Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Amblas, Bos OJK Pantau Asuransi dan Dana Pensiun Terdampak yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Hal ini termasuk mengkaji dampak penurunan IHSG & rebalancing MSCI atas portofolio investasi asuransi.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, selama ini pengawasan industri asuransi lebih banyak berfokus pada aspek produk, penjualan polis, hingga pembayaran klaim.
Ia menjelaskan harga yang terbentuk dalam transaksi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar penilaian atau valuasi portofolio investasi secara keseluruhan.
Apalagi kalau sekarang ketika IHSG turun secara signifikan,” ujar Ogi dalam paparannya di Jakarta, Selasa, (2/6/2026).
Saat ini OJK tengah melakukan kajian lebih lanjut untuk memetakan perusahaan asuransi yang terdampak pelemahan pasar, termasuk yang memiliki kepemilikan pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI.
“Siapa saja (perusahaan asuransi/dapen) yang kena, siapa yang memiliki saham-saham MSCI yang dikeluarkan dan sebagainya.
Nilainya berapa, itu sedang kami kaji lebih lanjut,” kata Ogi.
Sebagai gambaran, Hingga akhir Mei 2026, sentiment rebalancing MSCI disebut Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya sebagai sentiment yang mendorong net sell asing dan menekan pergerakan IHSG hingga sempat menyentuh level Level 6.000-an.
Indeks Harga Saham Gabungan anjlok pada perdagangan Rabu (3/6/2026).
Namun, pengawasan terhadap aktivitas investasi perusahaan asuransi belum dilakukan secara mendalam.
Menurut Ogi, hasil evaluasi menunjukkan terdapat praktik investasi yang dilakukan ke perusahaan dalam grup yang sama.
Pada akhir sesi pertama IHSG anjlok nyaris 5% dan kehilangan 306 poin dalam satu sesi perdagangan.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan terkait praktik investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen).
Faktor penyebabnya adalah pengawasan investasi dinilai harus menjadi bagian penting dalam pengawasan industri perasuransian.
“Karena kegagalan perusahaan asuransi yang terjadi itu penyebabnya ternyata investasi yang salah. yang mengakibatkan Kondisi ini menjadi salah satu fokus perbaikan OJK
IHSG Amblas, Bos OJK Pantau Asuransi dan Dana Pensiun Terdampak Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 739753, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260603131439-17-739753/ihsg-amblas-bos-ojk-pantau-asuransi-dan-dana-pensiun-terdampak’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 03 June 2026 15:05 Foto: Ilustrasi orang berdoa melalui latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Terakhir kali IHSG ditutup di level lebih rendah dari perdagangan hari ini adalah pada Mei 2021 yang mana pasar sedang dalam rebound pasca pasar anjlok akibat pandemi covid-19 tahun 2020.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260520141248-19-736373/video-jurus-asuransi-perkuat-kecukupan-modal-hadapi-gejolak-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/736373?comscore=off”,”time”:522,”title”:”Video: Jurus Asuransi Perkuat Kecukupan Modal Hadapi Gejolak Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/20/jurus-asuransi-perkuat-kecukupan-modal-hadapi-gejolak-global-1779261811244_169.png”}]’); Next Article Ada Perang AS-Israel VS Iran, Unit Link Malah Makin Banyak Peminat
Secara rinci IHSG hari ini ambles 4,94% ke level 5.889,48.
Pelemahan ini membuat IHSG mencatatkan harga terendah dalam lima tahun.
Dampak dari hal tersebut adalah transparansi terkait lawan transaksi maupun harga yang digunakan menjadi terbatas.
Baca: IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, OTW Balik ke Level Pandemi? akibat Transaksi tersebut bahkan dilakukan melalui mekanisme pasar negosiasi, bukan pasar reguler,
Analisis mendalam tentang IHSG Amblas, Bos OJK Pantau Asuransi dan Dana Pensiun Terdampak akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
