Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Hari Ini Penguman MSCI! OJK, Bursa, dan Danantara Buka Suara yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
OJK, Bursa, dan Danantara Buka Suara Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734200, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260511211545-17-734200/hari-ini-penguman-msci-ojk-bursa-dan-danantara-buka-suara’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 12 May 2026 07:30 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Pelaku pasar bersiap menghadapi pengumuman hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada Selasa (12/5/2026), di tengah kekhawatiran potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks global tersebut.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
MSCI akan mengumumkan hasil tinjauan terhadap sejumlah indeks global, mulai dari MSCI Global Standard Indexes, MSCI Global Small Cap, MSCI Micro Cap Indexes, hingga MSCI Frontier Markets Small Cap Indexes.
Saya sudah lihat perkembangannya, bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan.
Menurutnya, BEI telah menjalankan berbagai langkah perbaikan yang sebelumnya diminta MSCI.
“Kita tunggu saja.
Faktor penyebabnya adalah mengikuti komposisi indeks MSCI.
Di tengah tekanan asing tersebut, investor ritel domestik justru menjadi penopang utama pasar saham nasional dengan porsi kepemilikan yang kini mencapai sekitar 50%.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260511083428-19-733891/video-risiko-ri-keluar-dari-indeks-emerging-market-mereda”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733891?comscore=off”,”time”:60,”title”:”Video: Risiko RI Keluar Dari Indeks Emerging Market Mereda”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/11/risiko-ri-keluar-dari-indeks-emerging-market-mereda-1778467725127_169.png”}]’); Next Article OJK Ungkap Bahasan Saat Bertemu Pimpinan MSCI di AS yang mengakibatkan Insyaallahbaik lah,” kata Pandu.
Ia juga menilai pelemahan IHSG pada perdagangan Senin lebih dipengaruhi sentimen global seperti pergerakan rupiah dibanding faktor MSCI.
Menjelang pengumuman MSCI, IHSG sempat terkoreksi lebih dari 1% pada awal perdagangan Senin sebelum memangkas pelemahan.Pada akhir perdagangan IHSGditutup di level 6.905,62, turun 63,78 poin atau -0,92%.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini lebih dipengaruhi meningkatnya risk aversion investor asing terhadap emerging markets.
Equity Research Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat mengatakan investor asing sebenarnya tidak sepenuhnya keluar dari Indonesia, melainkan melakukan rotasi aset dari saham ke obligasi pemerintah.
Dalam dua bulan terakhir, arus dana asing justru tercatat masuk ke pasar obligasi domestik.
Meski demikian, Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan target IHSG di level 9.050 pada akhir 2026, walau membuka peluang revisi akibat risiko global dan tekanan profitabilitas.
Kresna juga menilai reformasi pasar modal yang dilakukan OJK berpotensi menjadi katalis pemulihan saham-saham perbankan dan konsumer yang selama ini paling tertekan akibat aksi jual asing.
Menurutnya, terdapat diskrepansi antara fundamental pasar saham Indonesia yang relatif murah dengan sikap investor asing yang masih berhati-hati
Di sisi lain, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menilai pasar tidak perlu terlalu khawatir terhadap pengumuman MSCI12 Mei 2026.
Tetapi itu adalah short term pain untuk long term gain,” ujar Jeffrey.
BEI menegaskan reformasi pasar modal akan terus dilanjutkan, termasuk mendorong peningkatan free float emiten agar memenuhi standar global.
MSCI sebelumnya memang menyoroti sejumlah aspek reformasi pasar modal Indonesia, mulai dari peningkatan free float minimum menjadi 15%, transparansi data pemegang saham di atas 1%, hingga peningkatan kualitas tata kelola pasar.
Pilihan Redaksi
- Michael Burry Tekan Alarm: Bursa Saham Kini Mirip “Bubble Dotcom 2000”
- Danantara Kepit Saham GOTO di Bawah 1%, Bakal Mau Tambah?
Di sisi lain, diyakini akan berdampak positif dalam jangka panjang.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pengumuman MSCI, sembari menegaskan langkah reformasi pasar modal yang dilakukan regulator merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas pasar.
“Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah. sedangkan Sementara implementasi rebalancing akan efektif pada 29 Mei 2026.
Menjelang pengumuman tersebut, regulator hingga pelaku pasar kompak menilai reformasi pasar modal Indonesia memang berpotensi memicu tekanan jangka pendek,
Dampak dari hal tersebut adalah peluang masuknya saham baru ke indeks relatif terbatas, sementara saham-saham lama berpotensi mengalami penyesuaian.
OJK juga berharap Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori emerging market pada review MSCI berikutnya di Juni 2026, di tengah isu potensi penurunan status menjadi frontier market.
Menurut Friderica, kualitas keterbukaan informasi dan integritas pasar modal Indonesia terus mengalami perbaikan dan menjadi salah satu yang terbaik secara regional.
Senada dengan OJK, Bursa Efek Indonesia juga mengakui adanya potensi penurunan bobot Indonesia di MSCI dalam jangka pendek apabila tidak ada saham baru yang masuk indeks.
PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan langkah reformasi yang dilakukan BEI memang sejalan dengan pendekatan MSCI terhadap saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholder concentration (HSC).
Sebelumnya, BEI telah mengeluarkan sejumlah saham kategori HSC dari indeks IDX80, LQ45, dan IDX30.
“Kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, dalam jangka pendek mungkin saja bobot Indonesia turun. akibat Tapi Insya Allah long term gain,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026).
Ia mengakui MSCI sebelumnya telah melakukan freeze
Analisis mendalam tentang Hari Ini Penguman MSCI! OJK, Bursa, dan Danantara Buka Suara akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
