Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Tunggu Kepastian Damai AS-Iran yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Dampak dari hal tersebut adalah muncul pertanyaan mengenai daya tahan perjanjian tersebut. akibat Israel mengambil jarak dari kesepakatan yang dicapai AS dan Iran
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Tunggu Kepastian Damai AS-Iran Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 743229, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260617082627-17-743229/harga-minyak-naik-tipis-pasar-masih-tunggu-kepastian-damai-as-iran’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia 17 June 2026 08:40 Foto: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, Jumat (22/5/2026).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perjanjian tersebut akan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Brent telah jatuh dari US$94,25 per barel pada 8 Juni menjadi US$79,23 per barel hari ini.
Dampak dari hal tersebut adalah setiap gangguan di kawasan ini selalu memicu lonjakan premi risiko di pasar energi.
Rincian awal kesepakatan mulai terungkap pada Selasa waktu setempat. akibat Selat Hormuz merupakan jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global
Sebagai imbalannya, Teheran akan membuka kembali lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz yang praktis terganggu sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Dampak dari hal tersebut adalah memberikan bantalan bagi harga minyak.
Namun, sentimen permintaan global belum sepenuhnya mendukung. akibat Penyusutan stok yang lebih dalam dari perkiraan mengindikasikan pasokan domestik AS sedang mengetat
Dalam kurun waktu tersebut, Brent kehilangan sekitar 15,9% nilainya.
Harapan inilah yang mendorong aksi jual besar-besaran di pasar minyak sepanjang pekan lalu hingga awal pekan ini.
Meski demikian, pasar belum sepenuhnya yakin risiko geopolitik telah berakhir.
WTI bahkan turun dari US$91,30 per barel menjadi US$76,27 per barel atau terkoreksi sekitar 16,5%.
Laporan American Petroleum Institute (API) memperlihatkan stok minyak mentah AS turun 8,3 juta barel pada pekan yang berakhir 12 Juni.
Kondisi ini memberi sinyal bahwa aktivitas kilang di negara pengimpor minyak terbesar dunia masih lesu.
Ketegangan di kawasan juga masih terlihat setelah serangan pesawat nirawak Israel di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya empat orang.
Penurunan tajam ini terjadi setelah pasar mulai mengantisipasi meredanya gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Fokus utama pasar masih tertuju pada perkembangan perang Iran dan prospek pembukaan kembali Selat Hormuz.
Reuters melaporkan harga minyak sempat anjlok sekitar 5% selama dua sesi perdagangan berturut-turut setelah muncul harapan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran akan mengembalikan lalu lintas energi melalui jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut.
Seorang pejabat AS juga menyebut Iran akan kembali diperbolehkan menjual minyak setelah kesepakatan resmi ditandatangani.
Perlambatan konsumsi energi China berpotensi membatasi ruang penguatan minyak meskipun ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda.
CNBCΒ IndonesiaΒ
(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260615102347-19-742834/videoharga-minyak-mentah-anjlok-3-saat-harga-batu-bara-masih-membara”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/742834?comscore=off”,”time”:223,”title”:”Video:Harga Minyak Mentah Anjlok 3% Saat Harga Batu Bara Masih Membara”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/15/harga-minyak-mentah-anjlok-3-saat-harga-batu-bara-masih-membara-1781494130669_169.png”}]’); Next Article Pasar Ragu AS-Iran Damai, Harga Minyak Naik Lagi ke US$98
Nota kesepahaman tersebut memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan pada April selama 60 hari tambahan guna membuka ruang perundingan menuju perdamaian permanen.
Dalam kesepakatan itu, Amerika Serikat akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$76,27 per barel, lebih tinggi dari posisi sehari sebelumnya di US$76,05 per barel.
//
Meski menguat pagi ini, tren mingguan minyak masih berada dalam tekanan besar.
(via REUTERS/Majid-Asgaripour)
Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak dunia mulai bergerak naik pada perdagangan Rabu pagi (17/6/2026), setelah dua hari sebelumnya mengalami tekanan hebat.
Data terbaru memperlihatkan tingkat pengolahan minyak mentah China pada Mei turun 9,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi yang terendah dalam hampir empat tahun.
Pelaku pasar masih berusaha menakar apakah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran benar-benar akan bertahan serta kapan arus minyak melalui Selat Hormuz dapat kembali normal.
Menurut data Refinitiv pada pukul 08.20 WIB, harga minyak Brent berada di US$79,23 per barel, naik tipis dibandingkan penutupan sebelumnya di US$78,96 per barel.
Situasi ini membuat sebagian investor memilih menahan aksi jual lanjutan sambil menunggu kejelasan implementasi perjanjian damai.
Dari sisi fundamental, pasar juga mendapat dukungan dari data persediaan minyak Amerika Serikat.
Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sekitar 4,6 juta barel.
Analisis mendalam tentang Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Tunggu Kepastian Damai AS-Iran akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
