Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Daftar Sektor Bisnis Ini Masih Butuh Kucuran Kredit dari Bank yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Selain itu, masih memadainya kapasitas pembiayaan bank tecermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39% dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 11,39% (yoy) pada April 2026.
Efisiensi suku bunga perbankan juga dapat ditingkatkan, karena pada April 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73% dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,16%.
(arj/arj) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260520142805-19-736382/video-mengejutkan-bi-naikkan-suku-bunga-acuan-50-bps-jadi-525″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/736382?comscore=off”,”time”:656,”title”:”Video: Mengejutkan!
Daftar Sektor Bisnis Ini Masih Butuh Kucuran Kredit dari Bank Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736435, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260520162310-17-736435/daftar-sektor-bisnis-ini-masih-butuh-kucuran-kredit-dari-bank’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 20 May 2026 18:10 Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.551,42 triliun atau 22,57% dari plafon kredit yang tersedia.
Baca: Prabowo: Buruh-Pengusaha Jangan Minta Terus!
Hingga minggu pertama Mei 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp 424,7triliun melalui alokasi pada lending channel sebesar Rp 361,0 triliun serta interest rate channel sebesar Rp 63,7 triliun.
Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp214,2 triliun, BUSN sebesar Rp171,1 triliun, BPD sebesar Rp30,6 triliun, dan KCBA sebesar Rp8,2 triliun.
Dari sisi kinerja kredit perbankan, sebetulnya pada April 2026 masih mampu tumbuh sebesar 9,98% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 9,49% (yoy).
Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada April 2026 masing-masing tumbuh sebesar 19,48% (yoy), 6,04% (yoy), dan 6,13% (yoy).
Bank Indonesia pun memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%.
Faktor penyebabnya adalah porsinya terhadap PDB mencapai 13,28% dengan pertumbuhan 6,26%.
“Perdagangan kalau kita lihat, konsumsi masyarakat ini kan baik dalam PDB kita kemarin dengan pertumbuhan di atas 5%,” tutur Destry.
“Tapi kredit yang diberikan di sektor perdagangan ini masih relatif rendah, yaitu baru 3,9%. yang mengakibatkan Menurut Destry, selama ini sektor tersebut belum mendapatkan kucuran kredit yang optimal dari perbankan,
Di sisi lain, pertumbuhannya baru 4,97% pada kuartal I-2026.
“Sehingga artinya dia masih punya ruang sebenarnya untuk mendapatkan kucuran kredit dari bank-bank,” ucap Destry.
Sektor kedua ialah perdagangan. sedangkan Menurutnya, meskipun dalam struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia kontribusinya mencapai 12,67%,
Faktor penyebabnya adalah memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, daftar sektor ini diperoleh dari hasil penilaian terhadap credit gap, yakni selisih antara kredit yang telah diberikan perbankan kepada sektor-sektor itu dibandingkan dengan potensi pertumbuhan yang mereka miliki.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: BI Rate Naik Tapi Bank Masih Bisa Jaga Suku Bunga Kredit Rendah
“Jadi kami juga melakukan asesmen, kita melihat dari berbagai sektor, kita melihat credit gap,” kata Destry saat konferensi pers, Rabu (20/5/2026).
Destry mengatakan, untuk sektor pertama ialah pertanian. yang mengakibatkan (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sejumlah sektor usaha yang masih membutuhkan kucuran kredit dari perbankan,
BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/20/mengejutkan-bi-naikkan-suku-bunga-acuan-50-bps-jadi-525-1779262211664_169.png”}]’); Next Article BI Guyur Likuiditas Rp427 T ke Perbankan, Himbara-Swasta Dapat Segini
Nah jadi kita melihat beberapa sektor-sektor yang mempunyai credit gap negatif,” tegasnya.
Dengan berbagai catatan itu, Destry menekankan, BI mendorong perbankan untuk menggencarkan kredit ke sektor-sektor yang memiliki credit gap tinggi ini.
“Nah ini yang tentu kita ingin mendorong bank-bank itu bisa menyeluruhkan kepada sektor-sektor tersebut.
Apalagi sektor tersebut mempunyai dampak multiplier terhadap perekonomian dan juga penciptaan lapangan kerja yang sangat besar,” ungkap Destry.
BI sebetulnya sudah menerapkan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang termasuk ke dalam sektor prioritas itu.
Mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.
Baca: BI Rate Diputuskan Naik 50 Bps Jadi 5,25%, Ini Alasannya!
Analisis mendalam tentang Daftar Sektor Bisnis Ini Masih Butuh Kucuran Kredit dari Bank akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
