Harapan Damai AS-Iran Mencuat, Harga Minyak Longsor ke US$92

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harapan Damai AS-Iran Mencuat, Harga Minyak Longsor ke US$92 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Brent turun ke US$96,14 pada 25 Mei, lalu sempat memantul ke US$99,58 sehari setelahnya.

Di sisi lain, sesudah itu kembali melemah hingga tersisa US$87,8 per barel pagi ini.

CNBCΒ Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260525111053-19-737764/video-ftse-russel-hapus-4-saham-ri–rupiah-melemah-ke-rp-17720-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/737764?comscore=off”,”time”:374,”title”:”Video: FTSE Russel Hapus 4 Saham RI – Rupiah Melemah ke Rp 17.720/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/25/ftse-russel-hapus-4-saham-ri-rupiah-melemah-ke-rp-17720usd-1779682425391_169.png”}]’); Next Article Donald Trump Mau Akhiri Perang, Harga Minyak Longsor ke US$105 sedangkan Pada 26 Mei WTI sempat melonjak ke US$93,89,

Wakil Presiden AS JD Vance bahkan mengatakan Washington dan Teheran “sudah dekat” menuju kesepakatan walaupun masih ada beberapa ganjalan terkait stok uranium yang diperkaya Iran dan isu pengayaan nuklir.

Harapan damai itu membuat pasar membuang sebagian besar ketakutan yang sebelumnya mendorong reli minyak.

Kini, dalam waktu kurang dari dua pekan, Brent sudah anjlok hampir 17%, sedangkan WTI turun lebih dari 18%.

//

Penurunan tajam itu datang setelah pasar mulai percaya risiko perang Iran yang berlangsung hampir tiga bulan mulai mereda.

Dalam tiga hari terakhir harga terus tergelincir ke US$94,29, kemudian US$93,71, dan kini berada di US$92,74 per barel.

WTI mengalami pola yang sama.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun ke US$87,8 per barel dari sehari sebelumnya US$88,9 per barel.

Pelemahan ini mempertegas perubahan arah pasar energi global yang dalam dua pekan terakhir bergerak sangat liar.

Harapan Damai AS-Iran Mencuat, Harga Minyak Longsor ke US$92 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 738633, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260529092620-17-738633/harapan-damai-as-iran-mencuat-harga-minyak-longsor-ke-us-92’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 29 May 2026 10:55 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi dan memperpanjang tekanan tajam sepanjang pekan ini.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.35 WIB, kontrak Brent untuk acuan global berada di level US$92,74 per barel, turun dibanding posisi Kamis di US$93,71 per barel.

Pada 18 Mei Brent masih berada di US$112,1 per barel, lalu turun ke US$111,28 pada 19 Mei.

Selama konflik berlangsung, lalu lintas kapal di kawasan itu sempat menyusut drastis dan memicu lonjakan premi risiko geopolitik di pasar minyak.

Kini, ketika peluang kesepakatan mulai terbuka, premi perang perlahan menguap dari harga minyak.

Harga sempat bergerak naik turun di area US$102-US$105 pada 20-21 Mei sebelum melonjak lagi ke US$103,54 pada 22 Mei.

Namun sesudah itu pasar mulai berbalik arah.

Pergerakan harga dalam beberapa sesi terakhir bahkan sangat ekstrem.

Faktor penyebabnya adalah jalur laut tersebut menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta pengiriman gas alam cair global. yang mengakibatkan Reuters melaporkan Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, meski kesepakatan final masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

Pasar sejak awal memusatkan perhatian pada Selat Hormuz

Reuters mencatat ayunan harga harian sempat mencapai US$6 per barel akibat tarik ulur kabar mengenai akhir perang Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Data Refinitiv memperlihatkan perubahan sentimen tersebut terjadi sangat cepat.

Pada 19 Mei 2026, Brent sempat menyentuh US$111,28 per barel dan WTI mencapai US$107,77 per barel.

Harga minyak AS sempat berada di atas US$108 per barel pada 18 Mei, lalu turun bertahap menuju area US$96 pada 21-25 Mei.

Analisis mendalam tentang Harapan Damai AS-Iran Mencuat, Harga Minyak Longsor ke US$92 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *