Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Justru Untung 1.000% di Saham Bioteknologi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Justru Untung 1.000% di Saham Bioteknologi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

robertduggan)

Jakarta, CNBC Indonesia – Kesuksesan ternyata tak selalu dimiliki oleh seorang yang berpendidikan tinggi.

Bob Duggan, seorang pengusaha sukses mendapatkan cuan dari investasi di saham bioteknologi.

Pada dua dekade lalu, ia berinvestasi di Pharmacyclics, perusahaan yang mengembangkan obat kanker Imbruvica.

Meskipun demikian, masih banyak yang harus diatasi terkait obat ini, termasuk performanya dalam uji coba global di luar China, di mana Summit melisensikan Ivonescimab dari bioteknologi asal China, Akeso, pada tahun 2022.

Ini bukan pertama kalinya Duggan meraih kesuksesan di dunia bioteknologi.

Investasi terbarunya di Summit Therapeutics (SMMT) telah melonjak lebih dari 1.000%.

Melansir The Wall Street Journal, lonjakan saham perusahaan biofarmasi tersebut terjadi berkat data dari uji coba fase akhir yang menunjukkan bahwa obat Ivonescimab produksinya mengalahkan obat kanker blockbuster Merck, Keytruda, pada pasien melalui kanker paru-paru.

Baca: Sebelum Long Weekend, Asing Net Sell Jumbo di 10 Saham Ini

Duggan, yang sudah menjadi miliarder sebelum investasi di Summit, kini diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$ 16 miliar atau sekitar Rp 243,1 triliun.

Nathan Vardi, penulis buku “For Blood and Money,” mencatat bahwa banyak yang berpendapat Duggan hanya beruntung, tetapi kemampuan Duggan dalam menentukan kapan harus bertahan atau menarik diri dari investasi menjadi kunci kesuksesannya.

Pengalaman Duggan di berbagai industri, mulai dari roti hingga robotika, memberinya perspektif berbeda dalam menghadapi tantangan.

Analis memperingatkan bahwa keberhasilan akan sangat bergantung pada manajemen yang tepat dan strategi desain uji coba yang efektif.

Saat pasar mencerna besarnya tantangan yang dihadapi Summit, saham perusahaan ini diharapkan tetap volatile dan bisa mengalami penurunan setelah lonjakan harga pasca rilis data.

Dengan catatan efek samping yang terlihat pada obat yang menargetkan VEGF, para analis menantikan data lebih lanjut untuk memastikan obat ini aman dan dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien.

Meskipun Summit memiliki peluang untuk bersaing di pasar PD-1 yang bernilai US$ 50 miliar, tantangan dalam pelaksanaannya tetap signifikan.

Setelah melalui berbagai tantangan, Pharmacyclics akhirnya diakuisisi AbbVie senilai US$ 21 miliar, menjadikan Duggan sebagai sosok penting dalam industri ini.

Duggan, yang kini berusia 80 tahun, telah membuktikan bahwa keberhasilan di industri ini tidak hanya milik mereka yang memiliki latar belakang akademis yang tinggi.

Dengan semua perhatian yang tertuju pada Ivonescimab, masa depan Duggan dan Summit akan menjadi sorotan bagi investor dan analis di seluruh dunia.

 

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260521115506-19-736638/video-jurus-distributor-alkes-saat-rupiah-melemah-biaya-logistik-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/736638?comscore=off”,”time”:509,”title”:”Video: Jurus Distributor Alkes Saat Rupiah Melemah-Biaya Logistik Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/21/jurus-bisnis-distributor-alkes-saat-rupiah-melemah-biaya-logistik-naik-1779349735344_169.png”}]’); Next Article Video: Ini Cara OJK Cegah Harga Saham Melonjak Tanpa Alasan

Obat ini memiliki dua mode aksi, yang diharapkan dapat memberikan efek lebih kuat dalam melawan kanker.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa aksi ganda tersebut dapat menimbulkan masalah keamanan di kemudian hari.

Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Justru Untung 1.000% di Saham Bioteknologi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 739291, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260602080905-17-739291/tak-lulus-kuliah-orang-ini-justru-untung-1000-di-saham-bioteknologi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 02 June 2026 08:17 Foto: Bob Duggan.

Ia percaya bahwa ketidakpahaman seorang outsider, dikombinasikan melalui intensitas yang ia bawa, membuatnya berani mengambil langkah-langkah tidak konvensional.

Ivonescimab, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai pengikat protein PD-1 untuk memicu sistem imun, tetapi juga menghambat protein VEGF yang mendukung pertumbuhan pembuluh darah tumor.

Analisis mendalam tentang Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Justru Untung 1.000% di Saham Bioteknologi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *