Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.886 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Angka ini naik dari posisi 3,8% pada bulan April dan mencetak rekor tertinggi sejak April 2023.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Secara bulanan, inflasi umum mencatatkan kenaikan 0,5%.
Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat membukukan net sell Rp3,13 triliun di seluruh pasar, meski IHSG berhasil ditutup menguat tajam.
Adapun pasar keuangan Indonesia pada hari ini masih akan dihadapkan melalui dinamika mulai dari perang hingga investor yang terus mencermati ketahanan fiskal dalam negeri maupun kelanjutan makroekonomi global.
IHSG dan rupiah sedang dalam tahap penguatan.
Lonjakan inflasi utama ini secara spesifik didominasi oleh melesatnya indeks harga energi hingga 3,9% secara bulanan atau 23,5% secara tahunan akibat tekanan pasar komoditas.
Sebaliknya, inflasi inti yang mengecualikan sektor energi dan pangan tampil lebih moderat melalui kenaikan 0,2% secara bulanan dan 2,9% secara tahunan.
Merespons data inflasi kemarin, pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan menahan suku bunga acuan pada pertemuan 17 Juni mendatang, dengan potensi kenaikan baru diprediksi mundur hingga bulan Desember.
Di tengah dinamika pengetatan tersebut, Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, justru mengindikasikan bahwa suku bunga memiliki ruang untuk bergerak lebih rendah di masa depan.
Warsh meyakini bahwa lonjakan produktivitas dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan akan memberikan dampak disinflasi yang signifikan bagi perekonomian secara keseluruhan.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260604155848-19-740192/video-rupiah-ihsg-anjlok-ini-instrumen-pilihan-manajer-investasi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/740192?comscore=off”,”time”:627,”title”:”Video: Rupiah & IHSG Anjlok, Ini Instrumen Pilihan Manajer Investasi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/04/saat-rupiah-ihsg-anjlok-parah-ini-instrumen-pilihan-manajer-investasi-1780564081216_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi I Melemah 1,91% Terbebani Kinerja Saham Ini
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.886 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 742092, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260611164259-17-742092/ihsg-ditutup-melemah-028-ke-level-5886’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 11 June 2026 16:50 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah setelah di awal sesi sempat menguat signifikan pada perdagangan Kamis (11/6/2026).
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.010 (+1,82%) dan level terendah 5.784 (-1,99%).
Sektor teknologi, finansial, kesehatan dan properti tercatat menguat hari ini.
Sedangkan koreksi paling dalam dicatatkan sektor infrastruktur, barang baku, energi dan konsumer non-primer.
Saham-saham pemberat kinerja IHSG hari ini termasuk AMMN, BREN, BRPT, DSSA dan MDKA.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global, termasuk dinamika pasar keuangan internasional dan pergerakan arus modal asing.
Pada akhir sesi pertama, IHSG turun 0,28% atau terdepresiasi 16,34 poin ke posisi 5.886,03, mematahkan reli setelah dua hari beruntun ditutup melonjak.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 265 saham menguat, 419 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan.
Namun, pesta IHSG dan rupiah bisa dirusak oleh duua kabar buruk dari Amerika Serikat yakni serangan baru dari tentara AS serta inflasi AS yang melonjak.
Perang Iran vs AS memanas lagi setelah Amerika Serikat mulai melancarkan serangan ke Iran pada Rabu, menurut pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM).
Dalam unggahan di platform X, CENTCOM menyatakan militer AS mulai “melancarkan serangan tambahan untuk pertahanan diri pada pukul 17.15 waktu ET terhadap sejumlah target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi.” Unggahan tersebut menegaskan bahwa serangan dilakukan “sebagai respons atas agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut.”
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Iran telah menargetkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz melalui serangan rudal dan drone.
Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan sebelumnya pada Rabu bahwa AS akan kembali menghantam Iran “dengan sangat keras”, meningkatkan ancaman publiknya sambil terus menekan Teheran agar menandatangani sebuah kesepakatan.
“Kami menghantam mereka dengan keras kemarin, dan kami akan menghantam mereka dengan keras lagi hari ini,” kata Trump dalam acara penandatanganan Secure America Act di Gedung Putih.
Sementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat Rabu malam merilis data inflasi periode Mei 2026 yang menunjukkan akselerasi inflasi tahunan ke level 4,2%.
Nilai transaksi mencapai Rp22,27 triliun melalui volume perdagangan 33,65 miliar saham dalam 2,37 juta kali transaksi.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Jadi Aset Safe Haven, Bisnis Emas Jadi Mesin Utama ANTAM
Volatilitas IHSG masih cukup tinggi hari ini.
Analisis mendalam tentang IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.886 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
