Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Alasan Purbaya Guyur Bank Rp400 T: Indikator Likuiditas di KSSK Ilusif yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Selama saya di KSSK juga, lima tahun terakhir sampai sekarang selalu angkanya bagus.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Katanya sebelumnya kredit bank tumbuh 11,5%, tapi tadi para pemimpinan bank bilang bisa turun signifikan sekali kalau tidak diperbaiki kondisi likuiditasnya,” tegas Purbaya.
Oleh sebab itu, Purbaya menekankan, dirinya telah memutuskan untuk kembali memasok likuiditas di perbankan melalui penempatan dana menganggur pemerintah di Bank Indonesia ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga akhir tahun senilai Rp 400 triliun.
Baca: Sebut Likuiditas Bank Kering, Purbaya Guyur Rp400 T Sampai Akhir 2026
“Karena ini menunjukkan kebijakan saya berpengaruh ke perekonomian, ke perbankan.
Jadi itu ilusif, artinya menyembunyikan keadaan yang sesungguhnya,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Karena itu, Purbaya menekankan, saat ini yang digunakan Kementerian Keuangan dalam melihat kecukupan likuiditas di perbankan ialah menggunakan indikator base money alias M0.
Indikator pertumbuhan uang primer itu ia anggap lebih jelas dalam melihat kondisi likuiditas perbankan.
“Kita balik ke teori yang gampang di moneter itu kita lihat base money seperti apa, itu utama yang saya lihat yang betul-betul melihat kebijakan bank sentral di perekonomian seperti apa,” ucap Purbaya.
Selain indikator base money, ia mengaku melihat langsung suara dari jajaran direksi perbankan.
“Ini saya dengerin banknya ribut atau enggak, kalau banknya ribut yasudah, tapi kalau banknya enggak ribut berarti bagus.
Karena selama ini itu yang menopang pertumbuhan ekonomi tumbuh di atas 5,5%.
Dampak dari hal tersebut adalah sistemnya enggak terganggu. akibat EnggakΒ disuntik, saya cuma mindahin uang saya ke sana, dari pajak, dari bond,” ujar Purbaya.
“Saya manage cash supaya ketika diambil pun dia bisa cepat balik ke sistem,
(CNBCIndonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menganggap, indikator kecukupan likuditas yang selama ini digunakan di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersifat ilusif.
Alasan Purbaya Guyur Bank Rp400 T: Indikator Likuiditas di KSSK Ilusif Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 746113, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260626200940-17-746113/alasan-purbaya-guyur-bank-rp400-t-indikator-likuiditas-di-kssk-ilusif’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia 26 June 2026 20:15 Foto: Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Penindakan Bea Cukai Berupa Peti Kemas berisi pakaian bekas diBuffer Area TPS CDC Banda, Jalan Banda No.1, Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, Selasa, (23/6/2026).
Itu bukan kebijakan fiskal sebetulnya itu kebijakan moneter, tapi kita coba membantu,” tegasnya.
(arj/arj) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260626142802-19-746000/video-rupiah-melemah-ihsg-anjlok-lebih-2-sentimen-ini-jadi-sebab”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/746000?comscore=off”,”time”:605,”title”:”Video: Rupiah Melemah & IHSG Anjlok Lebih 2%, Sentimen Ini Jadi Sebab!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/26/rupiah-melemah-ihsg-anjlok-lebih-dari-2-sentimen-ini-penyebabnya-1782460140307_169.png”}]’); Next Article Bos BI Beberkan ‘Rahasia’ Kekompakan melalui Menkeu, OJK, dan LPS
“Itu cenderung tidak memberikan informasi apa-apa.
Artinya, data yang muncul tidak mencerminkan kondisi riil di sistem keuangan.
Ia menyebutkan, indikator yang terbilang ilusif dan digunakan sebagai standar dalam melihat kecukupan likuiditas di perbankan di antaranya Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD).
Baca: Purbaya Bongkar Kongkalikong Restitusi Petugas Pajak, 4 Bulan Rp160 T!
Analisis mendalam tentang Alasan Purbaya Guyur Bank Rp400 T: Indikator Likuiditas di KSSK Ilusif akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
