepemilikan efektif secara langsung maupun tidak langsung sebesar 49,68% pada IFT melalui struktur kepemilikan baru.

(ISAT) bersama Arsari Group dan Northstar membentuk perusahaan patungan di bidang penyediaan koneksi fiber optik.

Indosat mengalihkan aset serat optiknya ke perusahaan baru yang valuasinya mencapai Rp14,6 triliun.

Indosat bersama anak usahanya PT Aplikanusa Lintasarta menjual secara kumulatif 11.707.828 saham atau setara 84,9% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor IFT kepada NFT.

Selain transaksi penjualan saham, Indosat dan Lintasarta juga melakukan transaksi inbreng atas 2.083.223 saham atau setara 15,1% kepemilikan di IFT.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada 6 Mei 2026 dan mulai berlaku efektif setelah penyelesaian transaksi jual beli saham.

Baca: PMMP Krisis, Kredit Bank Permata ke Emiten Ini Nyaris Rp1 Triliun

Transaksi divestasi ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah perjanjian yang sebelumnya telah diumumkan perseroan.

Sisanya dimiliki oleh mitra lainnya dalam struktur konsorsium.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menekankan bahwa kolaborasi ini memiliki tujuan yang lebih luas, yakni memperkuat daya saing Indonesia secara keseluruhan.

“Semua riset, mulai dari Bank Dunia, McKinsey, hingga laporan internal Indosat, menunjukkan bahwa komponen terpenting dari infrastruktur digital adalah fiber,” kata Vikram dalam kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan, kemitraan strategis melalui Arsari, dikombinasikan dengan kapabilitas belanja, kebijakan, serta platform yang dibangun Indosat, diharapkan dapat mendorong Indonesia menuju target pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

“Hari ini, partnership strategis ini dengan Ansari, dan terutamanya Indosat, dan kemampuan platform yang kita bangunkan, ini akan membantu kita bergerak ke arah pertumbuhan 8% GDP,” ujar Vikram.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260701164801-19-747260/video-bedah-strategi-emiten-alat-kesehatan-ipo-di-tengah-volatilitas”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/747260?comscore=off”,”time”:509,”title”:”Video: Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/01/bedah-strategi-bisnis-emiten-alat-kesehatan-ipo-di-tengah-volatilitas-pasar-1782900449603_169.png”}]’); Next Article BUMI Lepas Kepemilikan Saham Citra Palu Mineral ke BRMS

Analisis mendalam tentang Indosat (ISAT) Divestasi Usaha Fiber Optik Rp11,71 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *