Harga Minyak Lanjut Melemah di Awal Pekan Ini

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Lanjut Melemah di Awal Pekan Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kpler melaporkan lalu lintas kapal yang melintasi selat tersebut merosot tajam.

Irak bahkan berencana meningkatkan produksi secara bertahap hingga kisaran 4,2-4,3 juta barel per hari.

Di saat yang sama, Iran menyebut lebih dari 25 juta barel minyaknya telah berhasil melewati garis blokade virtual sejak awal pekan lalu.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$76,46 per barel, turun tipis 0,18% dari posisi sebelumnya di US$76,60 per barel.

Pergerakan ini memperpanjang fase koreksi yang terjadi sejak pertengahan Juni.

Pada 10 Juni, Brent masih bertengger di US$93,10 per barel dan WTI di US$90,03 per barel.

Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran apabila perkembangan diplomatik tidak berjalan sesuai harapan Washington.

Dari sisi pasokan, sejumlah produsen Timur Tengah mulai membuka keran lebih lebar.

Pertemuan yang diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik berjalan tidak mulus.

Harga Minyak Lanjut Melemah di Awal Pekan Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 744498, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260622091731-17-744498/harga-minyak-lanjut-melemah-di-awal-pekan-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 22 June 2026 09:32 Foto: REUTERS/Stringer

Jakarta, CNBC Indonesia โ€”ย Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Senin pagi (22/6/2026), setelah pekan lalu mengalami koreksi tajam akibat meredanya kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah.

Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.15 WIB, harga minyak Brent berada di US$79,48 per barel, turun 1,35% dibandingkan posisi penutupan Jumat lalu di US$80,57 per barel.

Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak dilaporkan menawarkan tambahan volume minyak kepada pembeli dalam sepekan terakhir.

Artinya, dalam kurang dari dua pekan, Brent telah kehilangan sekitar 14,6% nilainya, sedangkan WTI turun sekitar 15%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Tekanan terbesar datang dari perubahan ekspektasi pasar terhadap pasokan global.

Faktor penyebabnya adalah menjadi salah satu alat tawar utama dalam proses negosiasi geopolitik yang sedang berlangsung.

Ketidakpastian juga muncul dari perundingan pertama antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di Swiss. yang mengakibatkan Menurutnya, Iran masih memiliki insentif untuk mempertahankan tekanan terhadap jalur pelayaran tersebut

Selain itu, muncul harapan bahwa sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran dapat dilonggarkan sebagai bagian dari proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Meski demikian, ketegangan belum benar-benar berakhir.

Faktor penyebabnya adalah pasar mulai memperhitungkan masuknya kembali pasokan yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Persia. yang mengakibatkan Selama beberapa pekan terakhir, pelaku pasar sempat mengkhawatirkan gangguan distribusi minyak akibat konflik Iran-Israel serta ketidakpastian di Selat Hormuz, jalur yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.ย 

Baca: Delegasi Iran Walk Out, Negosiasi Damai dengan AS di Ujung Tanduk

Reuters melaporkan harga minyak pekan lalu anjlok lebih dari 8%

Arus pasokan tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap risiko kekurangan minyak dalam jangka pendek.

CNBCย Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260619112737-19-744009/video-harga-minyak-merosot-10-harga-emas-turun-ke-bawah-usd-4200-oz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744009?comscore=off”,”time”:212,”title”:”Video: Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/19/harga-minyak-merosot-10-harga-emas-turun-ke-bawah-usd-4200oz-1781843745964_169.png”}]’); Next Article Israel-Iran Kembali Adem, Harga Minyak Turun ke US$93,64

Pada Minggu, hanya lima kapal yang tercatat melintas, jauh lebih sedikit dibandingkan 26 kapal sehari sebelumnya.

Penurunan aktivitas pelayaran ini menjadi alarm baru bagi pasar energi global.

Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada akhir pekan melalui alasan adanya pelanggaran terhadap kesepakatan damai oleh Israel dan Amerika Serikat.

Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia, tempat jutaan barel minyak dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Iran bergerak menuju pasar Asia, Eropa, serta Amerika.

Kepala Riset Energi MST Marquee, Saul Kavonic, menilai pasar mungkin terlalu cepat berasumsi bahwaย Selat Hormuz akan kembali beroperasi normal.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Lanjut Melemah di Awal Pekan Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *