Korban Masih Berjatuhan, Kenali Tanda-Tanda Phishing Bagi Nasabah Bank

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Korban Masih Berjatuhan, Kenali Tanda-Tanda Phishing Bagi Nasabah Bank yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Biasanya ada link yang diminta untuk klik yang tanpa sadar akan mentransfer data rekening bank.

2.

Pesan phishing sering memakai kalimat seperti:

“Segera klik sekarang”

“Akun akan diblokir dalam 1 jam”

“Verifikasi sekarang juga”

3.

  • Secara umum, phishing bekerja melalui tiga tahap utama:
  • Adapun jenis-jenis phishing yang sering terjadi, misalnya:
  • Bagaimana cara mendeteksi Phishing?

    Data korban dicuri: Saat korban memasukkan username, password, PIN, atau OTP, data tersebut langsung tersimpan di server pelaku.

    Adapun jenis-jenis phishing yang sering terjadi, misalnya:

    1.

    Ketika korban memasukkan data pribadi, informasi tersebut langsung dicuri oleh pelaku.

    Bahkan akhir-akhir ini semakin canggih melalui menelpon korban dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan dengan menyamar dengan visual palsu menyerupai tokoh tertentu untuk meyakinkan korban mentransfer sejumlah uang.

    Baca: Bank Besar Mulai Kencang PHK Massal, Ini Biang Keroknya

    Secara umum, phishing bekerja dengan tiga tahap utama:

    1.

    Faktor penyebabnya adalah banyak korban phising berasal dari kurangnya literasi digital. yang mengakibatkan Paling penting adalah edukasi diri dan keluarga

    Jika ada pesan meminta data tersebut, hampir pasti itu phishing.

    4.

    Sms phishing, yakni kejahatan melalui pesan yang dikirim melalui SMS atau aplikasi chat seperti WhatsApp dan Telegram.

    3.

    Spear Phishing adalah serangan yang lebih spesifik melalui target tertentu menggunakan data pribadi korban agar terlihat meyakinkan.

    Baca: Bank Bisa Bobol Dalam Sekejap, Apa Itu Mythos yang Bikin Dunia Panik

    Bagaimana cara mendeteksi Phishing?

    Ada beberapa tanda yang bisa dikenali untuk mendeteksi phishing sejak awal, di antaranya:

    1.

    Faktor penyebabnya adalah dana di rekening mereka terkuras setelah terjebak tautan palsu atau pesan mencurigakan.

    Oleh karena itu, pemahaman mengenai phishing dan berbagai bentuk penipuan digital menjadi hal penting untuk melindungi diri dari kejahatan siber.

    Apa Itu Phishing?

    Phishing merupakan penipuan siber yang dilakukan dengan menyamar sebagai pihak terpercaya untuk mencuri informasi sensitif korban, seperti password, PIN, kode OTP, nomor kartu kredit, hingga data rekening bank.

    Pelaku biasanya mengirim email, SMS, pesan WhatsApp, atau tautan palsu yang dibuat menyerupai situs resmi bank, marketplace, atau perusahaan tertentu. yang mengakibatkan Akibatnya, korban tidak hanya kehilangan akses akun dan data pribadi, tetapi juga mengalami kerugian finansial

    Salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku adalah phishing, yang menyasar pengguna mobile banking, media sosial, email, hingga aplikasi dompet digital.

    Hingga kini, masih banyak masyarakat yang menjadi korban phishing.

    Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI dan tidak pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun,” ujarnya dalam siaran pers dikutip Jumat (29/5/2026).

    Baca: Waspada Modus Penipuan Smishing, Ini Langkah Menghindarinya

    (dce) Add as a preferred
    source on Google [Gambas:Video CNBC]
    var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260520141248-19-736373/video-jurus-asuransi-perkuat-kecukupan-modal-hadapi-gejolak-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/736373?comscore=off”,”time”:522,”title”:”Video: Jurus Asuransi Perkuat Kecukupan Modal Hadapi Gejolak Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/20/jurus-asuransi-perkuat-kecukupan-modal-hadapi-gejolak-global-1779261811244_169.png”}]’); Next Article Duit di Rekening Auto Ludes, Perhatikan Modus Baru Maling M-Banking

    Selain itu ada 106.477 nomor telepon diblokir terkait penipuan.

    OJK mengaku, ada tantangan tersendiri dalam penanganan scam ini, antara lain lonjakan jumlah pengaduan yang mencapai sekitar 1.000 laporan per hari atau 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain

    Direktur IT PT Bank rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Saladin D Effendi mengatakan bahwa salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku adalah penyebaran link palsu melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan.

    Bahasa mendesak dan mengancam tujuannya agar korban panik dan tidak sempat berpikir panjang.

    Tautan tersebut biasanya menyerupai tampilan resmi dan bertujuan mencuri data sensitif seperti user ID, PIN, password, hingga kode OTP melalui teknik social engineering.

    “BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan.

    Korban Masih Berjatuhan, Kenali Tanda-Tanda Phishing Bagi Nasabah Bank Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 739139, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260601123136-17-739139/korban-masih-berjatuhan-kenali-tanda-tanda-phishing-bagi-nasabah-bank’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Thea Arbar,  CNBC Indonesia 01 June 2026 13:45 Foto: Infografis/Kasus Phising Email yang Serang Indonesia Makin Merajalela/Arie Pratama Daftar Isi

    • Apa Itu Phishing?

      Situs phishing sering memakai tambahan huruf, simbol aneh, domain mirip asli, dan ejaan yang sedikit berbeda

      Contoh:

      asli: bri.co.id

      palsu: bank–bri.com

      2.

      Modus meminta data rahasia.

      Ingat, pihak-pihak bank sendiri telah selalu mengingatkan mereka tidak pernah meminta password, PIN, OTP, dan CVV kartu kredit.

      Pelaku membuat umpan: Penipu akan mengirim pesan yang terlihat resmi, misalnya:

      – “Akun Anda akan diblokir”

      – “Anda mendapat hadiah”

      – “Segera verifikasi rekening”

      – “Paket gagal dikirim”

      2.

      Korban diarahkan ke situs palsu, di mana tautan yang dikirim biasanya mirip melalui domain asli.

      Ada banyak salah ejaan di email atau pesan phishing sering memiliki typo, tata bahasa aneh, desain tidak rapi, atau bahkan terlalu rapi.

      Berikut tips menghindari phishing

      1.

      Edukasi menjadi benteng utama melawan penipuan online.

      Baca: 5,23 Juta ASN Belum Punya Rumah Sendiri, Dapat KPR Tenor 30 Tahun

      1.000 Laporan Setiap Hari

      Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, penipuan keuangan di Indonesia masih marak.

      Melalui Indonesia Anti Scam Centre (IASC), OJK mengumpulkan 548.093 laporan.
      Sebanyak 268.989 laporan diberikan kepada pelaku usaha dan 279.104 langsung dari masyarakat ke IASC.

      Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Dicky Kartiyono mengatakan, ada 932.138 rekening yang terverifikasi dan sebanyak 485.758 rekening di antaranya telah diblokir.

      Email phishing melalui cara pelaku mengirim email palsu yang tampak resmi dari bank atau perusahaan tertentu dengan menggunakan akun palsu.

      Jangan asal klik link melalui memastikan link berasal dari sumber resmi sebelum membukanya.

      2.

      Contohnya: bri.co.id (situs asli) menjadi bank-bri.com (situs palsu).

      3.

      • Berikut tips menghindari phishing
    • 1.000 Laporan Setiap Hari

    Jakarta, CNBC Indonesia – Nasabah bank perlu semakin waspada terhadap maraknya kejahatan siber di tengah pesatnya perkembangan layanan digital.

    Vishing, yakni penipuan melalui panggilan telepon yang mengaku sebagai customer service bank atau instansi resmi atau bahkan video call melalui AI.

    4.

    Analisis mendalam tentang Korban Masih Berjatuhan, Kenali Tanda-Tanda Phishing Bagi Nasabah Bank akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

    📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

    Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

  • By

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *