Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, BI Kini Angkat Bicara!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, BI Kini Angkat Bicara! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Menurut Ramdan, stabilitas nilai tukar Rupiah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, BI Kini Angkat Bicara!

Di samping itu, mulai 2 Juni 2026, Bank Indonesia telah memberlakukan ketentuan threshold tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa underlying menjadi USD25.000 per pelaku per bulan.

Rupiah terus melemah sejak pembukaan perdagangan.

Baca: Bos Bank BUMN Sebut Ada Fenomena Repo SBN Buat Borong SRBI

Ramdan memastikan BI terus berada di pasar melalui mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 739774, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260603140043-17-739774/dolar-as-nyaris-tembus-rp18000-bi-kini-angkat-bicara’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 03 June 2026 14:03 Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi

Jakarta, CNBC Indonesia-Bank Indonesia (BI) buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pada hari ini Rabu (3/6/2026).

Kerja sama tersebut telah terjalin melalui Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

“Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi melalui Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional,” tegasnya.

(mij/mij) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260519092234-19-735818/video-rupiah-tembus-rp-17650-usd-suku-bunga-bi-ditahan-atau-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735818?comscore=off”,”time”:362,”title”:”Video: Rupiah Tembus Rp 17.650/USD, Suku Bunga BI Ditahan Atau Naik?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/19/rupiah-sentuh-rp-17650usd-suku-bunga-bi-bakal-ditahan-atau-dinaikkan-1779157594473_169.png”}]’); Next Article Nilai Tukar Rupiah Jadi Sorotan, Segini Harga Dolar AS di Bank Asing

Dolar AS kini nyaris menyentuh level Rp18.000.

“Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar melalui mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal,” kata Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia dalam keterangan tertulis.

Mengacu pada data Refinitiv, pada pukul 14.00 WIB dolar AS sudah berada di level Rp17.945.

Analisis mendalam tentang Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, BI Kini Angkat Bicara! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *