IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 1,85% Hari Ini

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 1,85% Hari Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (18/5/2026).

Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan sore ini rupiah berakhir di zona merah melalui melemah 1,03% ke level Rp17.640/US$.

IHSG mengawali perdagangan melalui penurunan lebih dari 2% dan sempat turun lebih dari 4% pada perdagangan sesi 1. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Mengutip Refinitiv, bahan baku menjadi sektor dengan penurunan paling dalam, yakni -6,55%. Lalu diikuti oleh utilitas -2,96% dan kesehatan -2,75%. 

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Chandra Asri Pacific (TPIA)  yang baru saja didepak dari indeks MSCI menjadi pemberat utama dengan bobot masing-masing -13,67 poin dan 13,23 poin. Sejak pagi DSSA dan TPIA sudah turun hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) atau merosot 15%. 

Selanjutnya saham dua bank jumbo juga menjadi pemberat IHSG hari ini.

Nilai transaksi mencapai Rp 20,47 triliun, melibatkan 29,72 miliar saham dalam 2,54 juta kali transaksi.

Investor institusi pengelola dana indeks (passive fund) dikhawatirkan tidak akan menemukan pembeli (counterparty) yang cukup jika harus keluar dari saham tersebut secara mendadak.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260513141528-19-734724/video-bos-sekuritas-ungkap-bahaya-pelemahan-rupiah-ri-harus-apa”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734724?comscore=off”,”time”:378,”title”:”Video: Bos Sekuritas Ungkap "Bahaya" Pelemahan Rupiah, RI Harus Apa?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/13/bos-sekuritas-ungkap-bahaya-pelemahan-rupiah-ke-rp-17500usd-1778657336433_169.png”}]’); Next Article IHSG Tiba-tiba Dibuka Anjlok 2,59%, Ini Penyebabnya

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang -12,55 poin dan Bank Mandiri (BMRI) -6,26 poin.

Hal tersebut seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Faktor penyebabnya adalah FTSE menilai likuiditas saham HSC cenderung memburuk secara material. yang mengakibatkan Level tersebut membuat rupiah kembali menembus area psikologis di atas Rp17.000/US$ dan menjadi posisi penutupan terlemah sepanjang sejarah.

Tekanan terbesar terhadap IHSG sejak akhir pekan lalu datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

Tak lama setelah pengumuman MSCI, penyedia indeks global lainnya FTSE ikut buka suara soal masa depan saham-saham RI yang tergabung dalam indeks besutannya.

Baca: Bos BI Ungkap Besarnya Dana Asing Keluar dari RI, Jumlahnya Segini

Dalam pengumuman terbaru bertajuk “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang dirilis Rabu (13/5/2026), FTSE memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aturan terbaru FTSE diterbitkan menyusul upaya otoritas pasar modal Indonesia dalam meningkatkan transparansi, termasuk publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).

Dalam dokumen tersebut, FTSE Russell menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa dan keuangan, di mana saham beredar hanya dikuasai segelintir pihak, maka saham tersebut akan didepak dari indeks pada tinjauan berikutnya.

“Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi tersebut.

Kebijakan “harga nol” ini diambil

IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 1,85% Hari Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735661, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260518160509-17-735661/ihsg-pangkas-koreksi-ditutup-turun-185-hari-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 18 May 2026 16:17 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,85% atau -124,08 poin ke level 6.599,24 pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026).

Sebanyak 647 saham turun, 183 tidak bergerak, dan 129 naik.

Kapitalisasi pasar merosot menjadi Rp 11.539 triliun. 

Sepanjang hari ini IHSG bergerak pada rentang 6.398,79–6.631,28.

Analisis mendalam tentang IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 1,85% Hari Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *