Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Efek MSCI Belum Usai, Pasar Dibayangi Outflow Rp 31 T Akhir Mei yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah mempengaruhi penilaian free float dan aksesibilitas pasar Indonesia.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sementara itu, MSCI juga mencoret 13 emiten dari indeks small cap.
Adapun saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index meliputi:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Seluruh perubahan tersebut akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260512081656-19-734239/video-bei-sebut-reformasi-pasar-modal-butuh-waktu-dibuktikan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734239?comscore=off”,”time”:68,”title”:”Video: BEI Sebut Reformasi Pasar Modal Butuh Waktu Dibuktikan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/12/bei-sebut-reformasi-pasar-modal-butuh-waktu-dibuktikan-1778553826475_169.png”}]’); Next Article Soal Potensi Penurunan Bobot MSCI, BEI: Kami Butuh Waktu yang mengakibatkan Isu tersebut menjadi perhatian investor global
Faktor penyebabnya adalah pasar telah mengantisipasi perubahan tersebut sejak MSCI merilis data free float terbaru awal bulan ini.
Baca: Indonesia Bertahan di Emerging Markets Indeks MSCI
MSCI sebelumnya memang menyoroti isu High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi di sejumlah emiten Indonesia. yang mengakibatkan Efek MSCI Belum Usai, Pasar Dibayangi Outflow Rp 31 T Akhir Mei Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734559, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260513071844-17-734559/efek-msci-belum-usai-pasar-dibayangi-outflow-rp-31-t-akhir-mei’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 13 May 2026 08:07 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar saham Indonesia dibayangi potensi arus dana keluar asing jumbo setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dalam review Mei 2026.
Berdasarkan dokumen resmi MSCI, enam saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan rebalancing MSCI kali ini dapat memicu outflow pasif hingga US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,49 triliun (asumsi kurs Rp17.500).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
“Serupa dengan proyeksi kami sebelumnya namun telah disesuaikan dengan harga saham dan nilai tukar terbaru, kami memperkirakan akan terjadi arus dana keluar (outflow) sebesar US$1,8 miliar dari saham-saham konstituen MSCI Indonesia Standard Cap,” tulis CGS dalam risetnya, dikutip Rabu (13/5/2026).
CGS menyebut saham yang paling berpotensi terdampak outflow adalah BREN, DSSA, CUAN, AMMN, dan TPIA.
Akibat perubahan tersebut, bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets Index diperkirakan turun dari 0,68% menjadi 0,57%.
CGS memperkirakan tekanan jual terbesar kemungkinan terjadi mendekati penutupan perdagangan 29 Mei 2026, saat rebalancing MSCI efektif berlaku.
Meski demikian, CGS menilai potensi kejutan negatif tambahan dari MSCI mulai berkurang
Analisis mendalam tentang Efek MSCI Belum Usai, Pasar Dibayangi Outflow Rp 31 T Akhir Mei akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
