Era Baru Finfluencer, Wajib Edukatif Hingga Ungkap Praktik Endorse

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Era Baru Finfluencer, Wajib Edukatif Hingga Ungkap Praktik Endorse yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Melalui media sosial, mereka mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit disentuh program edukasi keuangan konvensional.

Di tengah tingginya kebutuhan edukasi keuangan tersebut, finfluencer muncul sebagai sumber informasi baru bagi masyarakat.

Ketiga aspek ini masuk dalam POJK nomor 6 tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan.

Aspek pertama adalah edukasi.

Padahal, jumlah kerugian dari scam online di Indonesia sudah tembus Rp9,1 triliun per Januari 2026.

Adapun modus scam yang dilaporkan beragam, mulai dari penipuan transaksi belanja melalui 73.000 laporan, yang diikuti panggilan palsu, penipuan investasi, penipuan kerja, dan penipuan dengan iming-iming hadiah.

3 Area Pengawasan Finfluencer

OJK menerapkan tiga area utama pengawasan praktik finfluencer.

Pada akhirnya, konsumen yang menanggung rugi, sementara influencer melenggang mendapat pundi-pundi.

Belum lagi, beberapa finfluencer juga melakukan promosi tanpa memiliki kapasitas ilmu keuangan yang memadai.

Dalam kondisi ini, finfluencer juga wajib mengungkapkan kepentingan yang dimilikinya di balik rekomendasi yang diberikan.

Selain ketiga aspek tersebut, OJK juga mendorong para finfluencer memiliki keahlian yang memadai, misalnya melalui sertifikasi atau bentuk kompetensi lainnya.

Wawan mengakui saat ini belum terdapat standar sertifikasi yang seragam untuk seluruh sektor jasa keuangan.

Artinya, banyak orang yang membeli produk, tetapi tidak mengerti produk yang dibelinya,” ujar Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Wawan Supriyanto, dalam acara Journalist Workshop OJK di Banten, Senin (29/6/2026).

Besarnya selisih antara tingkat inklusi dan literasi keuangan membuat keberadaan finfluencer semakin relevan.

Namun, jika tidak sesuai aturan, kehadirannya bisa menjadi pedang bermata dua.

Indonesia masih menghadapi fenomena tingginya kesenjangan (gap) antara literasi dan inklusi keuangan.

Izin tersebut bisa dimiliki melalui proses sertifikasi.

Adapun sertifikasi yang berlaku di industri pasar modal antara lain WPPE dan WMI.

Namun, besarnya pengaruh yang mereka miliki juga membawa risiko tersendiri.

Kekuatan pengaruh tersebut kerap dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi dan inklusi keuangan pada 2025 masing-masing mencapai 66,46% dan 80,51%.

Baca: Bursa RI Cetak Sejarah, Kantongi Laba Rp 1,07 T Sepanjang 2025

“Ada gap yang lumayan, sekitar 14,05%.

Aspek ini penting ketika finfluencer bekerja sama melalui PUJK untuk mempromosikan produk tertentu, atau biasa disebut ‘endorse’.

“Kalau sudah masuk pemasaran, rata-rata mereka bekerja sama dengan pelaku usaha.

WPPE atau Wakil Perantara Pedagang Efek adalah sertifikat bagi perantara atau broker yang bertugas menyampaikan informasi dan mengeksekusi transaksi efek, sementara WMI atau Wakil Manajer Investasi adalah sertifikasi jika seseorang memberikan analisis mendalam dan mengelola portofolio.

Dengan aturan ini, finfluencer diharap dapat bersama-sama menjaga kualitas informasi sektor jasa keuangan guna menciptakan ekosistem sektor jasa keuangan yang semakin terpercaya, berintegritas, dan mampu mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260619083904-19-743924/video-direksi-bei-2026-2030-siap-disahkan-dalam-rups-tahunan-bei”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/743924?comscore=off”,”time”:87,”title”:”Video: Direksi BEI 2026-2030 Siap Disahkan dalam RUPS Tahunan BEI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/19/direksi-bei-20262030-siap-disahkan-dalam-rups-tahunan-bei-1781840665762_169.png”}]’); Next Article Waspada Modus Penipuan Baru Pakai Program OJK!

Dalam poin ini, finfluencer diharap dapat menjelaskan karakteristik produk, manfaat, risiko, hingga perbandingannya melalui produk keuangan lain.

Poin kedua adalah pemasaran.

Di sisi lain, praktik finfluencer demikian kerap menjerumuskan pengikutnya untuk membeli produk keuangan tanpa mempertimbangkan profil risiko pribadi. sedangkan Sejumlah influencer saham misalnya, kerap memperoleh keuntungan dari pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), seperti sekuritas, dengan mempromosikan produk atau emiten tertentu.

Meski tak melanggar aturan,

Jadi harus disampaikan bahwa dirinya memang dibayar atau bekerja sama melalui perusahaan tertentu, dan ada bentuk monetisasi di balik konten tersebut,” tandasnya.

Sementara aspek ketiga adalah rekomendasi.

Era Baru Finfluencer, Wajib Edukatif Hingga Ungkap Praktik Endorse Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 746721, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260630084921-17-746721/era-baru-finfluencer-wajib-edukatif-hingga-ungkap-praktik-endorse’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 30 June 2026 09:25 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Banten, CNBC Indonesia – Kehadiran financial influencer (finfluencer) membantu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.

Sehingga, informasi yang sampai ke masyarakat berpotensi menyesatkan.

Hal ini dapat menambah daftar panjang penipuan online yang masuk ke Indonesia Anti Scam Center (IASC).

Namun, OJK melihat model sertifikasi di sektor pasar modal dapat menjadi contoh bagi sektor lainnya.

Sebagai gambaran, di industri pasar modal, influencer saham yang memberikan rekomendasi produk pasar modal wajib memiliki izin sebagai Penasihat Investasi.

Analisis mendalam tentang Era Baru Finfluencer, Wajib Edukatif Hingga Ungkap Praktik Endorse akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *