Usai Anjlok 3%, Harga Minyak Naik ke US$78,11

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Usai Anjlok 3%, Harga Minyak Naik ke US$78,11 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Menurutnya, tingkat kepercayaan yang rendah antara kedua negara membuat harga minyak sulit kembali ke level sebelum konflik dalam waktu singkat.

Usai Anjlok 3%, Harga Minyak Naik ke US$78,11 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 744921, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260623102235-17-744921/usai-anjlok-3-harga-minyak-naik-ke-us-7811’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 23 June 2026 10:40 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran akan menyetujui inspeksi senjata untuk memastikan kepatuhan terhadap komitmen nuklir.

Faktor penyebabnya adalah implementasi kesepakatan tersebut belum sepenuhnya teruji. yang mengakibatkan Dolar AS Naik ke Rp17.850 Pagi Ini

Meski demikian, pelaku pasar masih berhati-hati

Penurunan stok strategis terjadi ketika pasokan energi global masih menyesuaikan dampak konflik AS-Iran yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

CNBCΒ Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622104120-19-744546/video-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744546?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Emas Terpuruk Tapi Harga Minyak Meroket Efek Panas Selat Hormuz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/harga-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz-1782102867059_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Lanjut Melemah di Awal Pekan Ini

Pelemahan sebelumnya dipicu meredanya kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah menyusul perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,45% ke US$74,16 per barel.

Kenaikan tersebut terjadi setelah pasar melakukan penyesuaian posisi usai anjlok lebih dari 3% pada perdagangan Senin.

Dua kapal tanker yang membawa hampir 2 juta barel minyak tercatat melintasi Selat Hormuz pada Senin, memberi sinyal bahwa arus pengiriman perlahan kembali normal setelah sempat melemah sehari sebelumnya.

Analis KCM Trade, Tim Waterer, menilai pasar masih menyimpan keraguan terhadap keberlanjutan kesepakatan Washington-Teheran.

Investor masih menunggu bukti nyata bahwa kesepakatan dapat bertahan dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz benar-benar pulih.

Dari sisi fundamental, Departemen Energi AS melaporkan cadangan minyak di Strategic Petroleum Reserve (SPR) turun menjadi 331,2 juta barel pada pekan lalu.

Namun data pelacakan kapal memperlihatkan aktivitas mulai pulih.

Trump juga menegaskan akan mengambil tindakan apabila Iran tidak memenuhi kesepakatan yang telah dicapai.

//

Fokus utama pasar kini tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.

Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 10.15 WIB, kontrak Brent berada di US$78,11 per barel, naik 0,27% dibandingkan penutupan Senin di US$77,90 per barel.

Washington dilaporkan memberikan keringanan sanksi selama 60 hari setelah pembicaraan damai awal berlangsung, sementara ketegangan di Lebanon ikut mereda di bawah kesepakatan yang lebih luas.

Baca:Breaking News!

Pekan lalu, ancaman penutupan selat tersebut sempat memicu lonjakan premi risiko di pasar minyak.

Posisi tersebut menjadi yang terendah sejak Juni 1983.

Analisis mendalam tentang Usai Anjlok 3%, Harga Minyak Naik ke US$78,11 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *